Khawatir, Kader Demokrat Papua Bentengi LE

 

JAYAPURA - Salah satu kader Partai Demokrat di Papua, Emus Gwijangge, mengatakan pihaknya sedang berupaya membentengi Ketua DPD Demokrat Papua, Lukas Enembe (LE), lantaran khawatir akan keselamatan Gubernur Papua itu.
"Memang belum ada langkah resmi dari pengurus DPD Partai Demokrat Papua, misalnya membentuk tim. Tapi secara individu dan fraksi di DPR Papua, kami sudah membentengi bapak (Lukas Enembe). Kami selalu ada di belakangnya, ini untuk keselamatan beliau," kata anggota Komisi I DPR Papua itu, Kamis (21/9/2017).


Katanya, wajar jika DPP Demokrat melakukan investigasi, karena khawatir keselamatan LE. Hal itu dikarenakan Lukas Enembe termasuk kader partai dan Ketua DPD Demokrat Papua, juga Gubernur Papua, yang nantinya sebagai bakal calon petahana dalam Pilgub Papua, 2018.
"Kami harap Ketua DPP Demokrat, mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, juga mendukung ini. Ini penting untuk keamanan dan keselamatan Lukas Enembe," ujarnya.
Menurutnya, pascapertemuan antara Lukas Enembe, Kepala BIN Budi Gunawan (BG) dan Kapolri Tito Karnavian, beredar berbagai informasi di masyarakat. Ada yang menyebut kepala BIN menyodorkan dokumen berisi 16 poin kepada LE, di antaranya poin terkait Pilgub Papua dan Pemilu mendatang. Ada pula yang menyebut pertemuan itu membahas keamanan di Papua.
"Tapi keliru kalau ada yang menyebut 16 poin itu hoax. Memang benar ada 16 poin yang disodorkan kepada Lukas Enembe, dan kini beliau dalam tekanan," katanya.
Ia mengingatkan, jangan ada pihak-pihak yang mengeluarkan pernyataan tanpa didasari bukti, karena akan memperkeruh situasi, terutama di Papua.
"Apalagi kalau pernyataan itu disampaikan mereka yang ada di Jakarta, dan tidak mengerti situasi Papua. Kalau Lukas Enembe menyatakan, 16 poin itu tidak benar, ini karena beliau ada dalam tekanan, sehingga sulit bicara," ujarnya.
Hal serupa dikatakan penasehat DPD Demokrat Papua, Yunus Wonda. Ketua DPR Papua itu menyatakan, mereka yang tidak tahu apa pun, tak perlu berkomentar.
"Kami yang tahu semuanya, tidak mau komentar. Jangan memperkeruh suasana, kalau tahu situasi politik di Papua. Mereka di luar Papua tidak perlu berkomentar, lebih baik mengikuti saja, karena kami yang menjalani," ucap Wonda (ist)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2