Home Pemda Intan Jaya Tenaga Medis Covid-19 Korban Penembakan KKB Dievakuasi ke Nabire

Tenaga Medis Covid-19 Korban Penembakan KKB Dievakuasi ke Nabire

Suroso  Rabu, 27 Mei 2020 0:41
Tenaga Medis Covid-19 Korban Penembakan KKB Dievakuasi ke Nabire

SUGAPA - Petugas gabungan Polri-TNI telah berhasil mengevakuasi tenaga medis penanganan virus corona Covid-19 yang menjadi korban penembakan dan penganiayaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Jumat (22/5/2020) sekitar pukul 16.30 WIT.

“Korban sudah dievakuasi ke Nabire dengan menggunakan pesawat, dan saat ini sudah ditangani di RSUD Nabire,” kata Kapolres Intan Jaya AKBP Yuli Karre Pongbala, Sabtu (23/5/2020).

Dia mengatakan, untuk mencapai TKP di Wandai dibutuhkan waktu sekitar lima jam dan harus melintasi jembatan gantung “Hingga kini belum dipastikan kelompok yang melakukan penyerangan serta motifnya,” katanya.

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni (paling kiri) didampingi Kadis Kesehatan Labuhan Hurabarat turut mengantar keberangkatan Alemanek Bagau ke RS Nabire.

Sementara Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2020), mengatakan  pada pukul 10.20 Wit, korban kritis bernama Alemanek Bagau tiba di Kabupaten Nabire dengan menggunakan pesawat dari Bandar Udara Sugapa Kabupaten Intan Jaya. Korban lalu dievakuasi ke RSUD Nabire dengan menggunakan ambulans Satgas COVID-19, guna mendapatkan pertolongan medis.

“Saat ini korban Alemanek Bagau telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Nabire,” ujarnya. dr. Chiki dari Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya turut mengantar proses evakuasi korban penembakan KKB ke RS Nabire.

Adapun jenazah Koni Somou, tenaga medis lainnya yang menjadi korban KKB, telah diserahkan ke keluarganya di Kampung Bilai untuk dimakamkan di Kota Sugapa.

“Korban yang meninggal dunia sementara masih menunggu kesepakatan pihak keluarga untuk dimakamkan di Sugapa Kabupaten Intan Jaya,” ujar Ahmad.

Insiden penyerangan terhadap dua tenaga kesehatan yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Intan Jaya oleh KKB, terjadi saat keduanya membawa obat-obatan ke Wandai dengan menggunakan sepeda motor.  

Kesaksian Korban Penembakan  

Kasus penembakan dua tenaga medis Covid-19 di Intan Jaya menyebabkan satu orang diantaranya meninggal dunia. Namun satu korban lagi Almelek Bagau yang dirujuk ke RSUD Nabire, kondisinya sudah mulai membaik. Bahkan Almelek yang merupakan Kepala Pustu Wandai, Kabupaten Intan Jaya, sudah bisa menceritakan kisah yang dialaminya bersama rekannya yang gugur, Heniko Somau. Dengan suara terbata-bata dan air mata yang membasahi pipi, Almelek Bagau menceritakan kisah yang dialaminya kepada media Wartaplus.

“Saat itu, tepatnya Rabu tanggal 20 Mei 2020 saya bersama Heniko Somau (almarhum) dari Sugapa tiba di Kampung Jae, Distrik Wandai membawa obat-obatan, karena saya dan Heniko Somau adalah PNS pada Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya yang juga merupakan Tim Kesehatan Pencegahan Virus Covid-19. Saat itu kami membawa radio HT yang diberikan oleh Dinas Kesehatan untuk komunikasi kami petugas kesehatan lapangan dengan petugas Kesehatan diposko pencegahan virus Corona,” ujarnya.

Esoknya, kata dia, Kamis 21 Mei 2020, ia bersama Heniko Somau masih berada di Kampung Jae Distrik Wandai karena hendak mengikuti ibadah kenaikan Isa Almasih.

“Pada hari Jumat tanggal 22 Mei 2020 sekitar jam 08.00 WIT (saat itu sedang hari pasar) saya bersama Almarhum Heniko Somau sedang berada di rumah saya, tidak lama kemudian datang sekitar lima belas orang yang mengaku mereka adalah Organisasi Papua Merdeka,” ujarnya, Senin (25/5).

Kelima belas orang itu, membawa senjata api laras panjang dan menghitamkan muka mereka dengan arang dan tanah serta mereka berbicara pakai bahasa Dani. Mereka mengusir masyarakat yang berada di sekitar pasar dan saat itu dirinya bersama dengan saudara Heniko Somau (Almarhum) sudah sempat keluar dari rumah, mau pergi ke pasar namun sampai didepan rumah, dirinya dan Heniko Somau ditahan oleh 15 orang tersebut kemudian mereka mengatakan, “Kalian tinggal di tempat dan ada yang mengatakan duduk, duduk.

