Home Nabire Kecewa Dengan Jaringan, Warga Beraksi

Kecewa Dengan Jaringan, Warga Beraksi

Suroso  Minggu, 3 Nopember 2019 5:23
Kecewa Dengan Jaringan, Warga Beraksi
NABIRE – Karena kecewa dengan kondisi jaringan Telkom/Telkomsel di Kabupaten Nabire, akhirnya warga beraksi. Puluhan warga Kamis (31/10) pagi mendatangi Kantor Plasa Telkom di Jalan Pepera Nabire. Mereka menyampaikan kekecewaannya terhadap jaringan telekomunikasi yang ada di Nabire. Selain menumpahkan kekesalannya, warga juga menyampaikan aspirasi lisan maupun tertulis. Aksi juga dilanjutkan ke Kantor Wakil Rakyat, DPRD Kabupaten Nabire. Sebagian warga yang peduli dengan jaringan telekomunikasi melakukan aksi demo damai ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire pada Kamis (31/10) siang agar masalah gangguan jaringan Telkom khusus jaringan data dapat diselesaikan secepatnya. Sebagian warga tersebut diterima Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nabire, Marci Kegou di ruang kerjanya, didampingi anggota, Ruben Tandi.  Warga peduli jaringan telkom 8 pernyataan kepada dewan sebagai tuntutan untuk segera diselesaikan. Wakil Ketua Dewan berjanji akan memanggil pihak-pihak yang terkait secepat karena dirasakan oleh sebagian warga di kota Nabire. Dalam tuntutan warga yang dibacakan Reyn Windesi di depan Wakil Ketua I DPRD, point pertama, warga menuntut kompensasi jaringan selama konsumen menerima jaringan yang tidak stabil hampir selama 9 hari. Warga juga menuntut, ketika Telkom mengalami trobel shuting wajib menyediakan wadah informasi berupa akun yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat. Warga juga mengingatkan Telkom agar ketika terjadi trobell shuting, Telkom wajib memberikan tenggang waktu pengerjaan kepada masyarakat. Warga juga menuntu ganti rugi.  Aspirasi yang disampaikan juga meminta Telkom menutup Wifilid dan Indihome Nabire. Dalam tuntutan pada point 6, masyarakat Nabire mendesak kepada Kominfo, Telkom dan Telkomsel untuk segera dilaksanakan pemasangan sistim jaringan “FO”. Masyarakat Nabire juga mendesak agar secepatnya realisasi Palapa Ring, juga dapat dinikmati oleh warga Nabire. Pada point 8 menyatakan, masyarakat akan membuat surat terbuka kepada Presiden RI dan Kementerian Teknis terkait kondisi jaringan Nabire yang bermasalah.    Saat menerima masyarakat, Marci mengatakan bersyukur masih ada warga yang bisa mengetahui kondisi jaringan bermasalah di daerah. Karena, layanan jaringan telepon ini merupakan kebutuhan bersama. Hal senada juga disampaikan Ruben Tandi. Legislator dari PDIP ini mengatakan apabila adalam pertemuan nanti, Telkom dan Telkomsel tidak mampu menjawab tuntutan masyarakat, teruma jaringan yang bermasalah, dewan siap untuk membawa persoalan tersebut ke tingkat atas, Apalagi, dalam waktu dekat ini, anggota dewan ada kegiatan di Jakarta sehingga bisa masalah ini sampai ke Telkom dan Telkomsel pusat. Untuk itu, sebagai data bagi anggota dewan, Marci dan Ruben meminta masyarakat yang mengetahui penyebab terganggunya jaringan di daerah ini agar dilaporkan ke dewan.  Puluhan Warga Gelar Aksi Prihatin Jaringan Telekomunikasi di Kabupaten Nabire dinilai Kurang Jelas (KJ), baik yang dikelola Telkom maupun proveider Telkomsel. Keadaan ini membuat puluhan warga turun ke jalan dengan mendatangi Plasa Telkom Group dan Grapari Telkomsel di Jalan Pepera Nabire, tepatnya di depan Kantor Bupati Jalan Merdeka Nabire guna menggelar aksi keprihatinan jaringan Nabire dalam bentuk tatap muka dan dialog langsung dengan pihak terkait. Data yang dihimpun media ini, aksi prihatin warga selaku pelanggan dan pengguna jasa telekomunikasi Telkom dan Telkomsel, yang berlangsung Kamis (31/10/2019) pagi hingga siang kemarin itu pada intinya meminta kejelasan kepada pihak Telkom/Telkomsel atas ketidakjelasan jaringan telekomunikasi di Nabire yang berlangsung cukup lama hingga saat ini. Bahkan, disinyalir ada praktek korupsi kendali jaringan telekomunikasi dengan mengabaikan pelayanan publik. Data menyebutkan dan seperti dilansir dari berita online, selaku salah satu BUMN yang bergerak di bidang informasi dan komunikasi, tentu Telkom memiliki beragam layanan baik dari jasa telepon tetap kabel (fixed wireline), jasa telepon tetap nirkabel (fixed wireless), jasa telepon bergerak (mobile service), data/ internet serta jasa multimedia lainnya. Di kabupaten Nabire, layanan Telkom dan Telkomsel memegang kendali jaringan telekomunikasi selama bertahun-tahun. Sayangnya, dominasi Telkom dan Telkomsel di Nabire, tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan kepada warga Nabire. Terkesan, masih seperti dikutip dalam laman media online tersebut, Telkom dan Telkomsel di Nabire lebih mengedepankan profit daripada pelayanan kepada pelanggan.  Pelayanan yang dimaksud adalah pelayanan yang sesuai kewajiban pelaku usaha seperti tertuang dalam Pasal 7 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Selain itu, pelaku usaha wajib memberikan pelayanan sebagai hak yang harus diterima konsumen sesuai Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pasal 7 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menegaskan, ada 7 kewajiban yang harus dilakukan pelaku usaha, diantaranya beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya. Selanjutnya, memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan, memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. Selain itu, menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku, memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji, dan/atau mencoba barang dan/atau jasa tertentu serta memberi jaminan dan/atau garansi atas barang yang dibuat dan/atau yang diperdagangkan.  Kemudian, memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan, memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai. Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menegaskan, ada 9 hak yang harus diterima konsumen, yaitu hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan, hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan dan hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut, hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen, hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif, hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya serta hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Selama ini, pelayanan Telkom dan Telkomsel di Kabupaten Nabire sangat mengecewakan warga Nabire, dari seringnya terjadi gangguan jaringan, minimnya publikasi dan informasi kepada warga Nabire perihal gangguan yang terjadi, memberlakukan kebijakan secara sepihak serta lebih mementingkan layanan sekunder daripada layanan utama kepada konsumen yang wajib dipenuhi terlebih dahulu. Untuk itu, dengan harapan melalui aksi peduli dan mempertanyakan kualitas jasa telekomunikasi warga Nabire melalui beberapa perwakilannya kemarin telah berdialog langsung dan menyampaikan perihal ketidaknyamanan pelanggan pengguna jasa Telkomsel maupun Telkom di daerah ini.  Selanjutnya, usai menggelar aksi dimaksud dan menyampaikan aspirasi dalam bentuk kekecewaan sebagai bukti kepedulian warga Nabire aksi peduli jaringan data Telkomsel itu dilanjutkan ke wakil rakyat, DPRD Nabire. Secara langsung aspirasi telah diserahkan ke perlemen Nabire dan diterima Wakil Ketua I DPRD Nabire, Marci Kegau oleh perwakilan aksi, Dedi Marwa. Informasi terakhir hari ini pihak DPRD Nabire akan memanggil pihak Telkom dan Telkomsel Nabire untuk menjelaskan perihal dimaksud.(ans/wan)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:21
Metode Teologi Pembebasan Amerika Latin sebagai Suatu Model Mengatasi Situasi Masalah Papua
1. Pengantar Istilah pembebasan, muncul sebagai istilah khas Amerika Latin. Istilah tersebut merupakan istilah yang dibakukan sebagai rea
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS YUNIOR 2019
 Senin, 21 Oktober 2019 21:40

Dalam rangka menjaring bibit-bibit muda atlet bulutangkis di Kabupaten Nabire, PBSI Pengkab Nabire menggelar Kejuaraan Bulutangkis Yunior tahun 2019. Kelas yang akan dipertandingkan 1) Perorangan putra dan putri di bawah 9 tahun, 2) Beregu di bawah 12 tahun.

Kejuaraan akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober 2019 sampai dengan selesai, di GOR Kotalama

 
HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Kejuaraan Bulutangkis Mulai Digelar
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:23
Kata Merupakan Senjata Bagi Wartawan
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:15
Khawatir Didenda, Tempat Usaha Pilih Tutup
Suroso  Minggu, 29 September 2019 23:26
Sejumlah Calon Bupati Mendaftar ke PAN
Suroso  Minggu, 29 September 2019 20:57

Info Loker