Home Nabire Sudah Pensiun, Sekda Nabire Diganti

Sudah Pensiun, Sekda Nabire Diganti

Suroso  Minggu, 3 Nopember 2019 4:59
Sudah Pensiun, Sekda Nabire Diganti
 NABIRE – Daniel Maipon, S.STP dilantik sebagai pelaksana tugas Sekda Kabupaten Nabire oleh Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos, MAP, Rabu (30/10) kemarin di guest house Nabire. Upacara pelantikan, pengambilan sumpah jabatan dan serah terima jabatan Plt. Sekda Kabupaten Nabire ini dilakukan karena pejabat Sekda Nabrie sebelumnya, Drs. I Wayan Mintaya telah purna tugas atau pensiun dari ASN per Oktober 2019. “Kepada Drs. I Wayan Mintaya, saya secara pribadi, atas nama seluruh ASN, dan seluruh masyarakat Kabupaten Nabire menyampaikan terima kasih atas dedikasi, kerjasama dan pengabdiannya selama bertugas sebagai ASN di Kabupaten Nabire, khususnya selama menjabat sebagai Sekda Kabupaten Nabire,” ujar Bupati Isaias dalam sambutannya.  Dikatakan bupati, Drs. I Wayan Mintaya telah maksimal membantu pemerintah daerah Kabupaten Nabire dalam menyusun kebijakan. Serta membina hubungan kerja dengan dinas lembaga teknis dan unit pelaksana lainnya selama ini. Dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat dalam jabatannya sebagai Sekda, Drs. I Wayan Mintaya memiliki dedikasi, dan disiplin yang sangat tinggi serta tekun dan teliti dalam melaksanakan tugasnya.  Dedikas, kedisiplinan, ketekunan dan ketelitian dari dirinya dapat menjadi pelajaran bagi kita, terutama bagi ASN di Kabupaten Nabrie. Karena tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan kepada masyarakat akan terwujud hanya jika seluruh ASN memiliki dedikasi yang tinggi, disiplin, tekun dan teliti dalam melaksanakan tugas kita masing-masing. “Kami tidak bisa membalas semua karya dan pengabdiannya bagi Kabupaten Nabire, nusa dan bangsa. Kami doakan agar bapak dan keluarga selalu dibimbing, diberkati, dan diberikan kesehatan yang baik oleh Tuhan,” ujar bupati. Lebih jauh dikatakan, pelantikan pejabat baru disamping tuntutan undang undang dan kebutuhan organisasi pemerintahan, alih tugas juga mempunyai makna promosi kepada pejabat yang dinilai berhasil, cakap, loyal dan mampu melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan oleh pimpinannya. Selain itu, alih tugas juga merupakan salah satu wujud kaderisasi dan pengembangan karir di lingkungan PNS dalam jabatan struktural. Oleh karena itu, dalam rangka menjaga kelancaran dan kesinambungan tugas-tugas pemerintahan, khususnya dalam penyelenggaraan pemerntahan dan pelayanan keapda masyarakat, maka telah ditetapkan Daniel Maipon, S.STP sebagai pelaksana tugas Sekda Kabupaten Nabire. “Saya ucapkan selamat kepada Daniel Maipon, S.STP yang mendapat kepercayaan ini. Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi. Karena kita semua memaklumi bahwa jabatan Sekda merupakan jabatan strategis yang mengemban fungsi menggerakkan, mengarahkan dan mendinamisasi sumber daya pemerintah di daerah dalam rangka mewujudkan visi dan misi pembangunan di daerah,” ujar bupati. Bupati mengharapkan Plt. Sekda menunjukkan loyalitas, kecakapan administrasi, manajerial skill, kemampuan membina dan mengembangkan kapasitas personil dan unit-unit kerja. Juga kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan lingkungan internal dan eksternal organisasi pemerintah baik secara vertikal, horisontal maupun diagonal. Kata bupati, sebagai daerah yang mempunyai tekad kuat untuk melakukan inovasi-inovasi mencapai kemajuan, maka sudah seharusnya jajaran pemerintah Kabupaten Nabire harus soldi, berkemampuan, dan responsif terhadap berbagai tantangan dan peluang yang berkembang. Seraya meningkatkan kualitas sumber daya aparatur dan meminimalkan berbagai kelemahan dan kendala yang dihadapi. Sehingga setiap program pembangunan yang dijalankan dapat berjalan secara optimal. Dalam kaitan itulah maka posisi Sekda menjadi penting karena tantangan dan peluang dalam pembangunan daerah ini harus kita hadapi secara cerdas, responsif dan antisipatif. Pada kesempatan itu bupati juga mengingatkan, ada tiga peran yang harus melekat pada diri seorang pimpinan pada badan/dinas/satuan unit kerja. Tiga peran itu, seorang pimpinan adalah sebagai pelaksana, sebagai pengelola dan sebagai pemimpin. Bobot dan peran masing-masing akan sangat ditentukan oleh tuntutan dan tantangan lingkungan stretegis yang selanjutnya direspon dalam bentuk pelaksanaan program dan kegiatan. “Lingkungan strategis yang saya maksud seperti tuntutan pelaksanaan otonomi daerah dan tata kelola pemerintahan yang baik. Oleh karena itu, saya mengharapkan kepada pejabat yang baru saja dilantik untuk lebih mampu mengembangkan peran kepemimpinan dan manajerial skill dalam pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Saya berharap agar segenap jajaran aparatur pemerintah Kabupaten Nabrie mulai dari staf hingga pejabat eselon II memberikan dukungan tulus dan masukan yang bersifat membangun kepada pelaksana tugas Sekda Nabire,” harap bupati. (ros)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:21
Metode Teologi Pembebasan Amerika Latin sebagai Suatu Model Mengatasi Situasi Masalah Papua
1. Pengantar Istilah pembebasan, muncul sebagai istilah khas Amerika Latin. Istilah tersebut merupakan istilah yang dibakukan sebagai rea
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS YUNIOR 2019
 Senin, 21 Oktober 2019 21:40

Dalam rangka menjaring bibit-bibit muda atlet bulutangkis di Kabupaten Nabire, PBSI Pengkab Nabire menggelar Kejuaraan Bulutangkis Yunior tahun 2019. Kelas yang akan dipertandingkan 1) Perorangan putra dan putri di bawah 9 tahun, 2) Beregu di bawah 12 tahun.

Kejuaraan akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober 2019 sampai dengan selesai, di GOR Kotalama

 
HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Kejuaraan Bulutangkis Mulai Digelar
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:23
Kata Merupakan Senjata Bagi Wartawan
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:15
Khawatir Didenda, Tempat Usaha Pilih Tutup
Suroso  Minggu, 29 September 2019 23:26
Sejumlah Calon Bupati Mendaftar ke PAN
Suroso  Minggu, 29 September 2019 20:57

Info Loker