Home Pemda Dogiyai Lagi, Yakobus Dumupa Luncurkan Buku “Ungkapan Kegelisahan”

Lagi, Yakobus Dumupa Luncurkan Buku “Ungkapan Kegelisahan”

Suroso  Jumat, 13 Nopember 2020 20:42
Lagi, Yakobus Dumupa Luncurkan Buku “Ungkapan Kegelisahan”

DOGIYAI - Bupati Dogiyai, Yakobus Odiyaipai Dumupa kembali luncurkan naskah bukunya ke-11 buku berjudul 'Ungkapan Kegelisahan” di Aula BPKAD Kabupaten Dogiyai, Kamis (12/11/2020) pukul 11.00 Waktu setempat.

Dalam kegiatan ini menghadirkan Sekda Dogiyai, Drs. Petrus Agapa, Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Dogiyai, A Kayame,  Kapolsek Moanemani, Iptu H. Maing Raini, Kapolsek  Bomomani, Danramil Moanemani, Danton Brimob Pos Moanemani, Danki Paskas Pos Moanemani, Danramil Bomomani, Kepala Bank Papua Cabang Dogiyai, pejabat eselon II dan Eselon dua di lingkungan Pemerintah kabupaten Dogiyai, Siswa/I SMP, SMU, Masyarakat serta tamu undangan dari kabupaten tetangga yakni  kabupaten Deiyai dan kabupaten Paniai.

Buku berjudul “Ungkapan Kegelisahan” merupakan kumpulan tulisan sebagai catatan hariannya sepanjang tahun 2012. Berbagai kesempatan ia manfaatkan untuk menulis baik di kantor, di rumah, entah diatas pesawat, ataupun diatas kapal saat bepergian tugas dinas maupun urusan keluarga (peribadi, red).

“Tulisan-tulisan yang ada dalam buku ini hanyalah catatan harian sepanjang tahun 2012. Tulisan-tulisan yang saya tulis di rumah, ada juga saya tulis di kantor sambil bekerja dan ketika jalan dinas atau urusan pribadi. Ketika ada kesempatan saya meluangkan waktu untuk menulis catatan harian ini,” beber Dumupa dalam sambutanya.

Penulis kondang ini mengaku, ia baru menyadari bahwa pernah menulis buku ini pada tahun 2012, delapan tahun yang lalu. Ketika itu menjabat sebagai sekretaris dan Ketua Pokja Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) periode 2011-2016.

“Akumulasi dari semua persoalan dalam buku ini, saya simpulkan bahwa rupahnya saya seperti orang yang gelisah begitu. Gelisah terhadap persoalan pendidikan, keagamaan, ekonomi, kesehatan, gelisah tentang persolan budaya atau adat/istiadat dan lain-lain. Karena itu saya milih judul buku ini adalah “Ungkapan Kegelisahan”, aku Odiyaipai.

Dikatakan Dumupa, dirinya menulis buku sejak masih di bangku kuliah. Setelah selesai kuliah pun ia masih pernah menulis buku. Menjabat MRP  hingga kini sebagai Bupati Dogiyai pun semangat untuk menulis tak pernah surut. Nyatanya 11 buku ia persembahkan untuk pembaca.

“Saya menulis buku sejak di bangku kuliah, setelah selesai kuliah (masih menganggur, red) saya menulis buku.  Setelah menjabat sebagai MRP saya masih menulis buku dan kini sebagai bupati pun saya tidak berhenti untuk menulis buku. Hasil karya saya, hari saya persembahkan buku ke 11 untuk pembaca,” akuhya membeberkan.

Dumupa mengatakan menulis buku itu sebagian orang menganggap membosankan.  Namun ada manfaatnya dimana ada ruang untuk mengeskpresikan perasaan, pikiran dan keinginan. Selain penceramah tanpa mimbar untuk mengasah wawasan dan intelektualitas serta berbagi ide dan pengalaman. Selain menulis, Dumupa mengatakan, membaca juga merupakan hal yang penting karena ketika kita ingin menulis sesuatu pasti akan mengingat kembali keterkaitan persoalan yang sebelumnya pernah di baca.

“Memori otak kita akan menyimpan apapun, tapi kita tidak bisa ingat sepanjang waktu saat kita butuhkan dia akan muncul di otak kita,”kata Dumupa.

Sedikit berbeda dari buku-buku sebelumnya yang lebih dominan membicarakan tentang manusia, di peluncuran buku setebal 401 halaman dan memuat 255  tulisan kali ini, Odiyapai Dumupa mengajak pembaca untuk memahami makna untuk memuliakan nama Tuhan, menghormati sesama manusia dan menghargai alamasemesta. Sebab menurutnya, terima atau tak terima adalah konsekwensi logis atas keberagaman perasaan, pikiran, kepentingan dan kebutahan sebagai seorang manusia.

“Tetapi sekali lagi saya ingin garis bawahi bahwa yang paling penting adalah keberagaman harus bersekutu dalam memuliakan Tuhan, menghormati sesama manusia dan menghargai alam semesta,” tutur Dumupa mengingatkan.

Dari 11 naskah buku yang ia terbitkan, tak penah jual, namum membagikan secara gratis kepada pembaca.

“Minimal sedikit bekal pengetahuan yang saya miliki bisa berbagi kepada orang lain melalui buku-buku tersebut. Bukan soal ada uang atau tidak ada akan tetapi sikap social saya berbagi pengetahuan dengan cara seperti ini,” sahutnya.

Sebagai penulis buku Bupati Dumupa mengajak kepada khalayak umum dan khususnya kepada kaum muda untuk tak harus malas membangkitkan semangat untuk belajar menulis.

“Saya mengajak kepada semua pihak terutama adik-adik teman-teman dan kaka-kaka, mari kita berusaha membangkitkan semangat untuk menulis,” imbuhnya.

Untuk mendorong budaya literasi masyarakat terutama kaum muda, Dumupa berencana akhir tahun berjalan ini (2020) pihaknya akan menggelar pelatihan menulis khususnya bagi orang Mee di kabupaten Dogiyai, Deiyai dan Paniai.

“Saya akan memfasilitasi seluruh biaya pelatihan ini, para peserta saya akan bimbing sampai menulis bukunya sendiri. Bagi yang berminat  silahkan menghubungi dan dapat mendaftarkan diri kepada saya,” ajaknya.

Dalam acara peluncuran buku yang digelar tersebut selain membagikan 1.000 buku “Ungkapan Kegelihan”, panitia juga membagi-bagikan 1.000 lembar baju kaoas oblong Yakobus Odiyaipai Dumupa, dan dua buku yang diterbitkan sebelumnya yakni “Apa Itu Cinta” dan “Kata Yang Menghidupan” masing-masing 1.000 buah buku dibagikan kepada peserta yang hadir dalam acara peluncuran tersebut. Tak hanya itu, acara peluncuran diisi dengan undian berhadiah. Sebanyak 20 pemenang undian diserahkan hadiah berupa uang tunai masing-masing mendapatkan Rp. 1.000.000. Selanjutnya peserta yang hadir dari kabupaten tetangga yakni Deiyai dan Paniai, Bupati Dogiyai menyerahkan biaya teransportasi masing-masing orang mendapatkan Rp. 1.000.000 tunai.     (eby)

Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Rabu, 14 Oktober 2020 22:52
Selisih Waktu Sebulan Rapatkan Barisan Tak Ada Ruang Rahasia Lembaga KPU Nabire
Oleh: Donatus Degei      SEBUAH catatan ‘sangat amat penting’ perhatian serius penuh kesungguhan, merapatkan
Suroso  Selasa, 8 September 2020 9:28
WILLPOWER PERJUANGAN DALAM PENDIDIKAN, PERSEPSI PEMUDA RANTAU ASAL ASSOYELIPELE, WALESI, WAMENA
 Oleh : Dr. Sarmini, S.Pd.,MM.Pd Masih dalam memaknai kemerdekaan, pemuda, perjuangan dan pendidikan, adalah 3 kata yang sangat erat ko
Agenda Nabire
JADWAL MUSYAWARAH SENGKETA PILKADA NABIRE 2020
 Senin, 10 Agustus 2020 3:30

SIDANG PENYELESAIAN SENGKETA PILKADA NABIRE TAHUN 2020

 

Akan digelar sidang penyelesaian sengketa Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire tahun 2020 :

Tempat : Kantor Bawaslu Nabire, Jl. PDAM Nabire

Pukul  : 11.00 s/d Selesai, 14.00 s/d selesai

Agenda : Jawaban Termohon (KPU Nabire)

 

 

HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Bupati Dogiyai Grebek Rumah Warga Penampung PSK
Suroso  Jumat, 13 Nopember 2020 20:44
Sidang LKPJ Bupati Nabire Molor Setengah Hari
Suroso  Senin, 26 Oktober 2020 3:27
Penembakan Terjadi Lagi di Intanjaya
Suroso  Rabu, 7 Oktober 2020 21:42
TGPF Intan Jaya Langsung Kumpulkan Informasi
Suroso  Kamis, 8 Oktober 2020 23:18

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan