Home Pemda Intan Jaya Thomas Sondegau Antar Jenasah Korban Kerusuhan ke Intan Jaya

Thomas Sondegau Antar Jenasah Korban Kerusuhan ke Intan Jaya

Suroso  Minggu, 29 September 2019 21:14
Thomas Sondegau Antar Jenasah Korban Kerusuhan ke Intan Jaya
SUGAPA – Anggota DPRD Provinsi Papua, Thomas Sondegau pekan lalu telah mengantar jenasah korban kerusuhan dari Jayapura ke Intan Jaya. Korban yang merupakan warga Kampung Titigi ini dimakamkan di ibukota Kabupaten Intan Jaya, di Sugapa.“Saya kemarin antar jenasah korban kerusuhan dari Jayapura ke Intan Jaya. Situasi di Intan Jaya aman. Kemarin memang ada penerimaan jenasah oleh sejumlah mahasiswa dan antar dengan jalan kaki dan orasi sedikit, tapi tadi sudah aman tidak ada kekacauan,” ujarnya kepada media ini melalui sambungan telepon dari Sugapa, Jumat (27/9) pekan lalu.Lebih lanjut dikatakan, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Jumat (27/9) jenasah direncanakan akan dimakamkan. Saat ini, kata dia, sedang dilakukan persiapan pemakaman.“Pemakaman almarhum tidak dilakukan di kampung halamannya, namun jenasah dibawa dari kampung halamannya di Titigi ke Sugapa,” ujarnya. Dikatakan Thomas, saat ini situasi di Intan Jaya aman terkendali. Namun pihaknya bersama pihak-pihak terkait dan pihak keamanan terus menjaga situasi dari pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab.“Kami pastikan untuk keamanan Intan Jaya sementara positif dan aman,” tambahnya. Ditanya pihak keluarga korban, kata Thomas Sondegau, dari pihak keluarga tidak ada masalah. Pihaknya sebagai perwakilan dari mereka langsung membawa pulang jenasah dari Jayapura ke Sugapa dan langsung diantar ke rumahnya di Titigi. “Jadi sementara dari keluarga bisa menerima dan aman,” tambahnya.Dirinya menghimbau agar semua pihak bersama-sama menjaga keamanan daerah. Dan mengharapkan kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan hal-hal yang bisa menimbulkan kekacauan. Hal yang sama juga dirinya minta kepada masyarakat Papua. Walaupun ada gesekan sana sini, tapi pada intinya adalah menjaga keamanan masing-masing. “Supaya Papua ini aman dan terkendali, kalau kita aman pasti semua aman. Sementara kami masih berada di NKRI jadi kami harus hargai itu,” ujarnya. (ros)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:21
Metode Teologi Pembebasan Amerika Latin sebagai Suatu Model Mengatasi Situasi Masalah Papua
1. Pengantar Istilah pembebasan, muncul sebagai istilah khas Amerika Latin. Istilah tersebut merupakan istilah yang dibakukan sebagai rea
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS YUNIOR 2019
 Senin, 21 Oktober 2019 21:40

Dalam rangka menjaring bibit-bibit muda atlet bulutangkis di Kabupaten Nabire, PBSI Pengkab Nabire menggelar Kejuaraan Bulutangkis Yunior tahun 2019. Kelas yang akan dipertandingkan 1) Perorangan putra dan putri di bawah 9 tahun, 2) Beregu di bawah 12 tahun.

Kejuaraan akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober 2019 sampai dengan selesai, di GOR Kotalama

 
HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Info Loker