Dan selanjuntnya salah satu dari mereka KKB mengatakan bahwa maksud apa kalian bawa radio HT, kalian mata-mata to.”

“Saat itu saya mengatakan kami ini tidak tahu apa-apa, radio HT ini punya Dinas Kesehatan diberikan buat komunikasi masalah virus Corona-Covid 19. Namum saat itu para pelaku tetap mencurigai saya bersama dengan almarhum Heniko Somau adalah mata-matanya aparat keamanan dan saat itu juga, mereka KKB langsung menembak anjing peliharaan saya dengan menggunakan senjata api laras panjang. Kemudian mereka mengatakan kamu mengaku sudah. Saat itu langsung salah satu dari mereka KKB menembak ke arah kaki almarhum Heniko Somau menggunakan senjata api laras panjang sebanyak satu kali dan tembakan tersebut mengenai betis sebelah kanannya almarhum,” ujarnya.

Kemudian, KKB kembali menembak dirinya menggunakan senjata laras panjang sebanyak dua kali dan mengenai pada tumit dan pergelangan kaki sebelah kiri. Kemudian mereka kembali menembak almarhum Heniko Somau sebanyak dua kali dan mengena pada betis dan paha sebelah kiri dan mereka menembak dirinya lagi satu kali. Dan mengenai pada betis sebelah kanan.

“Saya mengangkat tangan kanan saya dan mengatakan Tuhan saya salah apa ? Kemudian pelaku lainnya menembak telapak tangan sebelah kanan saya dengan menggunakan pistol sebanyak satu kali. Lalu mereka KKB membakar rumah tempat tinggal saya, dan berteriak mengatakan kepala kampung, kepala distrik ini kalian tanggung jawab dan mereka langsung pergi,” ujarnya.

Setelah mereka KKB pergi, Almarhum Heniko mengatakan kepada dirinya apa salah dirinya berdua.

“Tidak lama kemudian datang masyarakat dan saudara-saudara saya langsung membawa saya dan almarhum Heniko Somau dengan menggunakan motor ke Kabupaten Intan Jaya untuk mendapatkan perawatan medis, namun didalam perjalanan almarhum Heniko Somau meninggal dunia,” ujarnya.

Dikatakan, saya hanya bisa berdoa dan memohon kepada Tuhan agar mereka KKB dapat mempertanggung jawabkan perbuatan mereka dihadapan Tuhan kelak nanti.

”Ketika saatnya Tuhan memanggil mereka karena perbuatan mereka. Dan  mereka lakukan disaat umat Kristen sedang merayakan hari kenaikan Tuhan Yesus Kristus dan juga dunia sedang dihadapi dengan wabah virus Corona,” katanya.

Dikatakan, dirinya juga minta kepada pemerintah dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta HAM untuk melihat secara serius kondisi pihaknya sebagai petugas kesehatan yang sedang menjalani tugas kemanusian dalam memerangi wabah virus Corona ini dari aksi keji yang dilakukan oleh KKB di Papua ini. (ist)

Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Jumat, 26 Juni 2020 2:57
Rasialisme dan Penyelesaian Akar Masalah Papua
DALAM dua minggu terakhir isu rasialisme Papua kembali marak. Paling tidak, hal itu dipicu oleh putusan jaksa terhadap 7 pemuda Papua dalam
Suroso  Selasa, 30 Juni 2020 21:54
Sejarah Polri, Mengapa 1 Juli Diperingati Hari Bhayangkara *Sebelum Kemerdekaan Indonesia
Jaman Kerajaan PADA zaman Kerajaan Majapahit Patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan Bhayangkara yang bertugas mel
Agenda Nabire
JADWAL BIMTEK PPS
 Sabtu, 27 Juni 2020 2:6

BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK) PANITIA PEMUNGUTAN SUARA (PPS)

DAN PANITIA PEMILIHAN DISTRIK (PPD) PILKADA NABIRE TAHUN 2020

GELOMBANG IV (EMPAT)

Hari/tanggal : Sabtu, 27 Juni 2020

Jam : 09.00 WIT - Selesai

Tempat : Aula Gereja Sion, Karang Tumaritis, Nabire

Peserta : PPS dan PPD Distrik Uwapa, Siriwo, Dipa, Menou

HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
POLLING CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI NABIRE 2020-2025
Menurut anda siapa yang cocok diusulkan menjadi Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Nabire 2020-2025 ?

Ikut Polling