Home Papua Tengah Motoris Wotai-Aikai di Paniai Kesal Dengan Sikap Penumpang Bandel

Motoris Wotai-Aikai di Paniai Kesal Dengan Sikap Penumpang Bandel

Suroso  Sabtu, 15 Agustus 2020 6:21
 Motoris Wotai-Aikai di Paniai Kesal Dengan Sikap Penumpang Bandel

ENAROTALI -  Sebagian warga yang menghuni di sekitar Danau Paniai, Kabupaten Paniai, Papua, mengantar pergi pulang penumpang di atas danau dengan menggunakan Speed Boat (Jonson) menjadi salah satu mata pencaharian demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Konon para penumpang selalu saja bandel, alias tak bayar ongkos.

Seperti dikeluhkan salah satu motoris, Zakeus Mote, hanya pelabuhan Wotai-Aikai saja yang ongkosnya kecil.

Tetapi para penumpang sering kali tidak membayar ongkos.

Dijelaskan Mote, di Pelabuhan Wotai-Aikai, ongkos penumpang biasa sebesar Rp 10.000 PP, sedangkan carter Rp 50.000 tapi sulitnya kesadaran para penumpang untuk membayar tarif angkutanya.

“Anak-anak sekolah memang gratis, tetapi banyak penumpang yang naik, tetapi yang membayar hanya sebagian saja.

Kita menagih setiap penumpang tetapi mereka diam, kadang kami juga malu, mereka ini bukan anak kecil,” tutur Mote kepada wartawan Papuapos Nabire, Kamis (13/08/20) di Dermaga Wotai.

Selain Zakeus, sejumlah motoris pun mengaku hal yang sama,lantaran tak ada kesadaran untuk membayar sehingga penghasilan sehari cukup untuk membeli bensin sedangakan kebutuhan keluarga sering tak terpenuhi.

“Uang yang kami dapat hanya cukup untuk beli bensin, sementara kebutuhan lain tidak terpenuhi,” kata para motoris yang sedang menunggu penumpang di dermaga Wotai, Kamis (13/08/20).

Ketika ditanya soal kepemilikan Jonson tersebut, Zakeus dkk mengaku hanya 3 buah jonson yang milik pribadi, selebihnya ada majikan sehingga tiap minggu harus setor dari 1.000.000 hingga 1.500.000.

“Hanya sekitar tiga saja yang kami punya , selebihnya semua milik orang lain yang harus kami setor.

Batas waktu dan juga besar setoran tergantung kesepakatan antara para motoris dengan pemiliknya.

Ya, dari 1.000.000 hingga 1.500.00,”ujarnya.

Lanjut Zakeus dkk, sedikit untung ketika semua penumpang membayar ongkosnya.

Tetapi sebagian naik secara gratis sehingga lebih banyak rugi.

Kecuali ada kegiatan di pusat kota atau pada saat liburan Natal, keuntungannya cukup memuaskan.

“Kalau penumpang penuh disetiap bangku empat orang, dan membayar semua, itupun hanya sekitar 110.000 atau 100.000.

Lima puluh ribuh, kami beli bensin lima liter.

Kalau satu hari dari pagi sampai sore cari penumpang, keuntungan yang kami dapat sekitar 200.000, kadang 300.000, kalau ada kegiatan di kota atau di kampung, pada saat liburan, lumayan keuntungannya sekitar 500.000 ke atas.

” Jelas para motoris.  “

Kami kadang malu untuk terus menagi para penumpang yang tidak membayar ini.

Kami biarkan saja, semoga kedepan para penumpang ini semakin sadar dan mengerti bahwa jika ada ongkos naik jonson kalau tidak, ya tidak boleh naik, karena kalau mesin rusak kami bawah ke bengkel dan bayar, bukan gratis, bensin juga kami beli, bukan timbah air danau Paniai, belum lagi setoran kami,” imbuh Zakeus dkk. (tek)

Suroso  Minggu, 11 Juli 2021 23:23
Jangan Putus Mata Rantai Pendidikan di Dogiyai! Oleh Felix Degei, S. Pd., M. Ed*
Pendahuluan  Ada banyak indikator yang dapat dilihat dalam evaluasi kemajuan pembangunan suatu daerah. Pembangunan (development) mesti
Suroso  Selasa, 8 September 2020 9:28
WILLPOWER PERJUANGAN DALAM PENDIDIKAN, PERSEPSI PEMUDA RANTAU ASAL ASSOYELIPELE, WALESI, WAMENA
 Oleh : Dr. Sarmini, S.Pd.,MM.Pd Masih dalam memaknai kemerdekaan, pemuda, perjuangan dan pendidikan, adalah 3 kata yang sangat erat ko
Agenda Nabire
Pencanangan Distrik Sadar Demokrasi
 Minggu, 30 Mei 2021 10:39
Bawaslu Kabupaten Nabire akan menggelar acara "Pencanangan Distrik Sadar Demokrasi" yang akan dilaksanakan pada : Hari/tanggal : Senin, 31 Mei 2021 Waktu : 15.00 WIT Tempat : Aula Kantor Distrik Wanggar
HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan