Papua Harus Menjadi Kedamaian Bagi Indonesia

Laporan: Bams
JAYAPURA,- Gubernur Papua, Lukas Enembe menuturkan, pelaksanaan
demokrasi di tanah Papua harus berjalan damai. Oleh karena itu butuh
dukungan semua pihak untuk bersama bersinergis dalam mewujudkannya.
"Saya minta Kapolda, Pangdam dan juga penyelenggara Pilkada untuk
duduk bersama membahas pelaksanaan PSU di empat Kabupaten di Papua.
Saya berharap kita semua netral dan tidak dipengaruhi oleh siapapun,"
harap Gubernur dalam arahannya pada acara Ramah Tamah di kediaman Pdt.
Lipiyus Biniluk yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Papua, para
Tokoh Agama, Masyarakat juga Adat, di Sentani, Sabtu (6/5).


Pilkada serentak 2017 di Papua masih menyisahkan sejumlah masalah di
beberapa Kabupaten. Setidaknya ada empat Kabupaten yang akhirnya harus
melaksanakan Pemungutan Suara Ulang sebagaimana hasil putusan Mahkamah
Konstitusi (MK).
Empat kabupaten tersebut antara lain, Kabupaten Jayapura, Tolikara,
Puncak Jaya dan Kepulauan Yapen. Tentunya semua pihak berharap
pelaksanaan PSU dapat berjalan aman dan lancar tanpa menimbulkan
konflik di masyarakat.
"Kita harus sepakat untuk menjaga kedamaian di tanah ini. Kita harus
jadi contoh yang baik, kedamaian harus dimulai dari Papua," harapnya
lagi.
Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Papua, Pdt. Lipiyus
Biniluk juga mempunyai pengharapan yang sama. "Kami harapkan pihak
penyelenggara jangan ubah ditengah jalan keputusan yang sudah
diputuskan oleh penyelenggara pemilu maupun MK. Ini harus dijalankan
supaya masyarakat juga ikuti aturan. Jangan kita ubah ditengah jalan
hanya karena kepentingan," harapnya.
Kepada masyarakat, Lipiyus juga berharap agar dapat bersama sama
mendoakan agar PSU berjalan aman dan damai. "Mari kita dukung
penyelenggara pilkada, pihak keamanan dalam mengamankan pilkada ulang
yang akan dilaksanakan bulan Mei dan Juni. Kita harus kerja bersama,
para tokoh agama masyarakat dan adat, kami siap dukung PSU!" Tegasnya.
Sementara itu Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafly Amar mengungkapkan,
tentunya semua pihak mengharapkan adanya peningkatan Indeks Demokrasi
di Tanah Papua. Oleh karena itu untuk mencapainya, hak politik
masyarakat harus disalurkan sesuai dengan aturan.
"Pemilu harus dilakukan jujur adil juga terpenting tidak boleh ada
kekerasan kalau ada intimidasi, serangan fisik ketika proses demokrasi
makan akan jatuh korban. Sehingga syafaat demokrasi damai adalah akan
lahir sebuah proses pemilu yang demokratis. Sebab kalau tidak akan ada
penilaian yang buruk apalagi masyarakat dunia yang begitu peduli
kepada Papua," pesannya.
Tentunya, lanjut Kapolda, KPU sebagai penyelenggara dan Polri dibantu
TNI menjalankan tugas dengan baik, membuat suasana tetap kondusif dan
aman. "Kami berharap dengan pendekatan soft approach masyarakat
tergerak hatinya cinta damai dengan itu syaratnya dapat menhilangkan
tindakan kekerasan di bumi Papua. Walaupun tentunya upaya hukum dalam
menegakkan hukum adalah sebuah keniscayaan hukum, sebagai pilihan
terakhir. Jika semua bisa dibicarakan dengan baik,  masyarakat setuju
dan sepakat kita pilih cara demokratis tentu adalah sebuah
kebahagiaan. Kita akan lihat pemimpin yang punya legitimasi tinggi dan
didukung oleh masyarakat, " ungkapnya.

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2