Hasil Kopi Asal Kuwaikotu Mapteng Tertampung di Koperasi

DOGIYAI – Hasil produksi Kopi Bio Mapia milik Petrus Wakei warga Kuwaikotu  Kampung Timepa Distrik Mapia Tengah (Mapteng) Kabupaten Dogiyai yang merupakan usaha sendiri sedang ditampung di koperasi. Hasil produksi kopi miliknya ini sejak tahun 2015 dan tidak pernah yang membeli, sehingga untuk memasarkannya dirinya mengakui sempat kebingungan.
“Hasil prokdusi Kopi Bio Mapia milik kami ini tak pernah selama  produksi ada yang membelinya, sehingga kami tamping di koperasa saja,” terang Petrus belum lama ini.


Dikatakan, dirinya sempat bersama istri mendatangi beberapa kator pemerintah di kabupaten Dogiyai untuk memasarkan dan menawarkan kopi tersebut, walaupun mereka hanya berjalan kaki dari Kuwaikotu Pimepa Distrik Mapteng menuju Bomomani Mapia Distrik Dogiyai, termasuk di kantor Bappeda, Dinas Sosial, BPMK  dan kantor perikanan perkebunan dan  peternakan Dogiyai.
“Saya sedang tampung di koperasi dalam jumlah yang banyak , tidak ada  yang minat membeli kopi saya. Saya pernah promosi ke pemerintah kabupaten Dogiyai dan pernah kasih cuma-cuma beberapa bungkus tanpa mereka beli,” jelasnya kepada media ini.
Tambah mantan siswa SMTP Pertanian, tak selesai pendidikan karena tak ada biaya ini, orang tuanya murni petani kebun di Kuwaikotu, sehingga ia memilik pulang kampung membuka kebun kopi Kuwaikotu Timepa.
Ceritanya, tempo dulu orangtua saya ikut pelatihan model Kuperdis di Mapia menyangkut ekonomi rumah tangga. Bagaimana menghidupkan ekonomi rumah tangga dengan usaha kecil-kecilan di keluarga, katanya, sekarang  saya lihat kopi saya tak ada yang beli, tidak ada bapak angkat, sehingga dia bertanya, mungkin ada dana dari pemerintah  sebagai  motifasi kami. Lanjutnya, rata-rata warga Mapia ada kebun kopi, namun sekarang dijadikan  kayu api karena belum ada perawatan kopi, belum ada pendampingan. “Buktinya, saya memiliki seribu pohon kopi tak ada yang mendorong saya.
Pasti saja usaha saya ini juga mati karena tak ada yang motivasi dan bantu saya, termasuk termasuk dana dan belum ada pendampingan,” tandasnya.
Diakhir komentarnya, ia mengusulkan kepada pemerintah  Dogiyai atau pemerintah propinsi, ketika ada yang berminat membeli kopi Bubuk saya di Timepa. “Bagi siapa yang minat mau membeli Kopi Bio Mapia Kuwaikotu  Timepa Dogiyai, Papua bisa menghubungi kami,” ujarnya. (don)

Add comment


Security code
Refresh

Peter Worabay Minta PAP Buang Sikap Iri Hati Sesama Pengusaha Kontruksi
Rabu, 29 Maret 2017
NABIRE - Direktur PT. Sinar Sukses Papua (SSP), Peter Worabay yang didampingi Wakil Direktur PT. Sinar Sukses Papua (SSP), Titi Yuliana Marey, S.Pd.K saat menghadiri pertemuan yang dilakukan oleh...
Tim Sinerji BUMN Pokja Papua Tinjau Usaha Kelompok
Rabu, 29 Maret 2017
DEIYAI – Tim Sinerji BUMN Pokja Papua yang diketuai Judith Dipodiputra, meninjau sejumlah usaha kelompok, diantaranya usaha ternak babi, usaha tanaman kopi, usaha ternak sapi, yang ada di Kampung...
Pemasangan Pipa Air Bersih, Mulai Dikerjakan
Rabu, 29 Maret 2017
DEIYAI – Dalam rangka menjawab salah satu kebutuhan masyarakat di wilayah Kabupaten Deiyai, khususnya di bidang air bersih, pemerintah daerah kabupaten Deiyai melalui dinas teknis, Pekerjaan Umum...
Musrembangda Deiyai Rampungkan Sejumlah Program Pembangunan
Rabu, 29 Maret 2017
DEIYAI - Pelaksanaan Musrembangda tingkat kabupaten, merupakan kegiatan rutinitas yang dilaksanakan setiap tahun di kabupaten/kota dalam rangka menyusun, merancang dan merumuskan berbagai program...
Dispora Paniai Bagikan Alat Olahraga, Miliki Lapangan
Rabu, 29 Maret 2017
PANIAI– Dalam rangka mendukung program Pemerintah Kabupaten Paniai khususnya di bidang olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Paniai berjanji akan memfasilitasi alat-alat olahraga...
Persoalan Jabatan Bupati Dogiyai, Dimediasi
Rabu, 29 Maret 2017
NABIRE – Sabtu (25/3) malam, bertempat di ruang kerja Kapolres Nabire telah berlangsung pertemuan dalam rangka mediasi penyelesaian masalah jabatan Bupati Dogiyai antara Plt. Bupati Dogiyai Herman...
Pemkab Intan Jaya Siapkan 10 Miliar Dana Perdamaian
Senin, 27 Maret 2017
JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya menyatakan, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp.10 miliar, untuk penanganan konflik Pilkada yang terjadi di daerah itu.Bupati Intan Jaya, Natalis...
Amos Edowai: Terima Kasih Masyarakat Distrik Tigi Barat
Rabu, 22 Februari 2017
DEIYAI – Ketua DPC PKB Kabupaten Deiyai, Amos Edowai, menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Distrik Tigi Barat, khususnya masyarakat di empat desa/kampung, yaitu Kampung Diyai, Diyai...
Masyarakat Intan Jaya Jangan Terprovokasi Isu Oknum KJ
Rabu, 22 Februari 2017
INTAN JAYA - Frans Dendegau sebagai mahasiswa mengajak masyarakat Intan Jaya tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi tentang isu dan kabar miring yang dihembuskan oknum Kurang Jelas (KJ) kandidat...
KPU Independen dan Apkam Kerja Maksimal
Rabu, 22 Februari 2017
DOGIYAI – Pelaksanaan pemungutan suara pada Pilkada Kabupaten Dogiyai telah berjalan dengan lancar dan aman. Suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi di Kabupaten Dogiyai ini tidak terlepas dari...

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2