Home Pemda Intan Jaya Bupati Intan Jaya : KKB Tolak Warga Jadi Informan

Bupati Intan Jaya : KKB Tolak Warga Jadi Informan

Suroso  Senin, 8 Juni 2020 7:49
Bupati Intan Jaya : KKB Tolak Warga Jadi Informan

 INTAN JAYA - Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS.,M.Si menjelaskan, tindak kekerasan terhadap tiga (3) warga Intan Jaya yang diduga dilakukan oleh TPN/OPM dilatarbelakangi dugaan bahwa ketiga korban tersebut adalah mata-mata yang memasok informasi untuk pihak TNI. Dalam video yang diduga direkam dan disebar oleh kelompok TPN/OPM yang mengatakan, bahwa mereka mencurigai ketiga korban adalah informan yang sering digunakan aparat keamanan di Intan Jaya.

“Mereka tidak mau kalau masyarakat sipil digunakan untuk menjadi informan. Dalam bahasa daerah yang dipakai pelaku juga menyebutkan hal yang sama,” ujar Bupati Intan Jaya, ketika menggelar konferensi pers bersama Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Intan, T. Mirip dan Kapolres Intan Jaya, AKBP Yuli Karre Pongbala, Jumat (05/06/2020) kemarin.

Namun, Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengaku pihaknya tidak mengetahui kelompok KKB ini dari kelompok mana. Hanya saja, dari bahasa daerah yang digunakan para pelaku dalam video itu menggunakan bahasa daerah 3 suku besar di wilayah Pegunungan.

Sebelumnya, kekerasan dari KKB dilakukan kepada dua petugas medis anggota Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Intan Jaya, yakni Almalek Bagau dan Eunico Somou. Selanjutnya, dikabarkan seorang petani bernama Yunus Sani di Distrik Wandai bulan Mei lalu juga tewas dibunuh KKB.

Dia menegaskan, kasus ini sebenarnya penganiayaan kalau dilihat dari kondisi tubuh korban yang penuh luka bekas penganiayaan. Akan tetapi, untuk kasusnya Yunus Sani, bukan masuk dalam kategori penganiayaan karena korban langsung dibunuh.

“Jadi kata mereka korban dituduh mata-mata. Akan tetapi apakah benar atau tidak kita belum mengetahuinya. Belum pasti benar juga,” ungkap Bupati Intan Jaya dua periode ini.

Untuk itu, kata Bupati Natalis, masyarakat sudah diimbau untuk tidak sembarangan berpergian keluar desa dan tetap waspada dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Bupati Tabuni mengakui masih minimnya pos pengamanan di kabupaten yang dipimpinnya.

Sejauh ini pos pengamanan baru ada di Distrik Sugapa, Hitadipa dan Homeyo. Sedangkan 5 distrik lainnya, yaitu Tomasiga, Agisiga, Ugimba, Wandai dan Iyandoga belum ada pos pengamanan. Intan Jaya, kata Natalis Tabuni, daerah baru pemekaran dengan medan yang sulit serta akses darat dengan udara belum memadai. Sehingga perlu kajian sebelum membuka pos.

“Apalagi dalam situasi Covid-19 saat ini belum bisa membuka pos pengamanan. Namun kedepannya akan diupayakan untuk pembukaan pos Koramil dan Polsek,” pungkasnya.(wan/yan)

Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Jumat, 7 Agustus 2020 0:4
Tanaman Anggrek dan Potensinya Yang Terlupakan
Oleh :  Andrias Gobay S.Sos.,MA. Noken Anggrek merupakan satu dari sekian banyak oleh – oleh khas Meepago (Nabire, Dogiyai, Deiya
Suroso  Selasa, 30 Juni 2020 21:54
Sejarah Polri, Mengapa 1 Juli Diperingati Hari Bhayangkara *Sebelum Kemerdekaan Indonesia
Jaman Kerajaan PADA zaman Kerajaan Majapahit Patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan Bhayangkara yang bertugas mel
Agenda Nabire
JADWAL MUSYAWARAH SENGKETA PILKADA NABIRE 2020
 Senin, 10 Agustus 2020 3:30

SIDANG PENYELESAIAN SENGKETA PILKADA NABIRE TAHUN 2020

 

Akan digelar sidang penyelesaian sengketa Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire tahun 2020 :

Tempat : Kantor Bawaslu Nabire, Jl. PDAM Nabire

Pukul  : 11.00 s/d Selesai, 14.00 s/d selesai

Agenda : Jawaban Termohon (KPU Nabire)

 

 

HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan