Home Nabire Mahasiswa Dibantu Keluar, Warga Nabire Kapan Dibantu Pulang ?

Mahasiswa Dibantu Keluar, Warga Nabire Kapan Dibantu Pulang ?

Suroso  Minggu, 26 Juli 2020 23:58
Mahasiswa Dibantu Keluar, Warga Nabire Kapan Dibantu Pulang ?

NABIRE – Pemerintah kabupaten wilayah Meepago, termasuk Kabupaten Nabire, membantu pelajar dan mahasiswa yang akan keluar dari Nabire untuk keperluan studi.

Tindakan baik pemerintah daerah ini ternyata menimbulkan “kecemburuan” bagi warga asal Kabupaten Nabire yang hingga kini masih belum juga bisa kembali pulang.

Jika pemerintah daerah bisa membantu warganya yang akan melanjutkan studi ke luar daerah, tidak bisakah pemerintah daerah juga membantu warganya yang hingga ini belum bisa kembali pulang ? Informasi yang didapat media ini, ratusan mahasiswa akan difasilitasi pemerintah daerah untuk diberangkatkan keluar Nabire.

Keberangkatan mahasiswa yang berasal dari kabupaten di wilayah Meepagi ini tujuannya untuk melanjutkan studi. 

Data dari pihak Pelni Nabire, jumlah mahasiswa yang akan diberangkatkan mencapai 700an orang.

Ratusan penumpang mahasiswa itu menurut rencana akan diberangkatkan dengan menumpang 3 buah kapal perintis milik Pelni.

Kata sumber dari Pelni, kapal perintis yang akan berlayar dari Nabire ke Jayapura hanya untuk mengangkut penumpang mahasiswa.

Dijadwalkan, Senin (27/7) hari ini Kapal Perintis Sabuk Nusantara 63 dan Sabuk Nusantara 64 yang akan memulai pelayarannya.

“Pelayaran ini hanya untuk mahasiswa, ini khusus permintaan dari bupati.

Jumlah penumpang sekitar 700an orang, akan diangkut dengan 3 kapal yang masing-masing kapal sekali berlayar.

Untuk Senin besok (hari ini, red) yang datang 2 kapal dulu,” ujar sumber dari Kantor Pelni Nabire.

Terkait dengan kelengkapan bagi penumpang yang akan berangkat menggunakan kapal, Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Nabire melakukan rapid tes pada Minggu (26/7) di guest house Nabire sejak pukul 15/.00 WIT. 

Asosiasi Bupati Meepago Berikan Surat Rekomendasi untuk Kampus Sementara itu, Asosiasi Bupati Wilayah Meepago mengeluarkan surat rekomendasi kepada pihak kampus atau sekolah yang mahasiswanya berasal dari wilayah ini.

Surat ini meminta dispensasi kepada kampus yang bersangkutan dimana mahasiswa/pelajar menuntut ilmu di berbagai perguruan tingi baik di Papua maupun luar Papua.

“Kami sudah buat surat kepada pihak kampus dan akan dibawa oleh mahasiswa yang bersangkutan.

Baik sekolah kedinasan, negeri maupun swasta.

Karena mereka pasti terlambat masuk sekolah akibat transportasi,” ujar Ketua Asosiasi Bupati Meepago, Isaias Douw di Nabire.

Sabtu (25/7). Menurutnya, hal ini perlu dilakukan guna menindaklanjuti situasi belum dibukanya tranpotrasi udara maupun laut.

Yang berakibat pada ketelambatan pelajar dan mahasiswa untuk mendaftar masuk perguruan tinggi atau melanjutkan kuliah.

Sehingga, asosiasi meminta kebijakan kepada para pimpinan perguruan tingga negeri, sekolah kedinasan, perguruan tinggi swasta dan negeri serta SMA/SMK.

Agar dapat memberikan dispensasi kepada para mahasiswa, calon mahasiswa maupun pelajar untuk dapat mengikuti tes masuk maupun mahasiswa lanjutan untuk mengikuti perkuliahan sebagaimana mestinya jika sudah kembali ke lingkungan kampus.

“Jadi dipertimbankan karena persoalan transportasi.

Sehingga adik-adik yang berangkat akan membawa surat rapid tes dan keterangan bebas Covid, juga ada surat dispensasi yang akan ditunjukan kepada perguruan tiinggi khususnya bagi pelajar dan mahasiswa wilayah Meepago.

Maka bila mereka terlambat kami mohon diterima,” kata Isaias.

Lanjut Bupati Isaias, belum dibuka kembali penerbangan, akibat setelah dua minggu berkala sejak penerbangan komersil dibuka, ditemukan salah satu penumpang yang dinyakatan positif setelah menjalani pemeriksaan oleh tim medih covid-19.

Alasan itu yang menyebabkan para bupati sewilayah Meepago menghentikan sementara penerbangan di Nabire.

“Kita sudah buka penerbangan, tapi karena ada yang dinyatakan positif corona maka kami tutup lagi sambil menunggu perkembangan,” lanjutnya.

Di tempat terpisah, Yermias Degei, anggota bidang informasi dan publikasi tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Nabire mengatakan, setelah penghentikan penerbangan maka Asosoasi Bupati Meepago bersepakat untuk memfasilitasi pelajar dan mahasiswa untuk kembali ke kota study masing-masing melalui Jayapura dengan angkutan udara dan laut.

Sehingga, pihaknya diberi tugas kepada tim gugus tugas untuk mendata para mahasiswa.

“Jadi sudah ada beberapa flight yang mengangkut sebagian yang sekiranya itu mendesak karena keperluan di kampus.

Sementara yang tidak terlalu mendesak akan mengikuti kapal laut yang disediahkan pemda melalui Dinas Perhubungan Nabire.

Rencana kalau tidak ada halangan Senin atau Selasa sudah ada kapal,”

terangnya. (ros)

Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Jumat, 7 Agustus 2020 0:4
Tanaman Anggrek dan Potensinya Yang Terlupakan
Oleh :  Andrias Gobay S.Sos.,MA. Noken Anggrek merupakan satu dari sekian banyak oleh – oleh khas Meepago (Nabire, Dogiyai, Deiya
Suroso  Selasa, 30 Juni 2020 21:54
Sejarah Polri, Mengapa 1 Juli Diperingati Hari Bhayangkara *Sebelum Kemerdekaan Indonesia
Jaman Kerajaan PADA zaman Kerajaan Majapahit Patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan Bhayangkara yang bertugas mel
Agenda Nabire
JADWAL MUSYAWARAH SENGKETA PILKADA NABIRE 2020
 Senin, 10 Agustus 2020 3:30

SIDANG PENYELESAIAN SENGKETA PILKADA NABIRE TAHUN 2020

 

Akan digelar sidang penyelesaian sengketa Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire tahun 2020 :

Tempat : Kantor Bawaslu Nabire, Jl. PDAM Nabire

Pukul  : 11.00 s/d Selesai, 14.00 s/d selesai

Agenda : Jawaban Termohon (KPU Nabire)

 

 

HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan