Home Pemda Intan Jaya Kontak Senjata TNI-KKSB Terjadi di Koramil Hitadipa

Kontak Senjata TNI-KKSB Terjadi di Koramil Hitadipa

Suroso  Minggu, 11 Oktober 2020 22:14
 Kontak Senjata TNI-KKSB Terjadi di Koramil Hitadipa

SUGAPA - Aksi teror pada Minggu (11/10) sekitar pukul 13.00 WIT, KKSB memberikan tembakan ke arah Pos Koramil Hitadipa.

Terlihat jelas melalui teropong SPR-2 ada beberapa orang masyarakat di bawah tekanan KKSB harus tunduk pada perintahnya untuk ikut bergerak mendekati posisi Koramil.

Dimungkinkan, jika ada korban maka TNI akan diberitakan menembak masyarakat.

Informasi dari Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel CZI Gusti Nyoman Suriastawa dalam risilnya Minggu mengatakan, melihat situasi tersebut, TNI hanya beri perintah tembakan peringatan berupa tembakan siraman (tembakan tidak terbidik).

Dengan harapan masyarakat yang di bawah tekanan KKSB menjauh dari lokasi tersebut sehingga akan terlihat jelas mana KKSB dan mana masyarakat.

“Sampai pukul 15.30 WIT tidak terdengar lagi suara tembakan dari pihak KKSB yang berada di ketinggian Kampung Balamay.

Serta masyarakat yang di bawah tekanan KKSB juga bergerak menjauh dari koramil,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, tidak ada mengalami kerugian personel.

Pihaknya mengharapkan agar KKSB menghentikan metode tameng hidupnya dalam melakukan aksinya.

“Koramil Hitadipa disiapkan untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah Hitadipa.

Bila KKSB terus mengganggu ketertiban dan keamanan di Hitadipa, secara tidak langsung akan menghambat kemajuan masyarakat di wilayah Hitadipa.

Karena harus selalu siaga untuk mangantisipasi aksi gangguan susulan KKSB,” paparnya.

Kogabwilhan III Angkat Bicara  Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III TNI, Kolonel Czi IGN Suriastawa, dalam pernyataannya, di Jakarta, Sabtu, mengatakan rangkaian kekerasan gerombolan bersenjata ini semakin brutal dan gelap mata, tidak lagi memperhatikan siapa yang menjadi korban termasuk warga sipil.

"Hal ini sangat disesalkan karena ini berarti pelanggaran terhadap HAM dan nilai-nilai kemanusiaan.

Masyarakat sipil adalah pihak yang perlu dilindungi semua pihak," kata dia.

Sama seperti serangan-serangan sebelumnya, serangan gerombolan bersenjata terjadi lagi.

Kali ini terhadap Pos TNI, pada Sabtu (10/10/2020), di Kampung Koteka, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, yang diduga untuk memprovokasi personel-personel TNI agar membalas tembakan.

Namun ternyata, personel TNI bertindak profesional dengan cara tetap siaga dalam kedudukan pertahanannya dan terus mengintai arah datang tembakan.

Personel TNI akan membalas tembakan secara terbidik bila anggota gerombolan bersenjata yang menyerang telah teridentifikasi secara pasti untuk menghindari jatuhnya korban warga sipil di sekitar tempat kejadian.

Hal ini juga dilakukan personel TNI lain yang bertugas di setiap tempat di Papua.

Ia menyampaikan, ada fenomena menarik dari taktik kelompok sipil bersenjata akhir-akhir ini dengan berusaha memprovokasi TNI-Polri di setiap tempat, waktu dan kesempatan dan menyerang di tengah-tengah keramaian warga sipil.

Ia menyatakan, kelompok bersenjata itu berharap agar personel TNI-Polri membalas tembakan sehingga bila jatuh korban warga sipil akan menjadi bahan fitnah dan berita bohong dari mereka bahwa para korban dibunuh personel TNI.

“Sepertinya cara ini merupakan pesanan dari pendukung mereka di luar negeri yang selalu berbicara tentang pelanggaran HAM," kata dia.

Mereka, kata dia, memerlukan bahan untuk memojokkan pemerintah Indonesia di forum internasional padahal ternyata merekalah pelakunya.

Sudah beberapa kali kesempatan terbukti bahwa kelompok bersenjata dan pendukungnya selalu memutarbalikkan fakta kejadian.

"Mereka tidak berkomentar bila korban yang terbukti mereka bunuh adalah warga sipil, baik orang asli Papua maupun pendatang.

Ini bukti bahwa merekalah pelanggar HAM yang sebenarnya,” ucapnya.

Menurut dia, hal ini sangat besar kemungkinan karena personel TNI bersikap profesional, tetap tenang, tidak membalas tembakan dari serangan-serangan mereka, kelompok separatis bersenjata itu sendirilah yang akan menembakkan dan berusaha membunuh warga sipil sebagai bahan fitnah kepada TNI-Polri.

“Semoga warga masyarakat dan dunia internasional bisa paham akan situasi ini dan tidak mudah percaya dengan fitnah dan berita bohong yang selalu dimainkan KKSB beserta kelompok pendukungnya di luar negeri,” kata dia.

Setelah gagal mendapatkan perhatian dari Sidang Umum PBB pada 22-29 September 2020 lalu, kelompok separatis bersenjata di Papua semakin beringas dan membabi buta menyerang aparat negara dan warga sipil untuk menunjukan keberadaannya yang semakin diabaikan masyarakat.

Cara yang digunakan antara lain memprovokasi, meneror, mengorbankan masyarakat sipil kemudian memfitnah aparat TNI-Polri yang bertugas menjaga keamanan dan kedamaian di Papua.

Tujuannya adalah agar masyarakat setempat tertekan dan terpaksa mendukung mereka serta mendapatkan perhatian dunia.

Makin ganas Serangan gerombolan bersenjata di Papua terhadap aparat negara dan warga sipil beberapa bulan terakhir semakin mengganas.

Dimulai dari penembakan terhadap dua tenaga kesehatan penanganan Covid-19, yakni Almanek Bagau (luka tembak) dan Heniko Somau (tewas di tempat), pada Jumat, 22 Mei 2020, di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya.

Sejak tanggal itu hingga kini, tercatat gerombolan bersenjata itu telah menewaskan paling tidak 11 orang, terdiri dari dua personel TNI AD dan sembilan warga sipil.

Selain itu mereka juga telah melukai secara serius seorang tentara dan seorang warga sipil anggota TGPF Intan Jaya. 

Kemudian penembakan terhadap petani bernama Yunus Sani (tewas) pada Jumat 29 Mei 2020 di Kampung Magataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, penembakan warga bernama Laode Zainudin (luka tembak) pada Sabtu 15 Agustus 2020 di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Lebih lanjut, penembakan dua warga sipil berprofesi tukang ojek bernama Laode Anas (kemudian meninggal dunia) dan Fatur Rahman (luka tembak) pada Senin 14 September 2020 di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Kemudian pembunuhan warga sipil berprofesi tukang ojek bernama Badawi (tewas di tempat) dan penembakan anggota TNI bernama Sersan Kepala Sahlan (tewas di tempat) pada Kamis, 17 September 2020, di Kampung Hitadipa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Lalu penyerangan terhadap Markas Koramil Persiapan Hitadipa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Sabtu, 19 September 2020, yang menewaskan anggota TNI AD bernama Prajurit Satu Dwi Akbar Utomo.

Berikutnya, penembakan Pendeta Yeremia Zanambani (kemudian meninggal dunia) pada Sabtu sore, 19 September 2020, Kampung Hitadipa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, yang diikuti penembakan polisi dan transportasi di sekitar Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Jumat, 18 September, dan Jumat, 25 September 2020.

Penembakan ke arah Kodim Persiapan Kabupaten Intan Jaya pada Senin 5 Oktober 2020, penembakan pos TNI di Pasar Baru Kenyam Kabupaten Nduga 6 Oktober 2020 yang menewaskan warga sipil bernama Yulius Wetipo.

Penyerangan terhadap rombongan TGPF di tanjakan Wabogopone, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada 9 Oktober 2020, yang mengakibatkan anggota tim TGPF Intan Jaya, Bambang Purwoko (dosen FISIPOL UGM), dan anggota tim pengamanan bernama Sersan Satu Faisal Akbar terluka tembak.

Palin akhir adalah Sabtu pagi, 10 Oktober 2020, gerombolan bersenjata itu menyerang Pos TNI di Kampung Koteka, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga. (ist)

Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Rabu, 14 Oktober 2020 22:52
Selisih Waktu Sebulan Rapatkan Barisan Tak Ada Ruang Rahasia Lembaga KPU Nabire
Oleh: Donatus Degei      SEBUAH catatan ‘sangat amat penting’ perhatian serius penuh kesungguhan, merapatkan
Suroso  Selasa, 8 September 2020 9:28
WILLPOWER PERJUANGAN DALAM PENDIDIKAN, PERSEPSI PEMUDA RANTAU ASAL ASSOYELIPELE, WALESI, WAMENA
 Oleh : Dr. Sarmini, S.Pd.,MM.Pd Masih dalam memaknai kemerdekaan, pemuda, perjuangan dan pendidikan, adalah 3 kata yang sangat erat ko
Agenda Nabire
JADWAL MUSYAWARAH SENGKETA PILKADA NABIRE 2020
 Senin, 10 Agustus 2020 3:30

SIDANG PENYELESAIAN SENGKETA PILKADA NABIRE TAHUN 2020

 

Akan digelar sidang penyelesaian sengketa Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire tahun 2020 :

Tempat : Kantor Bawaslu Nabire, Jl. PDAM Nabire

Pukul  : 11.00 s/d Selesai, 14.00 s/d selesai

Agenda : Jawaban Termohon (KPU Nabire)

 

 

HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Diduga Covid, Pasien Meninggal Dunia
Suroso  Kamis, 10 September 2020 11:22
KPU Nabire Bertemu Kubu Natalis Degei
Suroso  Senin, 14 September 2020 21:47
Pemda Wajib Umumkan Hasil CPNS 2018 dari Panselnas
Suroso  Rabu, 9 September 2020 21:14

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan