Home Pemda Intan Jaya Intan Jaya Dikunjungi Anggota DPR RI

Intan Jaya Dikunjungi Anggota DPR RI

Suroso  Kamis, 12 Maret 2020 23:50
Intan Jaya Dikunjungi Anggota DPR RI
SUGAPA – Kabupaten Intan Jaya mendapatkan kunjungan dari anggota DPR RI, Yan Permenas Mandenas, S.Sos, M.Si, Kamis (12/3) kemarin. Kunjungan kerja (Kunker) anggota Komisi I DPR RI ini merupakan agenda Kunker reses masa persidangan II tahun sidang 2019-2020. Wakil Bupati Intan Jaya, Yann R. Kobogoyauw, S.Th, M.Div, Sekda Intan Jaya, Asir Mirip, S.Pd, M.Si, dan para pejabat di lingkungan Pemkab Intan Jaya, pejabat kepolisian dan TNI di Intan Jaya, menyambut kunjungan anggota DPR RI ini. Saat pertemuan di Kantor Bupati Intan Jaya yang melibatkan berbagai pihak, Wabup Yann Kobogoyauw menyampaikan rasa bangganya pemerintah dan masyarakat Intan Jaya yang mendapat kesempatan dikunjungi anggota DPR RI. Kata Wabup, hal seperti ini sangat jarang terjadi. Sangat jarang ada pejabat pusat yang datang ke daerah terpencil seperti Kabupaten Intan Jaya. “Semoga dengan pertama kali menginjakkan kaki di tanah ini mendapat kesan yang baik, yang disambut barisan gunung dan bukit yang indah bagaikan surga yang menenangkan hati. Pemerintah daerah bersama TNI/Polri dan seluruh masyarakat Intan Jaya dengan suka cita menerima kedatangan bapak beserta rombongan dalam segala kekurangan kami,” ujar Wabup Yann. Lebih lanjut dikatakan, kehadiran anggota DPR RI sangat diharapkan sebagai menyambung lidah masyarakat Intan Jaya di pusat. Agar pemerintah pusat tidak hanya berbicara keadaan dari kejauhan tanpa pernah melihat dan merasakan yang sebenarnya. Pada kesempatan itu, Wabup Yann juga menyampaikan, secara umum kondisi Kamtibmas cukup kondusif pasca terjadinya konflik yang dipicu kehadiran KKSB di wilayah hukum Intan Jaya sehingga dilakukan penegakkan hukum oleh TNI/Polri. Dampaknya sampai saat ini masih banyak masyarakat yang mengungsi/mengamankan diri ke luar kampung bahkan keluar Intan Jaya. Namun pemerintah tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk mengembalikan ke kampung halaman mereka. Ada kampung yang kosong ditinggalkan masyarakat untuk menghindari konflik. Persoalan lain, katanya, Kabupaten Intan Jaya sampai dengan hari ini belum bisa ditempuh melalui akses transportasi darat. Hanya melalui jalur udara yang sangat mahal dan sulit dijangkau masyarakat. Sementara itu, akses telekomunikasi sangat terbatas berkapasitas 350 sambungan incoming dan outgoing. Untuk itu, lanjut Wabup Yann, pemerintah dan masyarakat sangat mengharapkan kiranya pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Khususnya jalan Sugapa-Enarotali dan percepatan pembangunan jembatan Kali Kemabu di Wandai. Selain itu, juga diharapkan percepat operasional jaringan Palapa Ring.  “Dengan kehadiran jembatan Kali Kemabu saya yakin mobilisasi orang dan barang akan semakin mudah dengan volume yang semakin banyak. Sehingga harga kebutuhan pokok akan turun signifikan dan dapat dijangkau mayarakat,” ujarnya. Wabup Yann juga menyampaikan, sarana prasarana pemerintahan seperti bangunan gedung kantor yang mengalami kerusakan/kehancuran akibat konflik tahun 2017 belum seluruhnya dapat dibangun pemerintah. Termasuk penyediaan sarana dan prasarana TNI/Polri karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah. Hal lainnya, pelayanan pendidikan dan pelayanan kesehatan masih belum maksimal. Hal ini disebabkan kesulitan topografis dan akses transportasi serta kekurangan tenaga guru maupun tenaga kesehatan di daerah terpencil seperti di Ugimba, Tomosiga dan Agisiga. “Penyediaan rumah layak huni, air bersih, sanitasi dan energi listrik masih belum mampu disediakan pemerintah daerah secara maksimal. Penyediaan BBM satu harga oleh pemerintah memang telah sampai ke Intan Jaya, namun jumlahnya sangat kecil 1 motor dijatah 2 liter saja dalam jangka waktu 1 minggu,” paparnya. Sejumlah permasalahan ini nyata dihadapi oleh pemerintah daerah bersama masyarakat. Sehingga kedatangan, kehadiran anggota DPR RI sebagai wakil rakyat di pusat tentu diharapkan terus menyuarakan keadaan rakyat di Intan Jaya, untuk terus memperjuangkan air mata dan kesedihan rakyat. “Tolong perjuangkan agar ada perubahan kebijakan pembangunan Papua antara pesisir dan pegunungan terutama dalam mengalokasikan anggaran pembangunan melalui transfer yaitu dana DAU dan DAK serta memperbanyak APBN tugas pembantuan,” katanya.  Ada perbedaan nilai yang sangat besar antara pegunungan dan pesisir. Nilai 1 milyar di pesisir sangat besar, namun menjadi sangat kecil di wilayah pegunungan. Karena harga barang konsumsi dan kontruksi di pegunungan sangat tinggi. Termasuk di Intan Jaya dengan IKK mencapai 460% nomor 2 tertinggi setelah Pucak. “Pemerintah daerah akan menitipkan beberapa program prioritas dalam bentuk proposal kepada bapak DPR RI untuk disampaikan kepada pemerintah pusat melalui kementerian teknis, kiranya dapat bapak kawal hingga terwujud,” harapnya. (ist/ros)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 21 Mei 2020 20:20
Akselerasi Pangan Lokal Dalam Pandemi Covid-19
 Oleh : Johan Kudiai   Sejak tangga l2 Maret 2020 Indonesia menjadi negara yang positif terpapar COVID 19 yang langsung diumumkan
Suroso  Kamis, 20 Februari 2020 3:9
Dinamisme Kependudukan akan Tergambar Jelas dengan Sensus Penduduk
Oleh : Rio Kuncoro, SST Pernahkan Anda benar-benar tahu berapakah tepatnya jumlah penduduk di Kabupaten Nabire? Jangan dulu bicara Kabupaten
Agenda Nabire
RAPAT KONI NABIRE
 Jumat, 21 Februari 2020 2:40
KONI Kabupaten Nabire akan menyelenggarakan rapat pada Sabtu, tanggal 22 Februari 2020 bertempat di Ruang Rapat KONI Nabire, pukul 12.00 WIT. Agenda rapat : 1). rapat evaluasi KONI tahun 2019, 2). Perencanaan agenda tahun 2020, 3). Serba Serbi
HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Info Loker