Home Papua Lukas Enembe: Mahasiswa Papua Stop Demo Anarkis

Lukas Enembe: Mahasiswa Papua Stop Demo Anarkis

Suroso  Selasa, 24 September 2019 20:36
Lukas Enembe: Mahasiswa Papua Stop Demo Anarkis
JAYAPURA - Gubernur Papua, Lukas Enembe meminta mahasiswa Papua untuk hentikan semua kegiatan yang bersifat berbau kejahatan yang mengganggu ketertiban masyarakat Papua.Penegasan itu disampaikan orang nomor satu Papua itu kepada wartawan di ruang kerjanya, menanggapi kerusuhan terjadi di Kota Wamena dan Kota Jayapura, Senin (23/9/2019) pagi ini.Gubernur menyatakan, kejadian yang terjadi di Wamena dan Jayapura akibatnya jatuh korban dan beberapa fasilitas pemerintah di Kota Wamena dibakar.“Situasi hari ini sedikit gangguan di Jayawijaya maupun di Jayapura. Mahasiswa kita yang eksodus dari kota studi menduduki Uncen, tapi saat pulang terjadi bentrok dengan anggota TNI/Polri di wilayah Ekspo, Waena. Informasi ada seorang TNI meninggal dan beberapa orang terluka. Dari segi masyarakat juga informasi ada korban, kami belum tau berapa banyak tapi ada luka-luka,” kata Enembe.Lukas Enembe menjelaskan, kejadian di Wamena dilakukan oleh anak-anak dari pelajar SMA, mereka demo dan membakar kantor pemerintah termasuk kantor bupati Jayawijaya.“Saya sampaikan kepada mahasiswa Papua hentikan semua kegiatan yang bersifat berbau kejahatan (rasis) dan mengganggu ketertiban masyarakat Papua,” jelasnya.Gubernur Enembe mengaku, pihaknya sudah mengundang mahasiswa untuk bertemu, tapi mereka tak mau. “Saya minta hentikan hentikan seluruh kegiatan yang berbau kejahatan. Kalau mau sekolah, kembali ke tempat studi, jika daerah itu dianggap aman,” tegas Gubernur.Untuk kembali ke kota studi di pulau Jawa, kata Gubernur, pemerintah siapkan transportasi. “Mahasiswa jangan pulang ke Papua sini mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat Papua, saya minta hentikan semua kegiatan yang mengganggu stabilitas keamanan masyarakat,” tegas GubernurGubernur juga minta para pelajar yang masih duduk dibangku SMA untuk tidak terpengaruh dengan keinginan mahasiswa yang berdampak pada gangguan studi dan tempat belajar. “Para siswa yang masih SMA jangan terganggu dengan ajakan siapapun termasuk mahasiswa yang eksodus ke Papua, kalau kalian (mahasiswa dan pelajar) anarkis, sudah pasti akan berhadapan dengan aparat keamanan,” bebernya.Diketahui, enam orang yang diduga sebagai provokator demo rusuh tersebut di kota Wamena diamankan. “Ada enam orang yang diamankan yang diduga sebagai provokator dalam aksi demo anarkistis itu,” kata Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol (Inf) Chandra Dianto saat dihubungi, Senin (23/9/2019).Chandra mengatakan massa aksi didominasi oleh siswa SMA. Mereka kemudian bergabung dengan warga dan membakar sejumlah fasilitas pemerintah.“Ada dugaan siswa-siswi SMA yang melakukan aksi demo disusupi Komite Nasional Papua Barat (KNPB), sehingga melakukan tindak anarkistis dengan membakar Ruko dan kantor-kantor pemerintah,” ujar Chandra.(bams)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 21 Mei 2020 20:20
Akselerasi Pangan Lokal Dalam Pandemi Covid-19
 Oleh : Johan Kudiai   Sejak tangga l2 Maret 2020 Indonesia menjadi negara yang positif terpapar COVID 19 yang langsung diumumkan
Suroso  Kamis, 20 Februari 2020 3:9
Dinamisme Kependudukan akan Tergambar Jelas dengan Sensus Penduduk
Oleh : Rio Kuncoro, SST Pernahkan Anda benar-benar tahu berapakah tepatnya jumlah penduduk di Kabupaten Nabire? Jangan dulu bicara Kabupaten
Agenda Nabire
RAPAT KONI NABIRE
 Jumat, 21 Februari 2020 2:40
KONI Kabupaten Nabire akan menyelenggarakan rapat pada Sabtu, tanggal 22 Februari 2020 bertempat di Ruang Rapat KONI Nabire, pukul 12.00 WIT. Agenda rapat : 1). rapat evaluasi KONI tahun 2019, 2). Perencanaan agenda tahun 2020, 3). Serba Serbi
HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Info Loker