Home Nabire Hampir Sebulan Sampah Menumpuk di Pasar Kartum

Hampir Sebulan Sampah Menumpuk di Pasar Kartum

Suroso  Kamis, 22 Agustus 2019 20:36
Hampir Sebulan Sampah Menumpuk di Pasar Kartum
NABIRE - Hampir sebulan, sejak Bupati Nabire, Isaias Douw melarang untuk membuang sampah di Pasar Oyehe, Kalibobo dan Karang Tumaritis, selang beberapa hari kemudian, sampah kembali menumpuk di tengah Pasar Karang Tumaritis.  Hingga saat ini, tumpukan sampah tersebut tidak diangkat sehingga menimbulkan bauh tidak sedap di tengah pasar.Bupati Nabire bersama Team Transtib Kota Nabire boleh berbangga telah berhasil mengamankan tiga lokasi sampah di pasar. Ternyata tidak demikian di lapangan. Karena, sampah di Pasar Karang Tumaritis bagian depan boleh bersih tetapi di dalam pasar, pedagang dan penjual menumpuk sisa-sisa jualannya di area yang sudah dilokalisir sebagai lokasi sampah. Sampah sisa dari pedagang dan penjual kian hari kian bertambah sehingga kini mulai membukit.Belum lagi, akibat tumpukan sampah yang tebal sehingga sebagian membusuk, kini muncul bauh yang tak sedap di tengah  pasar. Tumpukan sampah tidak menggunung karena sering warga membakar sampah kering sehingga volume sampah berkurang.“Bauh dari sampah ini sudah lama kami rasakan. Tetapi mau apa, tidak ada tempat untuk kami jualann lagi. Terpaksa kami jualan di pinggir sampah,” tutur seorang pedagang.“Pemerintah ini lihat ka tidak ini. Katanya mau kasih bersih pasar, tapi lihat, kami mama-mama ini jualan dengan mencium bauh sampah terus. Tida kasian ka, kami ini tinggal cium bauh sampah terus begini lama-lama kami semua bisa sakit,” pinta seorang mama Papua sambil bergerutu.Menurut pemandangan sepintas, mama-mama Papua yang jualan di sekitar tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma tidak sedap, tidak menggunakan masket hidung. Hampir setengah hari bertahan bersama dengan sampah menjajakan jualannya kepada konsumen.(ans)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:21
Metode Teologi Pembebasan Amerika Latin sebagai Suatu Model Mengatasi Situasi Masalah Papua
1. Pengantar Istilah pembebasan, muncul sebagai istilah khas Amerika Latin. Istilah tersebut merupakan istilah yang dibakukan sebagai rea
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS YUNIOR 2019
 Senin, 21 Oktober 2019 21:40

Dalam rangka menjaring bibit-bibit muda atlet bulutangkis di Kabupaten Nabire, PBSI Pengkab Nabire menggelar Kejuaraan Bulutangkis Yunior tahun 2019. Kelas yang akan dipertandingkan 1) Perorangan putra dan putri di bawah 9 tahun, 2) Beregu di bawah 12 tahun.

Kejuaraan akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober 2019 sampai dengan selesai, di GOR Kotalama

 
HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Info Loker