Home Nabire Perdana, 5 Obat Tradisonal Nabire Dicetak “Anak-anak Nabire”

Perdana, 5 Obat Tradisonal Nabire Dicetak “Anak-anak Nabire”

Suroso  Rabu, 7 April 2021 23:38
Perdana, 5 Obat Tradisonal Nabire Dicetak “Anak-anak Nabire”

NABIRE – Patut dibanggakan, tiga “Anak-anak Nabire” membuktikan kepada publik di Nabire, Papua, bahkan Indonesia bahwa Nabire juga mampu dan bisa menulis dan membukukan kekayaan alam Nabire.

Nabire bisa ini dbuktikan oleh tiga “Anak Nabire” yang mengangkat 5 bahan alam lokal sebagai ramuan, obat herbal yang selama ini digunakan masyarakat lokal.

Tiga penulis pemula yakni Fauzan Al Ayyuby, Manfred Kudiai dan Nomensen Dou mampu membuktikan bahwa Nabire juga bisa dengan mencetak buku RAMUAN DI SEGITIGA WALLACEA dengan mempromosikan 15 jenis obat tradisional dari wilayah Indonesia Timur kepada publik di Nabire khususnya, Papua, dan Nusantra bahkan kepada dunia melalui buku cetak.

  Dari 15 jenis obat tradisional yang diangkat lewat buku karya “Anak-anak Nabire” ini, 5 ramuan diantaranya sebagai obat tradisional (herbal) dari alam Nabire.

Buku yang mengulas tentang obat tradisional masyarakat di Indonesia Timur ini dibedah, Rabu (7/4). Penulis, Taufan Al Ayyuby saat membedah obat herbal asal Nabire dan Indonesia Timur ini menjelaskan, Wallacea ini diangkat dari nama seorang penemu obat-obatan yang tidak begitu populer tetapi Wallacea membuat Segitiga mulai dari Sulawesi Selatan ke Lombak, Bali hingga daratan Papua.

Walacea membuat segitiga berdasarkan tanaman herbal yang ada di bagian Timur Indonesia ini berbeda dengan bahan-bahan herbal yang tumbuh dan ada di bagian barat.

Oleh karena itu, dalam buku tentang ramuan (obat tradisional) di wilayah Segitiga ini, dibukunya ramuan dari Sulawesi Selatan, Bali dan Papua khususnya Nabire.

Dari 15 ramuan tersebut, 6 diantaranya dari Sulawesi Selatan, 5 lagi jenis ramuan lagi dari alam Nabire.

Oleh karena itu, tiga penulis muda ini mengangkat 6 jenis ramuan (obat tradisional sebagai pengobatan  herbal dari tanaman yang bertumbuh di Nabire dan dikenal oleh masyarakat lokal.

Buku Ramuan di Segitiga Wallacea yang disajikan tiga penulis muda asal Nabire ini mudah dicerna oleh semua kalangan karena disajikan dengan gaya etnografi, menutur kembali dari sumber di lapangan, sehingga bahasanya dipahani semua orang.

   Sambena Inggeruhi sebagai nara sumber saat bedah buku Ramuan Di Segitiga Wallacea mengapresiasi diterbitkannya buku yang memuat tentang ramuan yang selama ini dikenal dan dipakai oleh masyarakat sebagai obat tradisional.

Karena, selama ini ketika sakit lebih mengandalkan obat-obatan dari farmasi dan obat-obtan herbal dari Cina.

Padahal, alam Papua juga menyediakan banyak bahan yang tersedia untuk dijadikan sebagia ramuan untuk mengatasi kesakitan dengan bahan tradisional yang ada disekitar kita.

Fauzan mengakui hadirnya buku tentang Ramuan di Segitiga Wallacea dengan mengangkat bahan lokal sebagai obat herbal ini tentunya berhadapan dengan obat dari pabrikan.

Namun, obat herbal (ramuan) paling tidak untuk membunuh kesakitan dan tidak memiliki dampaknya.

Oleh karena itu, obat herbal merupakan obat alternatif disamping obat pabrikan dan obat-obatan herbal lainnya. (ans)

Suroso  Selasa, 2 Februari 2021 2:31
"Rasisme Dalam Kajian Psikoanalisis Freud"
Oleh: Abdy BusthanSecara sederhana, rasisme bisa diibaratkan sebagai iblis masa lalu yang terus menghantui siapa saja hingga kini.Ya, perbua
Suroso  Selasa, 8 September 2020 9:28
WILLPOWER PERJUANGAN DALAM PENDIDIKAN, PERSEPSI PEMUDA RANTAU ASAL ASSOYELIPELE, WALESI, WAMENA
 Oleh : Dr. Sarmini, S.Pd.,MM.Pd Masih dalam memaknai kemerdekaan, pemuda, perjuangan dan pendidikan, adalah 3 kata yang sangat erat ko
Agenda Nabire
JADWAL MUSYAWARAH SENGKETA PILKADA NABIRE 2020
 Senin, 10 Agustus 2020 3:30

SIDANG PENYELESAIAN SENGKETA PILKADA NABIRE TAHUN 2020

 

Akan digelar sidang penyelesaian sengketa Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Nabire tahun 2020 :

Tempat : Kantor Bawaslu Nabire, Jl. PDAM Nabire

Pukul  : 11.00 s/d Selesai, 14.00 s/d selesai

Agenda : Jawaban Termohon (KPU Nabire)

 

 

HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan