Polda Beri Waktu Seminggu Bagi 13 Napi

Kapolda : “Kalau Tidak Menyerahkan Diri, Resiko Tanggung Sendiri”
JAYAPURA - Kepolisian Daerah Papua memberikan waktu satu minggu terhadap 13 Narapidana Lapas Abepura untuk menyerahkan diri ke pihak berwajib, sebelum dilakukan langkah penindakan hukum oleh kepolisian.
“Kami memberikan deadline waktu selama satu minggu untuk menyerahkan diri. Lewat dari deadline waktu, maka resiko akan mereka tanggung sendiri,” kata Kapolda Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw usai pertemuan Lintas Sektoral di Mapolda Papua, Senin (11/1).


Menurut Kapolda, batas waktu satu minggu yang diberikan kepada 13 Narapidana berlaku sejak Senin (11/1) hingga berakhir paling lama Minggu (18/1) mendatang. Polda Papua juga telah menyusun Daftar Pencarian Orang (DPO) bagi 13 Napi untuk disebarkan ke Polres-Polres dan Polsek.
Kapolda memandang negara harus bersikap tegas terhadap pelaku-pelaku seperti ini. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat jera apabila melakukan tindakan suatu kejahatan.
“Jangan membuat suatu kejahatan namun tidak mau bertanggungjawab. Usai melakukan keluar lalu melakukan hal yang sama lagi. Ini hasil rapat yang kita lakukan bersama Pemerintah Provinsi dan para Bupati,” katanya.
Peran serta keluarga, menurut Kapolda, juga dinilai penting. “Jika mengetahui silahkan hubungi Kapolda, Pangdam dan pihak kepolisian setempat, para bupati dan tokoh masyarakat untuk memediasi mereka kembali untuk menjalani proses hukum yang mereka lakukan,” ucapnya.
Disinggung apakah Polda Papua memberlakukan Siaga 1 dalam kaburnya 13 Narapidana dan Penyerangan Polsek Sinak, Kapolda kembali menegaskan tidak ada status siaga 1.
“Kami lebih fokus untuk mengkonsolidasi kekuatan, kami tidak menyebut siaga satu, tapi melibatkan semua personil untuk betul-betul berbagi tugas, baik pejabat utama dari Polda maupun dari Kodam. Semua punya tanggung jawab berlapis-lapis untuk menangani persoalan di Papua ini,” imbuhnya. (syaiful)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2