Home Pemda Intan Jaya Pemkab Intan Jaya Hargai Keputusan Keluarga Tolak Otopsi

Pemkab Intan Jaya Hargai Keputusan Keluarga Tolak Otopsi

Suroso  Kamis, 12 Nopember 2020 20:26
 Pemkab Intan Jaya Hargai Keputusan Keluarga Tolak Otopsi

SUGAPA – Keluarga korban almarhum Pendeta Yeremia Zanambani menolak dilakukan otopsi untuk menguak kasus kematian yang menimpa almarhum pada tanggal 19 September 2020 lalu yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI.

Terkait dengan sikap keluarga korban yang menolak otopsi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya menghargai keputusan keluarga korban almarhum Pendeta Yeremia Zanambani tersebut.

Terkait hal ini, telah dilakukan pertemuan antara Bupati Intan Jaya, pihak kepolisian bersama keluarga korban, Rabu (11/11) malam di Nabire.

Pada pertemuan itu, Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, memberikan pemahaman kepada keluarga korban.

Pada kesempatan itu, Bupati Natalis juga menanyakan apa alasan keluarga mengeluarkan pernyataan terkait ketidaksetujuannya dengan akan dilaksanakannya otopsi yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian.

Dikatakan Bupati Natalis Tabuni, jika keluarga tidak setuju dengan pelaksanaan otopsi, keluarga harus memberikan pernyataan tertulis. 

"Kami dari pemerintah menghargai keputusan keluarga.

Terkait tidak setuju dengan pelaksanaan otopsi dan menghargai budaya, adat keluarga masyarakat Intan Jaya pada umumnya," kata Bupati Natalis Tabuni di pertemuan itu, seperti rilis yang diterima media.

Lanjut bupati, pada intinya pemerintah daerah mendukung apapun keputusan keluarga.

Jika mau melakukan otopsi, pemerintah daerah juga siap untuk mendukung.

Dalam pertemuan itu, keluarga korban Pendeta Yeremia Zanambani didampingi penasehat hukum, Yohanis Mambrasar.

Turut hadir pada pertemuan itu, Kapolres Intan Jaya, AKBP I Wayan Geria Antara.

Sedangkan dari pihak keluarga korban dihadiri diantaranya Rona Zanambani yang merupakan akan korban dan sejumlah keluarga korban lainnya.

Sementara istri korban tidak hadir dikarenakan sedang sakit.

Walaupun tidak hadir pada pertemuan itu, istri korban memberikan pesan tetap tidak setuju dengan pelaksanaan otopsi.

"Kami dari pihak keluarga memohon maaf kepada pihak kepolisian yang awalnya menyetujui terkait dengan akan dilakukannya otopsi terhadap jenasah almarhum.

Namun kami menarik pernyataan tersebut. Kami meminta tidak dilakukan otopsi, karena bertentangan dengan budaya, adat istiadat keluarga suku kami," kata pihak keluarga.

Lanjutnya, bukti-bukti yang didapatkan pihak kepolisian dianggap sudah cukup, dengan keterangan keluarga.

Termasuk saksi-saksi dan barang bukti yang ditemukan oleh penyidik.

"Kami meminta agar proses hukum terhadap pelaku pembunuhan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani tetap diproses hukum dan kami meminta kasus ini dibawa ke peradilan umum atau HAM, jangan dibawa ke peradilan militer.

Intinya kami keluarga tidak setuju. Karena bertentangan dengan adat. Kami orang yang ditinggalkan mau selamat dan tidak mau jadi korban lagi," tegas keluarga korban.

Pada pertemuan itu Kapolres Intan Jaya juga menanyakan apa alasan keluarga berubah pikiran tidak menyetujui terkait dengan rencana pelaksanaan otopsi yang akan dilakukan pihak kepolisian.

Pada pertemuan itu, aparat kepolisian juga memberikan pemahaman bahwa pelaksanaan otopsi sangat penting untuk dilaksanakan sebagai bukti, petunjuk, yang akan diberikan oleh ahli, agar bisa diketahui penyebab kematian.

Pasalnya pihak kepolisian belum mendapatkan bukti, petunjuk bahwa pendeta Yeremia Zanambani meninggal disebabkan karena apa.

Dikarenakan selama ini hanya berdasarkan foto.

Kapolres juga memberikan pemahaman-pemahaman betapa pentingnya otopsi agar dilaksanakan.

Selanjutnya meminta jika keluarga tetap menolak dengan pelaksanaan otopsi agar membuat pernyataan tertulis kembali yang menyatakan hal tersebut.

Namun jika keluarga berubah pikiran lagi dan menyetujui agar dilaksanakan otopsi agar segera menghubungi pihak kepolisian.

Sementara itu terkait dengan alasan keluarga korban yang tetap bersikukuh tidak setuju dengan akan dilaksanakannya otopsi.

Maka Polres Intan Jaya tidak bisa memaksakan, karena menghargai budaya, adat istiadat.

Namun kepolisian tetap melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi lainnya, dan mengumpulkan bukti-bukti petunjuk lainnya. (ist)

Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Rabu, 14 Oktober 2020 22:52
Selisih Waktu Sebulan Rapatkan Barisan Tak Ada Ruang Rahasia Lembaga KPU Nabire
Oleh: Donatus Degei      SEBUAH catatan ‘sangat amat penting’ perhatian serius penuh kesungguhan, merapatkan
Suroso  Selasa, 8 September 2020 9:28
WILLPOWER PERJUANGAN DALAM PENDIDIKAN, PERSEPSI PEMUDA RANTAU ASAL ASSOYELIPELE, WALESI, WAMENA
 Oleh : Dr. Sarmini, S.Pd.,MM.Pd Masih dalam memaknai kemerdekaan, pemuda, perjuangan dan pendidikan, adalah 3 kata yang sangat erat ko
Agenda Nabire
JADWAL MUSYAWARAH SENGKETA PILKADA NABIRE 2020
 Senin, 10 Agustus 2020 3:30

SIDANG PENYELESAIAN SENGKETA PILKADA NABIRE TAHUN 2020

 

Akan digelar sidang penyelesaian sengketa Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire tahun 2020 :

Tempat : Kantor Bawaslu Nabire, Jl. PDAM Nabire

Pukul  : 11.00 s/d Selesai, 14.00 s/d selesai

Agenda : Jawaban Termohon (KPU Nabire)

 

 

HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Bupati Dogiyai Grebek Rumah Warga Penampung PSK
Suroso  Jumat, 13 Nopember 2020 20:44
Sidang LKPJ Bupati Nabire Molor Setengah Hari
Suroso  Senin, 26 Oktober 2020 3:27
Penembakan Terjadi Lagi di Intanjaya
Suroso  Rabu, 7 Oktober 2020 21:42
TGPF Intan Jaya Langsung Kumpulkan Informasi
Suroso  Kamis, 8 Oktober 2020 23:18

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan