Penolakan Berkas Balon MRP dari WKRI Deiyai Dipertanyakan?

NABIRE – Penolakan berkas Bakal Calon (Balon) anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk daerah pemilihan atau daerah asal Kabupaten Deiyai dari perwakilan organisasi perempuan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) cabang Deiyai dipertanyakan? Pasalnya, WKRI di beberapa kabupaten diterima, sementara di Deiyai ditolak, tanpa keterangan yang jelas dari Panitia Pemilihan (Panpil) anggota MRP yang masuk wilayah Meepago ini.


Gtruda Mote selaku Ketua DPC WKRI cabang Deiyai, kepada media ini Rabu (26/4) sore mengatakan, dengan dasar apa Panpil anggota MRP Kabupaten Deiyai menolak pendaftaran Balon yang direkomendasikan dari WKRI Cabang Deiyai, sementara kita ketahui bersama bahwa organisasi kami ini bermitra dengan pemerintah, selain selaku waduh perhimpunan gereja.
“Kami ini bingung dan apakah Panpil ini tidak mengerti akan petunjuk dari provinsi kah, karena dari kabupaten lain, seperti di Nabire contohnya, perwakilan ataupun rekomendasi yang dikeluarkan oleh organisasi perempuan atau kami WKRI ini diterima pendaftarannya. Ada apa dibalik ini,” tandasnya, ketika ditemui di bilangan kantor KNPI Kotalama Nabire kemarin.
Lanjutnya, tahun kemarin rekomendasi yang diberikan untuk calon anggota MRP dari WKRI diterima dan juga masuk jadi anggota, mengapa tanyanya, kali ini ditolak. Sementara itu, kita ketahui bersama bahwa di Kabupaten Deiyai tidak ada organisasi perempuan kecuali kami WKRI cabang Deiyai.
Untuk itu, Gtruda Mote, atas nama pengurus WKRI Deiyai mempertanyakan dasar penolakan pendaftaran dan pencalonan perwakilan dari WKRI oleh panitia pemilihan anggota MRP Kabupaten Deiyai, dengan harapan kiranya pihak Panpil dapat melihat ataupun setidaknya memberikan kesempatan kepada perwakilan perempuan untuk bersaing dan ikut seleksi masuk menjadi anggota MRP periode 2016-2021 mendatang ini.
“Kami harap pihak Panpil mengerti dan mengetahui hal ini. Kami ini organisasi perempuan yang selain bergerak di bidang keagamaan dalam hal ini gereja, juga di bidang sosial, budaya dan kemasyarakatan. WKRI AD/ART jelas dan terstruktur dari pusat sampai daerah, bahkan ada diluar negeri, jadi kami minta pihak Panpil dapat menerima rekomendasi dari perwakilan kaum perempuan di seleksi MRP ini,” pungkasnya. (wan)

Add comment


Security code
Refresh

Sebagian Penduduk Dogiyai Masih Pakai KTP Nasional
Rabu, 17 Mei 2017
NABIRE – Sebagian besar dari penduduk di Kabupaten Dogiyai masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional. Bahkan masih ada warga yang menggunakan KTP Lokal (KTP lama berwarna kuning) yang...
Pemda dan DPRD Dogiyai Dinilai Tak Peduli dengan Warganya
Rabu, 17 Mei 2017
DOGIYAI – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Dogiyai disebut lakukan pembiaran terhadap warganya sendiri. Pasalnya, sejauh ini banyak warga Dogiyai diintimidasi oleh...
Kadis Mabar Drop 31 Ton Beras
Rabu, 17 Mei 2017
NABIRE – Kepala Distrik Mapia Barat (Mabar), Kabupaten Dogiyai, Musa Kedeikoto, mendrop beras untuk rakyat miskin (Raskin) bagi masyarakat di wilayahnya, sebanyak 31 ton. Beras sebanyak itu untuk...
11 Calon Anggota MRP Dapil Dogiyai Ditetapkan
Senin, 15 Mei 2017
DOGIYAI - Musyawarah pemilihan lanjutan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) pada Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Dogiyai telah menetapkan calon anggota MRP hasil musyawarah, Kamis siang 4 mei 2017,...
9 Korban Truk Maut, Dimakamkan 1 Liang Kubur
Minggu, 07 Mei 2017
  NABIRE – Sembilan pelajar korban truk maut di Jalan Baru Kampung Kimupugi, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, pada Rabu (3/5) siang akhirnya dimakamkan. Mereka dimakamkan dalam satu liang kubur di...
Mote: Pembangunan untuk Kampung Kami Utamakan
Minggu, 07 Mei 2017
Deiyai – Kepala Distrik Tigi Stepanus Mote, S.Sos mengatakan, pembangunan untuk kampung kami utamakan mulai dari jembatan, balai, kantor masyarakat kampung. Untuk memprioritaskan peningkatkan...
APBN Program 20 Kampung 2016 Sudah Terlaksana
Minggu, 07 Mei 2017
DEIYAI - Pertanggungjawaban APBN program 20 kampung tahun 2016 sudah terlaksana dengan baik. Dengan adanya program dari pemerintah pusat yakni Presiden Joko Widodo, maka kampung di Distrik Tigi...
Sekjen Imasepa: Pemda dan Legislatif tidak Konsisten terhadap Pelayanan Publik
Minggu, 07 Mei 2017
DOGIYAI - Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa se Tanah Papua Jawa Barat (Sekjen IMASEPA JABAR) Leonardus O. Magai menyatakan kecelakaan truk pengangkut pasir yang ditumpangi anak-anak pada Selasa 2...
Misa Kudus HUT ke 65 Gereja Santo Silvius Litani Aiyatei Deiyai Digelar
Minggu, 07 Mei 2017
DEIYIA - Umat dan jemaat Gereja Katolik Santo Silvius Litani, Kampung Ayatei Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, menggelar Misa Kudus Pengucapan Syukur HUT ke 65 Gereja Katolik Santo Silvius,...
Penolakan Berkas Balon MRP dari WKRI Deiyai Dipertanyakan?
Kamis, 27 April 2017
NABIRE – Penolakan berkas Bakal Calon (Balon) anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk daerah pemilihan atau daerah asal Kabupaten Deiyai dari perwakilan organisasi perempuan Wanita Katolik...

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2