Yoteni : Daerah Tersulit Perlu Tambahan Dana Otsus

MANOKWARI, TP – Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat, Yan A. Yoteni mengatakan daerah yang memiliki kondisi geografis sulit, butuh perhatian lebih besar di banding daerah-daerah lainnya.
Perhatian itu, kata Yoteni bisa diberikan dengan menambah dana otonomi khusus (otsus) kepada daerah tersebut, seperti di Kabupaten Raja Ampat yang merupakan daerah kepulauan membutuhkan dana yang lebih besar agar program prioritas tercapai.


Dikatakan Yoteni, di Kabupaten Raja Ampat, terdapat kurang lebih 107 sekolah tingkat SD, 33 tingkat SMP, dan 19 tingkat SMU serta 4 tingkat SMK. Rata-rata kekurangan guru. “Mungkin ketidakhadiran guru di sekolah diakibatkan medan yang sangat sulit. Untuk menjangkau pulau sangat jauh dan mahal, sehingga guru cenderung tidak ada di tempat tugas,” tukasnya.
Menurutnya, pembagian dana otsus, 70 persen untuk kabupatebn/kota dan 30 persen untuk provinsi merupakan langkah tepat. Hanya saja, untuk Raja Ampat masih kurang karena biasa transportasi antar daerah yang begitu besar.
“Dana otsus untuk kabupaten Raja Ampat hanya habis di transportasi, padahal untuk pendidikan maupun kesehatan juga harus mengjangkau seluruh daerah,” jelas Yoteni kepada Tabura Pos, Minggu (14/1).
Menurutnya, pelayanan kesehatan dan pendidikan di Raja Ampat belum sepenuhnya dirasakan masyarakat secara merata. Untuk itu, butuh perhatian yang lebih besar karena ada beberapa daerah yang memiliki indeks kesulitan geografi baik kabupaten Raja Ampat, Teluk Wondama, kabupaten pengunungan Arfak yang rata-rata sekolah tetapi tidak ada tenaga pendidikan, daerah-daerah seperti ini lah yang harus di berikan tambahan dana otonomi khusus.
Tambah Yoteni sesuai dengan laporan yang masuk dari beberapa anggota DPR Papua Barat dari mekanisme pengangkatan yang berada di tiga Klaster rata-rata sama khususnya di bidang pendidikan.
Dengan demikian dirinya berfikir selain raperdasus dan pertanggungjawaban dana otsus harus ada perdasus khusus di sektor pendidikan yang mengatur tentang guru, dan pola mengajar apa tepat diterapkan di Papua Barat. Sementara di bidang kesehatan membutuhkan klinik yang bisa mengjangkau seluruh masyarakat Raja Ampat.[CR31-R3]

Add comment


Security code
Refresh

No result...
Kontingen Nabire Ramaikan “Makan Ikan Bakar 30 Ton” di Kota 1001 Senja
Selasa, 19 September 2017
KAIMANA - Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XII Nabire, Minggu (17/9) pukul 11.00 WIT ikut meramaikan pesta makan ikan bakar 30 ton pada Pesparawi XII se tanah Papua yang digelar di...
Nabire Tampil Beda di “Parade Devile” Pesparawi XII
Selasa, 19 September 2017
KAIMANA - Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XII se Tanah Papua yang berlangsung di Kota Senja Indah Kaimana Povinsi Papua Barat, dibuka dengan “Parade Devile”, Jumat (15/9) para peserta...
Pesparawi XII Kaimana Ajang untuk Puji dan Muliakan Nama Tuhan
Rabu, 13 September 2017
KAIMANA - Ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi)  XII se Tanah Papua yang diselenggarakan di Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat, merupakan ajang untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan,...
Dalam Minggu Ini, Tahap 2 Kasus Dugaan Korupsi Swasembada Sapi
Rabu, 13 Januari 2016
MANOKWARI, TP – Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Manokwari akan melimpahkan 2 tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi swasembada Sapi di Dinas Peternakan Provinsi Papua Barat senilai Rp....
Propam Sudah Periksa Saksi Kasus Oknum Aparat ‘Lepas’ Tembakan
Rabu, 13 Januari 2016
MANOKWARI, TP – Penyidik Satreskrim Polres Manokwari dikabarkan sedang menangani kasus dugaan pelanggaran pidana oleh seorang oknum aparat keamanan di Anggrem, Kelurahan Padarni, Manokwari, Jumat...
Yoteni : Daerah Tersulit Perlu Tambahan Dana Otsus
Selasa, 17 November 2015
MANOKWARI, TP – Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat, Yan A. Yoteni mengatakan daerah yang memiliki kondisi geografis sulit, butuh perhatian lebih besar di banding daerah-daerah...
Raperdasus Pilkada dan Ketua DPR Papua Barat Tak Kunjung Terbentuk
Selasa, 17 November 2015
MANOKWARI,TP – Tuntutan masyarakat kepada DPR Papua Barat segera menyelesaikan sejumlah agenda penting begitu kencang. Hal ini dirasakan Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat, Yan A....
Pelanggaran Tindak Pidana Pilkada Diselesaikan Gakumdu
Senin, 09 November 2015
Manokwari, TP – Dalam menindaklanjuti pelanggaran pilkada, akan diserahkan sepenuhnya ke Bawaslu di tingkat provinsi dan Panwaslu di tingkat kabupaten-kota.
Polda Papua Barat Komitmen Menyelesaikan Kasus Korupsi
Senin, 09 November 2015
Manokwari, TP – Polda Papua Barat berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai kasus dugaan korupsi yang sekarang sedang ditangani Polda Papua Barat maupun polres-polres di jajaran Polda Papua Barat.
Towansiba: Pegaf Butuh 200 Guru PNS
Jumat, 06 November 2015
Manokwari, TP - Kabupaten Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat, membutuhkan tenaga guru cukup banyak. Diperkirakan, daerah pemekaran tersebut membutuhkan sekitar 200 guru yang sudah berstatus...

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2