Februari 2017, Pengangguran di Papua Meningkat

Laporan: Bams
JAYAPURA,- Jumlah angkatan kerja di Provinsi Papua pada Februari 2017
mencapai 1.753.858 orang, bertambah 31.696 orang dibanding kondisi
Agustus 2016.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Simon Sapari dalm pres
release yang dikirim ke redaksi menyebutkan, Penduduk yang bekerja di
Papua pada Februari 2017 mencapai 1.6 84.389 orang, bertambah 19.904
orang dibandingkan Agustus 2016 namun berkurang 7.043 orang dibanding
keadaan setahun yang lalu ( Februari 2016).
Jumlah pengangguran pada Februari 2017 sebesar 69.469 orang, bertambah
sebesar 11.792 orang dibanding Agustus 2016 dan juga bertambah
sebanyak 17.741 orang dibanding keadaan Februari 2016.
Dikatakan, selama satu tahun terakhir, Tingkat Pengangguran Terbuka
(TPT) di Papua mengalami peningkatan dari 2,97 persen pada Februari
2016 menjadi 3,96 persen pada Februari 2017. Begitu juga jika dibandin
gkan dengan kondisi Agustus 2016 meningkat dari 3,35 persen menjadi
3,96 persen.
Dalam enam bulan terakhir (Agustus 2016 – Februari 2017), jumlah
pekerja di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan
perikanan mengalami kenaikan, sebaliknya jumlah pekerja di sektor
industri, perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi; jasa
kemasyarakatan, sosial dan perorangan, serta sektor lainnya mengalami
penurunan.
“Struktur lapangan pekerjaan di Provinsi Papua pada Februari 2017
tidak mengalami perubahan. Sektor pertanian masih menjadi penyumbang
terbesar dalam penyerapan tenaga kerja di Papua. Tercatat pada
Februari 2017 jumlah pekerja di sektor ini adalah sebesar 69,19 persen
dari total tenaga kerja,” ujarnya.
Dari total penduduk yang bekerja 1.684.389 orang pada Februari 2017 di
Papua, status pekerjaan utama yang terbanyak adalah sebagai pekerja
tidak dibayar/pekerja keluarga (33,72 persen) kemudian diikuti oleh
status berusaha dibantu buruh tidak tetap/tidak dibayar (27,78
persen).
Adapun status pekerjaan dalam utama lainnya yang memiliki persentase
di atas 10 persen yakni be rusaha sendiri (17,08 persen),
buruh/karyawan (18,96 persen). Status berusaha dibantu buruh teta
p/buruh dibayar dan status pekerja bebas pertanian maupun non
pertanian mempunyai persentase kecil yaitu kurang dari dua persen.
Lanjutnya, pada Februari 2017, jumlah penduduk yang bekerja di atas 35
jam per minggu (full time worker) di Papua adalah 955.557 orang atau
sekitar 56,73 persen dari keseluruhan penduduk yang bekerja.
Sementara menurut tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan,
pekerja di Papua masih didominasi oleh pekerja dengan tingkat
pendidikan tertinggi SD ke bawah yang jumlahnya mencapai 956.527 orang
( 56,79 persen) pada Februari 2017. Menurut tingkat pendidikan, TPT
Februari 2017 tertinggi di Papua yaitu pada sekolah menengah atas
kejuruan yang mencapai 10,63 persen.

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2