Home Nabire Bupati Intan : Jangan Ada Pihak Membuat Informasi Sudutkan Pemda

Bupati Intan : Jangan Ada Pihak Membuat Informasi Sudutkan Pemda

Suroso  Kamis, 13 Februari 2020 21:24
Bupati Intan : Jangan Ada Pihak Membuat Informasi Sudutkan Pemda
SUGAPA – Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si meminta kepada pihak-pihak tertentu untuk tidak membuat informasi yang menyudutkan pemerintah daerah setempat pasca aksi kontak senjata antara KKSB dengan TNI/Polri di wilayah Kabupaten Intan Jaya. Tegas Bupati Nato, Kabupaten Intan Jaya adalah kabupaten yang merupakan bagian integral dari NKRI. Terkait dengan terjadinya aksi kontak senjata beberapa waktu lalu di Kabupaten Intan Jaya, kata bupati, saat ini langkah strategis yang sudah dilakukan Pemkab Intan Jaya adalah dengan membentuk tim gabungan guna memberikan bantuan kepada masyarakat.  “Pemda Intan Jaya sudah membentuk tim gabungan yang terdiri dari pemerintah daerah, DPRD, TNI/Polri yang ada disana, kemudian gereja, dan lembaga sosial. Jadi kami sudah bentuk tim, dan tim ini sudah bekerja memberikan bantuan dan juga pendataan masyarakat. Kami juga sempat buat posko dan lain-lain tapi masyarakat tidak mau tinggal di tenda karena masih ada rasa takut,” katanya beberapa waktu lalu. Diungkapkan Bupati Natalis Tabuni, selama ini Kabupaten Intan Jaya dikenal sebagai daerah yang aman dari aksi kontak senjata. Kelompok TPN/OPM atau kelompok kriminal sipil bersenjata (KKB) tidak pernah eksis di daerahnya.  Namun sayangnya sejak kelompok dari Ilaga Kabupaten Puncak Jaya menyeberang menuju Tembagapura melalui ibukota Kabupaten Intan Jaya, menyebabkan terjadinya kotak senjata. Alhasil membuat kedua pentolan TPN/OPM bersama anggotanya bertahan di wilayah Kabupaten Intan Jaya.  Bupati Natalis berharap kelompok TPN/OPM ini bisa segera hengkang dari daerahnya. Agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat bisa kembali normal. Pasalnya kelompok tersebut telah menduduki sejumlah kampung dan distrik di Kabupaten Intan Jaya. Bahkan anak-anak merasa ketakutan dan merasa enggan pergi ke sekolah. Sementara guru-guru pendatang pun sudah tidak ada di Kabupaten Intan Jaya. Padahal dirinya sudah pernah menghimbau untuk kembali mengajar, namun mereka tak juga kembali karena alasan faktor keamanan.  “Dari sebanyak 97 kampung, yang dikuasai sekarang itu diantaranya Kampung Titigi, Ndugisiga, Ekienemba, Joparu, Ugimba satu distrik, Ulapa, Samaba, Wabui, Suangama. Sekitar ada 11 kampung yang mereka ada disitu. Suasana mencekam bagi masyarakat, itu dilihat dari masyarakat yang tidak bisa lakukan aktivitas seperti biasa,” tuturnya.  Lanjut bupati, jika perang ini segera berakhir semua kegiatan atau aktivitas baik oleh semua komponen, pemerintah jalan, kemudian masyarakat juga seperti biasa, belajar mengajar juga bisa jalan, pelayanan kesehatan juga bisa jalan, pembangunan pun bisa dilakukan dengan baik. (ros)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Jumat, 7 Agustus 2020 0:4
Tanaman Anggrek dan Potensinya Yang Terlupakan
Oleh :  Andrias Gobay S.Sos.,MA. Noken Anggrek merupakan satu dari sekian banyak oleh – oleh khas Meepago (Nabire, Dogiyai, Deiya
Suroso  Selasa, 30 Juni 2020 21:54
Sejarah Polri, Mengapa 1 Juli Diperingati Hari Bhayangkara *Sebelum Kemerdekaan Indonesia
Jaman Kerajaan PADA zaman Kerajaan Majapahit Patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan Bhayangkara yang bertugas mel
Agenda Nabire
JADWAL MUSYAWARAH SENGKETA PILKADA NABIRE 2020
 Senin, 10 Agustus 2020 3:30

SIDANG PENYELESAIAN SENGKETA PILKADA NABIRE TAHUN 2020

 

Akan digelar sidang penyelesaian sengketa Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire tahun 2020 :

Tempat : Kantor Bawaslu Nabire, Jl. PDAM Nabire

Pukul  : 11.00 s/d Selesai, 14.00 s/d selesai

Agenda : Jawaban Termohon (KPU Nabire)

 

 

HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan