Home Pemda Dogiyai Otsus Diusulkan Biayai Program Prioritas Terbatas

Otsus Diusulkan Biayai Program Prioritas Terbatas

Suroso  Selasa, 15 Juni 2021 11:15
Otsus Diusulkan Biayai Program Prioritas Terbatas

DOGIYAI – Kepala Bappeda Kabupaten Dogiyai, Yakobus Dogomo, SS, memiliki pemikiran tersendiri soal penggunaan dana Otsus. Pemikirannya sempat disampaikan kepada pimpinan daerah juga pada saat agenda Musrenbangda. Usul Kepala Bappeda Kabupaten Dogiyai ini, dana Otsus untuk membiayai program prioritas dengan satu atau dua kegiatan saja, tidak terlalu banyak (terbatas, red). Anggaran yang dari sumber dana Otsus akan difulkan membiayai satu atau dua kegiatan saja. Sehingga dalam kurun waktu tidak terlalu lama hasil pembangunan akan terlihat dan bisa dinikmati rakyat.

“Jangan sampai semua OPD butuh dana Otsus, imbasnya dana Otsus dibagi-bagi habis dengan masing-masing mendapat bagian yang tidak banyak. Jadi hasil akhirnya tidak terlalu nampak, ibarat bagi-bagi kue makan habis setelah itu tidak ada hasil,” ujarnya.

Lanjut Yakobus Dogomo, kedepan perlu dibuat perencanaan yang bagus. Perencanaan prioritas tetapi memang kebijakan anggarannya difulkan pada perencanaan yang memang sudah dijadikan sebagai program priortas.

“Anggaran dari dana Otsu situ tidak dibagi-bagi ke semua bidang merata, tapi sesuai dengan visi misi bupati dan wakil bupati itu satu atau dua kegiatan itu diprioritaskan lalu anggarannya difulkan. Sistim kerjanya itu sistim kerja keroyok dari hilir sampai hulu, sampai selesai. Jadi tidak bikin setengah-setengah, tapi langsung sampai selesai. Sehingga masyarakat akan bisa lihat ini pembangunan hasil dari dana Otsus, karena terlihat nyata,” paparnya.

Namun demikian, lanjutnya, hal seperti ini terkadang di lapangan terjadi perdebatan soal anggaran. Ketika kita terfokus akan membangun satu program, terkadang akan diperhadapkan dengan situasi dimana semua OPD ingin menikmati dana Otsus dengan programnya masing-masing. Namun ini semua kembali kepada kebijakan pimpinan daerah untuk membuat kebijakan anggaran yang fokus pada program prioritas yang sudah ditetapkan.

“Hal seperti itu kita lakukan dengan harapan masyarakat bisa merasakan bahwa dari dana Otsus ini ada kegiatan yang sudah dilaksanakan. Disitu ada papan nama dan sumber dana Otsus diberitahukan ke masyarakat, supaya masyarakat juga tidak berpikir ada dana Otsus tapi pemerintah bangun apa-apa. Jadi ini kadang juga kurang sosialisasi. Bangun sesuatu dengan dana Otsus tapi pemerintah tidak sampaikan bahwa ini dari dana Otsus, supaya masyarakat tahu bahwa ini dari dana Otsus sudah digunakan untuk membangun ini dan itu,” ujarnya.

Lebih lanjut ditekankan Yakobus Dogomo, dirinya usulkan agar kedepan membuat program prioritas yang hasilnya bisa dilihat dalam jangka waktu singkat. Dengan alasan, jabatan kepala daerah silih berganti dalan kurun waktu yang sudah ditentukan. Jika kita membuat program pembangunan dengan hasil yang bisa dinikmati oleh masyarakat dalam jangka waktu panjang, jangan sampai hasil akhir akan bergeser karena ada kebijakan baru dari pimpinan daerah yang baru.

“Perlu dipikirkan program-program yang bisa menjawab persoalan tapi hasilnya bisa dirasakan dalam waktu satu dua tahun. Jadi anggarannya difulkan di program yang terbatas itu. Dana Otsus tidak usah dibagi-bagi habis, semua maunya menikmati, ibarat kue. Jadi digilir tahun ini dinas ini, tahun berikut dinas lain dengan program prioritas masing-masing.  Sehingga dalam satu tahun anggaran akan terlihat hasil final fasilitas yang dibangun dari dana Otsus,” ujarnya.

Dirinya mewanti-wanti jangan sampai masyarakat berpikir dana Otsus ada tapi hilang entah kemana karena hasil tidak kelihatan.

“Kenapa dana-dana dari APBN itu papan nama proyek jelas semua dengan keterangan sumber dana, kenapa dana Osus tidak bisa dibikin seperti itu ? Pengadaan kendaraan atau program apapun perlu dibuat sama seperti itu. Supaya masyarakat tahu bahwa dana Otsus untuk biaya ini dan itu yang terlihat hasilnya,” ujar dia. (ros)

Suroso  Minggu, 11 Juli 2021 23:23
Jangan Putus Mata Rantai Pendidikan di Dogiyai! Oleh Felix Degei, S. Pd., M. Ed*
Pendahuluan  Ada banyak indikator yang dapat dilihat dalam evaluasi kemajuan pembangunan suatu daerah. Pembangunan (development) mesti
Suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
*) Oleh Agustinus KegiyePada Jumat 3 September 2021, saya bersama 24 Guru sempat berdialog tentang Dogiyai Bahagia. Diskusi kami tentang mak
Agenda Nabire
Pencanangan Distrik Sadar Demokrasi
 Minggu, 30 Mei 2021 10:39
Bawaslu Kabupaten Nabire akan menggelar acara "Pencanangan Distrik Sadar Demokrasi" yang akan dilaksanakan pada : Hari/tanggal : Senin, 31 Mei 2021 Waktu : 15.00 WIT Tempat : Aula Kantor Distrik Wanggar
HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Intan Jaya Masuk Level 2 Penerapan PPKM
Suroso  Rabu, 11 Agustus 2021 22:17
Menangi PSU, Ini Pesan Mesak Magai
Suroso  Senin, 2 Agustus 2021 15:10
Jika Tak Ada Gugatan, KPU Tetapkan Paslon Terpilih
Suroso  Selasa, 3 Agustus 2021 21:31
YUDA 18.184, MESSI 25.259, FANSBRO 16.135
Suroso  Senin, 2 Agustus 2021 15:8
Hari Ini Nabire Tetapkan Level PPKM
Suroso  Rabu, 4 Agustus 2021 20:17

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan