Home Nabire Khawatir Didenda, Tempat Usaha Pilih Tutup

Khawatir Didenda, Tempat Usaha Pilih Tutup

Suroso  Minggu, 29 September 2019 23:26
Khawatir Didenda, Tempat Usaha Pilih Tutup
NABIRE - Khawatir kena denda lantaran menjajakan (ingin jual) barang dagangan, sejumlah tempat usaha di wilayah daerah perkotaan Kabupaten Nabire pada hari Minggu (29/09/2019) pagi hingga siang kemarin, memilih tutup tempat usaha. Kekhawatiran para pedagang ini dikarenakan adanya Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019, tentang Operasional Pasar di Hari Minggu di Kabupaten Nabire.Data yang dihimpun media ini menyebutkan, pada Minggu pagi nampak terlihat beberapa pasar dan sejumlah toko hingga kios tanpa aktifitas, seperti di Pasar Pagi Bumi Wonorejo Nabire. Yang biasanya ramai transaksi jual beli, Minggu kemarin terlihat sepi.   Seorang warga dalam penelusuran kemarin menyampaikan, sejumlah tempat usaha dan aktivitas jual beli nampak sepi. Namun ada juga yang tetap beraktivitas walaupun tidak seramai hari biasa. Dimana, dalam kaca matanya ketika melintas sepanjang jalan di daerah perkotaan (misalnya), terlihat semua warung, kios dan toko tutup. Bahkan yang biasa berjualan kue juga ikut tutup.Namun kata dia, masih ada warga yang tetap berdagang seperti biasa, seperti terlihat ada beberapa warung di dalam Pasar Oyehe, di kompleks pertokoan Taman Laut, kemudian di pasar karang masih ada 1 hingga 2 pedagang dan untuk di Pasar Sentral Kalibobo masih banyak pedagang melakukan aktivitas seperti biasa walaupun tak seramai di hari diluar hari Minggu.Sementara itu, seperti diketahui dan diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nabire telah mengeluarkan Perda Kabupaten Nabire Nomor 2 Tahun 2019, tentang Operasional Pasar pada Hari Minggu. Menindaklanjuti Perda yang informasinya telah diundangkan sejak awal Januari 2019 lalu itu, Pemkab Nabirr telah mensosialisasikan Perda tersebut pada 25 September 2019.Namun belum diketahui pasti kapan Perda hasil inisiatif wakil rakyat tingkat kabupaten Nabire itu mulai benar-benar diterapkan, mengingat masih banyak warga Nabire yang belum mengetahui pemberlakukan Perda ini, khususnya para pelaku usaha.Seperti dikutif di laman media online, salah satu pengusaha yang memiliki tempat usaha di Ruko Taman Laut Nabire mengaku khawatir jika membuka usahanya Minggu kemarin. Mengingat, denda yang diberlakukan dalam Perda tersebut sebesar Rp3.000.000.Menurut pengusaha yang tak ingin disebutkan namanya ini, mengaku belum mendapatkan surat pemberitahuan terkait Perda operasional pasar pada hari minggu di Nabire. Berbeda jika surat tersebut sudah diterima, maka tentu pihaknya akan mematuhi aturan tersebut.Demikian halnya dengan salah satu pemilik warung di Kalibobo Nabire yang tak ingin disebut namanya. Ia juga bingung apakah akan berjualan atau tidak pada Minggu esok, mengingat belum ada info pasti kapan Perda dimaksud berlaku.(wan/ist)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:21
Metode Teologi Pembebasan Amerika Latin sebagai Suatu Model Mengatasi Situasi Masalah Papua
1. Pengantar Istilah pembebasan, muncul sebagai istilah khas Amerika Latin. Istilah tersebut merupakan istilah yang dibakukan sebagai rea
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS YUNIOR 2019
 Senin, 21 Oktober 2019 21:40

Dalam rangka menjaring bibit-bibit muda atlet bulutangkis di Kabupaten Nabire, PBSI Pengkab Nabire menggelar Kejuaraan Bulutangkis Yunior tahun 2019. Kelas yang akan dipertandingkan 1) Perorangan putra dan putri di bawah 9 tahun, 2) Beregu di bawah 12 tahun.

Kejuaraan akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober 2019 sampai dengan selesai, di GOR Kotalama

 
HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Info Loker