Awal Maret, Polda Buka Pendaftaran Penerimaan Calon Brigadir Polri

JAYAPURA - Kepolisian Daerah Papua kembali membuka peluang bagi putra-puti Papua untuk menjadi bagian dari kepolisian. Dimana pendaftaran penerimaan calon Brigadir Polri Tahun 2013, ini akan dibuka tanggal 2 hingga 29 Maret mendatang. Untuk itu Panitia Penerimaan calon Brigadir Polri meminta kepada para pemuda-pemudi yang memiliki hati dan keinginan bekerja dan mengabdi kepada negara agar menyiapkan diri untuk mengikuti seleksi.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) I Gede Sumerta Jaya, Sik menegaskan, saat ini pihaknya tengah mensosialisasikan penerimaan Calon Brigadir Polri, baik kepada internal mau pun kepada masyarakat di Papua. “Jadi penerimaan calon Brigadir Polri akan dibuka pada 2 Meret mendatang. Dimana penerimaan ini akan dilakukan serentak se-Indonesia. Maka saat ini kami tengah menyiapkan administrasi untuk para peserta,”terangnya, Rabu (20/2). I Gede Sumerta Jaya memaparkan bahwa ada 17.000 orang se-Indonesia yang akan diterima dalam penerimaan ini. Dimana 500 orang untuk Polwan dan 16.500 orang untuk Polki. “Jadi Polwan ada 500 untuk polisi umum, sedangkan pria, 4.250 brigadir Brimob dan 12.250 Brigadir Dalmas. Ini semua kuota se-Indonesia,” tuturnya. Dia mengakuii, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikannya jumlah kuota untuk Papua, mengingat Mabes Polri belum memberikan telegram. “Jadi jumlah yang diterima untuk Papua kita belum bisa pastikan berapa. Ya, berdoa saja kita dapat banyak,” paparnya. Untuk penerimaan calon Brigadir Polri ini, mantan Kapolres Jayawijaya ini menyatakan akan melakukan tahapan seleksi dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis dengan mekanisme tahapan pengujian yang telah ditentukan. Polda juga akan meminta pihak kedua dalam hal ini pengawas eksternal untuk mengawal setiap tahapan penyeleksian. ”Ada pengawas eksternal dalam penerimaan ini, yakni pengawas eksternal itu ada LSM, Media, Pemda. Sedangkan pengawas Internal dari Inspektorat sendiri,” urainya. Terkait penerimaan ini, I Gede Sumerta Jaya meminta kepada para calon untuk memberikan keterangan yang sebenarnya, bukan keterangan palsu dalam rangka penerimaan calon Brigadir Polri. Bahkan setiap calon juga harus mengikuti dan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan, setiap tahapan seleksi dengan sunguh-sungguh dan tidak KKN. “Saya harap para peserta atau calon, harus menghindari diri dari menyuapan dan sponsor. Sebab itu justru akan merugikan dirinya sendiri. Sebab dalam penerimaan calon Brigadir Polri ini, tidak ada dipungut biaya,” tegasya. Tidak itu saja, I Gede Sumerta Jaya juga menyampaikan kepada para calon yang nantinya lulus sebagai anggota Brigadir Polri dan telah lulus pendidikan wajib mengucap sumpah atau janji, menurut agama dan kepercayaan. “Jadi untuk jadi seorang Brigadir Polri, harus sudah menyiapkan mental terlebih dahulu. Pasalnya, anggota Polri adalah pelayan masyarakat, yang siap ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan bersedia di tugas pada fungsi apa saja. Bahkan harus menjalani ikatan dinas 10 tahun terlebih dahulu,” tegasnya. Namun untuk bisa mengikuti pendidikan dan nyatakan sebagai anggota Polri, para calon terlebih dahulu harus mengikuti berbagai macam tes, dimana ada pemeriksaan administrasi awal, pemeriksaan kesehatan tahap I, tes psikologi. Disamping itu, ada pemeriksaan kesehatan tahap II, pengujian kesamamptaan dan jasmani, pemeriksaan administrasi akhir, pengujian akademik yang meliputi pengetahuan umum, seperti MM, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, teori Mipa, Muatan Lokal, dan selanjutnya para peserta akan melakukan penentuan kelulusan akhir. “Jadi setelah mereka dinyatakan lulus, tinggi, berkewarga-negaraan Indonesia, umur, dinyatakan berijisah dan proses administrasi lainnya. Maka mereka nantinya akan mengikuti beberapa ujian, seperti yang tadi saya sudah katakana,” paparnya. Tahap berikutnya, sambung I Gede Sumerta Jaya, tepatnya pada 27 Mei mendatang, seluruh peserta yang dinyatakan lulus, akan mengikuti pendidikan. Maka itu dengan kesempatan sebagai anggota Brigadir Polri ini sesuai intruksi Bapak Kapolda, agar menyaring para pemuda-pemudi yang ada di Papua ini dengan baik dan benar. “Saya harapkan, kepada para peserta nantinya untuk mempersiapkan diri, fisik, kesehatan dan mental serta pengetahuan umum. Tidak itu saja, hindari minuman keras, narkoba dan jangan coba menyuap atau pun menerima calo,” tuturnya. Dalam kesempatan ini, Kapolda juga berpesan, agar para peserta atau masyarakat yang mengetahui adanya calo-calo, untuk melapor ke Polda Papua, bila perlu langsung ke Bapak Kapolda, agar langsung ditindak pelakunya. “Jadi Bapak Kapolda, menginginkan Calon Brigadir Polri untuk siap melayani masyarakat dalam bentuk apa pun tugas itu. Sebab Polri adalah pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat,” tandas I Gede Sumerta Jaya. (Syaiful)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2