Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif

Oleh : Marthen Agapa
SEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa ada kepedulian oleh masyarakat, para elit dan pemerintah setempat. Tidak tau entah mengapa ?
Emas sekunder terdapat di beberapa tempat di daerah Nabire pesisir, pegunungan, kali dan juga bukit-bukit dengan kadar emas yang mengandung nilai ekonomis tinggi. Kekayaan yang Tuhan berikan ini untuk dikelola secara baik demi meningkatkan perekonomian rakyat setempat. Selain meningkatkan perekonomian rakyat, mineral emas juga dapat merubah taraf hidup masyarakat Nabire yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya bila diatur secara efektif.


Sumber berkat berlimpah diatas negeri ini dapat menghidupi kehidupan yang harmonis bagi masyarakat Nabire, tetapi terlihat potensi ini malah mengundang masalah. Beberapa tahun silam kejadian permusuhan antar personal, kelompok, marga, suku bahkan ras di sepanjang kilo alias jalan poros Nabire – Ilaga cukup ramai. Didalam kejadian itu banyak orang kena luka bahkan jadi korban akibat perampasan lokasi pendulangan dan lain sebagainya. Sejak itulah pemerintah masa bodoh dengan potensi alam yang semestinya diatur sedemikian rupa.
Endapan emas alluvial yang masyarakat temukan di beberapa kali yang ada di Nabire adalah berkat kehidupan yang mesti dikemas dalam peraturan daerah. Jangan berpikir endapan emas alluvial hanya seberapa saja atau hanya nilainya kecil sehingga sifat membiarkan tanpa ada kontrolan dari Pemda setempat.
Kalau sifat membiarkan tanpa ada pengontrolan, lingkungan kita akan rusak dan musibah banjir bisa melanda kota Nabire dan sekitarnya. Oleh karena itu, perlu perjelas status penambangan. Apakah tambang rakyat, daerah konservasi atau hutang lindung dan pertambangan apa? Itu amat penting untuk diperjelas dan mengsosialisasikan kepada masyarakat. Tetapi sifatnya malas tau dan tidak ada pengontrolan dari pemerintah daerah otomatis masyarakat akan lakukan sesuai keinginan mereka tanpa ada perhitungan.
Dengan begitu mudah saja kerusahkan lingkungan dan para pendulang sendiri dapat musibah. Sebab secara pengetahuan teknis mereka masih minim. Kalau terjadi demikian kita persalahkan para pendulang ataukah Pemda setempat atau siapa?
Untuk mengefektifkan kandungan mineral berharga yang terkandung di wilayah Kabupaten Nabire perlu ditempuh beberapa hal, diantaranya, pertama buat Peraturan Daerah (Perda) yang relevan dengan potensi alam setempat.
Kedua, perlu ada lembaga yang terikat dengan pemerintah daerah guna memperjelas status penambangan dalam wilayah Nabire. selanjutnya, pemerintah daerah bentuk block-block potensi untuk penada emas hasil pendungan masyarakat.
Dan terakhir, bangun relasi yang melekat bagi dan kepada pihak pendulang dan pemerintah setempat. Bila salah satu saja dari keempat poin diatas terlaksana, otomatis potensi yang ada didalam perut bumi akan kita kelola secara maksimal. (penulis adalah pemerhati masalah sosial tinggal di daerah ini)

Add comment


Security code
Refresh

Wadio Diusulkan Ikut Lomba Kampung Cepat Berkembang
Kamis, 27 April 2017
NABIRE - Kampung Wadio kembali diusulkan oleh Pemerintah Distrik...
DPRD Nabire Reses ke Masing-masing Dapil
Kamis, 27 April 2017
NABIRE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten...
Guru dan Orang Tua Punya Tanggung Jawab Dampingi Anak Menuju Ujian Utama
Kamis, 27 April 2017
NABIRE - Kita telah ketahui bersama bahwa Ujian Sekolah Lokal (USL)...

Berita Nabire

Wadio Diusulkan Ikut Lomba Kampung Cepat Berkembang
Kamis, 27 April 2017
NABIRE - Kampung Wadio kembali diusulkan oleh Pemerintah Distrik Nabire Barat (Nabar) di tahun 2017 sebagai Kampung Lomba Cepat Berkembang mewakili Distrik Nabire Barat, sehingga diharapkan dalam...
DPRD Nabire Reses ke Masing-masing Dapil
Kamis, 27 April 2017
NABIRE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, mulai hari ini, Kamis (27/4) melaksanakan reses ke masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil). Setiap anggota dewan akan kembali...
Guru dan Orang Tua Punya Tanggung Jawab Dampingi Anak Menuju Ujian Utama
Kamis, 27 April 2017
NABIRE - Kita telah ketahui bersama bahwa Ujian Sekolah Lokal (USL) telah berakhir pada hari Rabu (26/4) kemarin, namun masih ada lagi Ujian Nasional (UN) bagi 2.519 siswa-siswi SMP/MTs yang akan...
Pegawai BI Jayapura Lakukan Penukaran Uang Pecahan Emisi Baru
Kamis, 27 April 2017
NABIRE – Berdasarkan manajemen Bank Indonesia (BI) sebagai penanggung jawab semua bank di Indonesia, telah mencetak uang pecahan 1000 rupiah (seribu rupiah) sampai pecahan 100.000 (seratus ribu...

Berita Papua

Dasril Sahari Terpilih Sebagai Ketua Umum HIPMI Papua
Senin, 27 Maret 2017
JAYAPURA - H. Dasril Sahari terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua periode 2017-2020 melalui Musyawarah Daerah (Musda) XII DPD HIPMI Papua di Kota Jayapura, pada,...
Terkendala Dana, Gubernur Minta Pemkab Gelar Pilkada Tindaklanjuti
Senin, 23 Januari 2017
JAYAPURA - Sejumlah kabupaten yang melaksanakan Pilkada Serentak, bulan Februari 2017 mendatang dan masih mengalami kendala dana, salah satunya Kabupaten Dogiyai. Oleh sebab itu pemerintah Provinsi...

Berita Papua barat

Dalam Minggu Ini, Tahap 2 Kasus Dugaan Korupsi Swasembada Sapi
Rabu, 13 Januari 2016
MANOKWARI, TP – Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Manokwari akan melimpahkan 2 tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi swasembada Sapi di Dinas Peternakan Provinsi Papua Barat senilai Rp....
Propam Sudah Periksa Saksi Kasus Oknum Aparat ‘Lepas’ Tembakan
Rabu, 13 Januari 2016
MANOKWARI, TP – Penyidik Satreskrim Polres Manokwari dikabarkan sedang menangani kasus dugaan pelanggaran pidana oleh seorang oknum aparat keamanan di Anggrem, Kelurahan Padarni, Manokwari, Jumat...

Berita Papua Tengah

Penolakan Berkas Balon MRP dari WKRI Deiyai Dipertanyakan?
Kamis, 27 April 2017
NABIRE – Penolakan berkas Bakal Calon (Balon) anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk daerah pemilihan atau daerah asal Kabupaten Deiyai dari perwakilan organisasi perempuan Wanita Katolik...
Terjadi Dualisme Kepala OPD, Bawahan Terancam Tak Terima Gaji
Kamis, 27 April 2017
DEIYAI - Terjadi dualisme Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada salah satu OPD di Kabupaten Deiyai, yaitu Dinas Infokom Kabupaten Deiyai. Pejabat OPD yang mengklaim sebagai Kepala OPD...

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2