Home Pemda Intan Jaya Sampaikan Hal Penting, KAPP Angkat Bicara Soal Intan Jaya

Sampaikan Hal Penting, KAPP Angkat Bicara Soal Intan Jaya

Suroso  Selasa, 2 Maret 2021 20:26
Sampaikan Hal Penting, KAPP Angkat Bicara Soal Intan Jaya

NABIRE – Menyampaikan beberapa hal penting, pihak Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Kabupaten Intan Jaya angkat bicara pasca konflik yang terjadi antara pihak TNI/Polri dengan TNP/OPM (KKSB) dan memberikan masukan dan apresiasi kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkab Intan Jaya.

Melalui ketuanya, KAPP Daerah Intan Jaya, Henes Sondegau menyampaikan, pertama meluruskan soal pengungsian.

Kita salah paham soal pengungsian, yang jelas atau dikatakan pengungsian itu berarti masyarakat ditempatkan di suatu tempat atau tenda oleh pemerintah ataupun pihak yayasan dan lembaga kemanusiaan lainnya.

Yang terjadi di Intan Jaya, lanjut Henes, pasca konflik masyarakat ada yang ke Nabire atau Mimika dengan uang sendiri, lantaran karena ketakutan dan tinggal di rumah keluarga, bukan ditenda atau tempat untuk dan disebutkan pengungsian atau mengungsi.

  Akibat konflik, mereka ketakutan.

    Dan kedua untuk saat ini, pemerintah Kabupaten Intan Jaya telah melaksanakan sidang APBD dan pengesahan serta sedikit lagi pembagian DPA di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk itu harapan kami (KAPP) kepada pemerintah maupun pihak ketiga (perusahaan) untuk melibatkan pemuda dan masyarakat dalam setiap kegiatan pembangunan.

Demikian ini, kata Henes, tentunya akan menekan atau memberantas angka pengangguran di Intan Jaya.

“Berbicara menyangkut hal ini, beri kesempatan kepada para pemuda asli Intan Jaya berkerja dan membangun daerahnya.

Kami rasa akan menjamin daerah Intan Jaya aman dan para pemuda atau para intelektual Intan Jaya tentunya akan merasa memiliki daerah serta tidak berpikir untuk ke hal-hal yang negatif,” terangnya.

Di bidang kontraktor, Henes menyinggung, banyak perusahaan atau pengusaha yang berkerja di Intan Jaya selama ini, tapi sampai detik ini kami tidak mengetahui keberadaan mereka.

Rata-rata banyak perusahaan atau kontraktor yang hanya datang makan dan habis itu kabur.

  Ada satu Perusahaan Terbatas (PT) yang tetap bersama masyarakat Intan Jaya, yakni PT. Malabiso Usua Jaya (MUJ) yang sampai saat ini setia di Sugapa, bahkan perusahaan juga memberikan bantuan kepada masyarakat melalui atau lewat pihak gereja atau pastoran.

Ini patut diberi apresiasi, karena mereka masih setia melayani masyarakat.

Mereka bukan hanya berkerja tetapi juga memberikan bantuan kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Ketua KAPP Kabupaten Intan Jaya juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Intan Jaya yang terus berusaha untuk memulihkan situasi daerah.

Masyarakat walaupun masih dalam tekanan dan ketakutan serta sangat membutuhkan perhatian semua pihak.

  Apalagi, Pemkab Intan Jaya melalui Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, SS.,M.Si telah mengeluarkan surat kepada para ASN untuk naik dan berkerja. Untuk itu harapannya roda pemerintahan di Kabupaten Intan Jaya, entah melalui kegiatan gereja maupun pembangunan lainnya dapat berjalan dengan baik.

Ditambahkan Henes, KAPP sebagai mitra pemerintah tentunya akan memberikan kontribusi terbaik kepada daerah dan tanah Papua ini.

KAPP hadir dan memiliki tujuan, yakni mendata yang tidak terdata, mengakomodir yang tidak terakomodir dan tidak terlihat kami perlihatkan.

“Kami hadir berbicara dua bidang, jasa kontruksi OAP dan sektor riil kerakyatan, seperti perekonomian masyarakat Papua.

Kami berbicara menyangkut ekonomi masyarakat, bukan lainnya,” tandasnya.

Intinya tujuan kami KAPP hadir, menata pembangunan dari dusun, membangun ekonomi dari kampung ke kota menuju jembatan emas untuk Papua baru.

Jadi, kita berbicara tentang pemberdayaan orang asli Papua.

Harapan kita kepada pemerintah sebagai mitra kerja untuk dapat membangun daerah dan Papua secara bersama-sama.

     Korintus Wandagau selaku pengurus menambahkan, untuk pemulihan Kabupaten Intan Jaya perlu ada komunikasi lebih semua stakeholder yang ada.

Akibat konflik menurutnya pasti akan banyak pengangguran, sehingga diperlukan adanya perhatian kepada para pemuda dan masyarakat dalam mengisi pembangunan.

  Tandasnya, banyak orang pintar di Intan Jaya.

Pemuda dan masyarakat, ketika diberi kesempatan berkerja dan membangun daerahnya pasti tidak akan berpikiran lain, apalagi sampai mau bergabung dengan kelompok berseberangan dengan kita.

  Untuk itu, dirinya selaku tokoh intelektual juga mengharapkan kepada pemerintah Kabupaten Intan Jaya untuk dapat memperhatikan masyarakat atau para pemuda yang mungkin telah lama menganggu tanpa adanya perkerjaan.

Bila hal ini diperhatikan, pasti Kabupaten Intan Jaya bisa maju dan berkembang dengan kabupaten lain di Papua maupun diluar Papua.

Menyangkut soal bantuan, tambah kedua sumber ini, kiranya dapat diatur atau didata secara baik.

Karena kita ketahui bersama, soal pengungsian yang dipolisir sana-sini tentunya akan menuai pro dan kontrak, sehingga ketika ada bantuan dapat tersalurkan dengan baik dan pastinya akan tepat sasaran.(wan)

Suroso  Selasa, 2 Februari 2021 2:31
"Rasisme Dalam Kajian Psikoanalisis Freud"
Oleh: Abdy BusthanSecara sederhana, rasisme bisa diibaratkan sebagai iblis masa lalu yang terus menghantui siapa saja hingga kini.Ya, perbua
Suroso  Selasa, 8 September 2020 9:28
WILLPOWER PERJUANGAN DALAM PENDIDIKAN, PERSEPSI PEMUDA RANTAU ASAL ASSOYELIPELE, WALESI, WAMENA
 Oleh : Dr. Sarmini, S.Pd.,MM.Pd Masih dalam memaknai kemerdekaan, pemuda, perjuangan dan pendidikan, adalah 3 kata yang sangat erat ko
Agenda Nabire
JADWAL MUSYAWARAH SENGKETA PILKADA NABIRE 2020
 Senin, 10 Agustus 2020 3:30

SIDANG PENYELESAIAN SENGKETA PILKADA NABIRE TAHUN 2020

 

Akan digelar sidang penyelesaian sengketa Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire tahun 2020 :

Tempat : Kantor Bawaslu Nabire, Jl. PDAM Nabire

Pukul  : 11.00 s/d Selesai, 14.00 s/d selesai

Agenda : Jawaban Termohon (KPU Nabire)

 

 

HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan