Home Nabire Selama 3 Bulan, Keluarga Miskin Akan Terima Sembako dari Pemkab Nabire

Selama 3 Bulan, Keluarga Miskin Akan Terima Sembako dari Pemkab Nabire

Suroso  Rabu, 20 Mei 2020 2:4
Selama 3 Bulan, Keluarga Miskin Akan Terima Sembako dari Pemkab Nabire

 NABIRE – Selama tiga bulan berturut-turut, sejak Mei hingga Juli, keluarga miskin di Distrik Nabire, sebanyak 4.700 keluarga akan menerima bantuan Sembako dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire yang akan disalurkan melalui kelurahan. Paket Sembako tersebut untuk membantu kebutuhan pangan bagi keluarga miskin dan keluarga terpapar virus corona baik itu Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif corona di Distrik Nabire. 

Bantuan yang akan diterima keluarga miskin dan keluarga terdampar langsung virus corona di 9 kelurahan Distrik Nabire berupa 20 Kg beras, satu rak telur, satu karton super mie, minyak goreng berisi 1800 ml, garam, 2 Kg gula, teh celup, susu encer, sauris, sabun mandi dan cuci dikemas dalam paket. 

Penyaluran bantuan Pemkab Nabire yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nabire tahun anggaran 2020 untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS), peluncuran perdana dilepas Bupati Nabire, Isaias Douw disaksikan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Nabire di depan halaman Kantor Bupati Nabire, Selasa (19/5) siang ditandai dengan penyerahan paket Sembako secara simbolis kepada perwakilan warga Kelurahan Kalibobo dan Morgo. 

Disribusi Sembako bantuan Pemkab Nabire yang dibiayai dengan dana JPS dari APBD Kabupaten Nabire tahuan anggaran 2020, Pemkab menyiapkan 5.500 paket dengan keluarga sasaran penerima 4.700 keluarga miskin dan keluarga terdampak langsung dengan Covid-19.  Sebelum melepas Satgas Penanggulangan Bencana (Satgas PB) Dinas Sosial Kabupaten Nabire untuk distribusi paket Sembako, Bupati Nabire, Isaias Douw meminta agar setiap bantuan pemerintah baik itu bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Anggaran Dana Desa (ADD) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten untuk transparan kepada warga agar tidak menimbulkan masalah di tingkat masyarakat penerima.   

Kepala Dinas Sosial, Ishak sebagai Ketua Satgas PB Kabupaten Nabire, di ruang kerjanya, Selasa (19/5) mengatakan, Pemkab Nabire memberikan bantuan Sembako kepada keluarga miskin yang tersebar di 9 kelurahan dalam distrik Nabire. Setiap kelurahan mendapat 100 paket Sembako pada hari pertama. Distribusi paket Sembako akan dilaksanakan secara bertahap hingga 5.500 paket bantuan tersalur seluruhnya. Hari ini, Rabu (20/5) Satgas PB Dinas Sosial akan mendistribusikan lagi 100 paket per kelurahan. Pekan ini, Dinsos akan mendistribusikan bantuan Pemkab Nabire. 

Menurut Ishak, paket Sembako tidak diantar seluruh kuota kelurahan sekaligus untuk menjaga social distancing, menghindari kerumunan banyak orang dan daya tampung barang di kelurahan tidak cukup menampung semua. Oleh sebab itu, bantuan diantar bertahap, 100 paket per hari. Ishak menjelaskan, tiga kampung yang masuk di dalam Distrik Nabire tidak mendapat bantuan paket Sembako karena, di kampung ada dana kampung yang dialokasikan untuk BLT kepada warga. Bantuan paket Sembako dari pemerintah diberikan kepada keluarga miskin di kelurahan karena di kelurahan tidak ada dana untuk BLT sehingga Pemkab Nabire membantu warga miskin di kelurahan dari dana JPS untuk membantu keluarga miskin dan keluarga yang berdampak langsung dengan Covid-19 baik itu ODP, PDP dan positif corona. Ishak menyebut, bantuan Pemkab Nabire bagi keluarga miskin dan keluarga berdampak langsung dengan Covid-19, Pemkab Nabire menyiapkan 5.500 paket yang diperuntukan kepada 4.700 keluarga miskin. Bantuan ini diperuntukan bagi keluarga miskin. Sedangkan 800 paket lainnya akan disalurkan ke panti asuhan, lembaga-lembaga sosial, para veteran dan pejuang kemerdekaan.

“Veteran ini dibantu bukan hanya corona tetapi setiap kali ada bantuan sosial, kami bantu mereka juga,” tuturnya. 

Oleh sebab itu, Ishak menegaskan, kepada warga yang berstatus aparat sipil negara (ASN), TNI, Polri, karyawan swasta, salah satu anggota keluarganya ASN-TNI-Polri dan karyawan swasta, buruh tani, nelayan, pekerja yang berpenghasilan lebih dari Rp600.000 per bulan tidak berhak menerima bantuan paket Sembako. Sebab, bantuan ini diperuntukan bagi keluarga miskin yang berada distrata sosial paling bawah dan keluarga yang berdampak langsung dengan Covid-19.

Selain itu, Ishak menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) juga telah membantu keluarga miskin di daerah ini melalui Bantuan Sosial Tunai (BST), program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH). Pemberian bantuan sosial melalui PKH ini bervariasi, sehingga keluarga penerima manfaat dari PKH yang mendapat Bansos lebih dari Rp600.000 tidak mendapat bantuan paket Sembako APBD Kabupaten Nabire bersama dengan keluarga penerima bansos tunai.

Selain dua kelompok keluarga sasaran Sembako APBD Kabupaten Nabire, Ishak kepada wartawan di ruang kerjanya mengungkapkan, masih ada keluarga imigran yang miskin tetapi tidak punya kartu tanda penduduk dan kartu keluarga Nabire. Padahal, diantara keluarga imigran ini ada keluarga yang tidak mampu, berada distrata bawah. 

Oleh sebab itu, Ishak mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan kewenangannya kepada para lurah untuk membijakinya. Karena, paket Sembako yang diserahkan melebih jumlah keluarga miskin yang terdaftar di Data Terpadu kesejhateraan Sosial (DTKS).

Ketika ditanya, keluarga pensiunan ASN, TNI/Polri, karyawan swasta yang tidak masuk di dalam DTKS, pasca Sensus Penduduk 2010 lalu, Ishak mengatakan di dalam DTKS, masih ada nama orang yang meninggal, pindah alamat, alamat yang tidak ditemukan atau tidak masuk kategori keluarga miskin karena statusnya berubah, sehingga lurah di masing-masing kelurahan membijakinya dengan mengganti nama-nama yang tidak ada dengan keluarga miskin baru seperti keluarga pensiunan.

Karena, selain bantuan paket Sembako yang melebihi jumlah keluarga miskin berdasarkan DTKS, masih ada sisa warga yang bisa diganti lurah. Karena, data keluarga miskin yang ada di Kemensos, pemerintah tidak akan diganti.(ans)

Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 21 Mei 2020 20:20
Akselerasi Pangan Lokal Dalam Pandemi Covid-19
 Oleh : Johan Kudiai   Sejak tangga l2 Maret 2020 Indonesia menjadi negara yang positif terpapar COVID 19 yang langsung diumumkan
Suroso  Kamis, 20 Februari 2020 3:9
Dinamisme Kependudukan akan Tergambar Jelas dengan Sensus Penduduk
Oleh : Rio Kuncoro, SST Pernahkan Anda benar-benar tahu berapakah tepatnya jumlah penduduk di Kabupaten Nabire? Jangan dulu bicara Kabupaten
Agenda Nabire
RAPAT KONI NABIRE
 Jumat, 21 Februari 2020 2:40
KONI Kabupaten Nabire akan menyelenggarakan rapat pada Sabtu, tanggal 22 Februari 2020 bertempat di Ruang Rapat KONI Nabire, pukul 12.00 WIT. Agenda rapat : 1). rapat evaluasi KONI tahun 2019, 2). Perencanaan agenda tahun 2020, 3). Serba Serbi
HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Info Loker