Masyarakat Pertanyakan Penyelesaian Jembatan Mapia

DOGIYAI - Masyarakat dari Distrik Mapia Tengah, Mapia Barat dan Piyaiye, Kabupaten Dogiyai mempertanyakan penyelesaian jembatan Kali Mapia diantara Kampung Diyeugi dan Modio. Sebab, selama beberapa bulan terakhir ini tidak ada aktifitas pekerjaan fisik. Bahkan masyarakat menduga, kontraktor hendak mempriotitaskan pekerjaan jembatan di luar Mapia, Kabupaten Dogiyai dibanding menyelesaikan jembatan di jalan poros lingkaran Mapia.

 

Jembatan kali Mapia merupakan salah satu sarana penting bagi pengguna jasa angkutan darat bagi warga tiga distrik tersebut, sehingga pembangunan jembatan Kali Mapia menjadi solusi terbaik untuk mendekatkan komunikasi timbal balik antara Dogiyai dan tiga distrik di kawasan perbukitan Mapia.

Beberapa warga dari Modio pekan lalu mengatakan tidak tahu persis kapan kontraktor melanjutkan sisa pembangunan jembatan Mapia. Sebab, tidak kegiatan di sekitar pekerjaan, selama beberapa bulan terakhir ini.

Bahkan warga lain mengungkapkan kerangka baja yang disiapkan kontraktor di pinggir jembatan juga sudah diangkut, sehingga tidak ada persiapan material jembatan, kecuali material alam yang diambil di tempat. Tidak tahu, kontraktor membawa kerangka baja di Kali Mapia di kemanakan.

Warga juga mengeluh dengan terputusnya akses darat ke Mapia Tengah, Distrik Mapia Barat dan Piyaiye. Sebab, ketika jalan darat sudah tembus hingga Kampung Modio hingga Jegoukotu, kendaraan roda empat bisa menyeberang Kali Mapia saat musim kemarau hingga Kampung Modio, tetapi sekarang tidak. Sebab, kontraktor yang menangani pekerjaan jembatan Kali Mapia malah menghancurkan bentangan kali yang sebelumnya biasa dilalui kendaraan roda empat.

Menurut pantuan media ini pekan lalu, tidak ada kegiatan pembangunan jembatan, tidak ada lagi material bangunan, camp saja kosong dan terkunci.

Selain itu, kendaraan roda empat yang biasanya menyeberangi kali Mapia sudah tidak mungkin lagi. Sebab lokasi yang biasanya dipakai oleh sopir untuk menyeberang sungai sudah terganggu dengan kegiatan pembangunan jembatan. Kontraktor tidak memberikan celah sedikitpun kepada angkutan umum untuk menyeberang ke Kampung Modio dan Putapa, dan sebaliknya pulang ke Bomomani dan Dogiyai.

Warga juga menduga jembatan Kali Mapia yang sedang dalam “macet” juga terkesan sempit sehingga tidak bisa dilalui oleh dua kendaraan roda empat sehingga bila sudah selesai akan ada antrian di ujung jembatan.

Selama ini, masyarakat yang turun dipinggir Kali Mapia, dari Modio dan Putapa, atau dari arah Bomomani terpaksa harus melintas diatas jembatan kayu, hanya dua buah kayu. Ketika hujan, jembatan tersebut sangat rawan karena licin di atas jembatan dua kayu buah tersebut.

Warga dari tiga distrik masing-masing Distrik Mapia Tengah, Mapia Barat dan Piyaiye agar secepatya pembangunan jembatan kali Mapia dilanjutkan agar pelayanan lewat darat bisa terlayani hingga kampung Yegoukotu, Distrik Mapia Barat agar akses darat ke Distrik Piyaiye bisa diperpendek. (ans)

Add comment


Security code
Refresh

Pemdis Tibar Telah Salurkan Raskin ke-22 Kampung
Senin, 04 September 2017
DEIYAI – Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin) di Distrik Tigi Barat (Tibar), Kabupaten Deiyai telah disalurkan ke 22 kampung yang ada di wilayah ini berdasarkan data warga yang ada di masing-masing...
Warga Suku Kamoro Klaim Masuk Wilayah Distrik Kapiraya
Senin, 04 September 2017
DEIYAI – Sebagian besar warga Suku Kamoro yang mendiami di perbatasan  Deiyai - Mimika, mengklaim akan masuk di wilayah kabupaten Deiyai. Mereka berkeinginan untuk masuk jadi warga Deiyai, karena...
Secilius Kedeikoto: “Saya Baru Diangkat Jadi Pimpinan Kantor Koperasi dan UKM Dogiyai”
Senin, 04 September 2017
DOGIYAI – Mantan Kepala Distrik Mapia Tengah (Mateng) dan Mapia Barat (Mabar) Secilius Kedeikoto, SE, sekarang menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Dogiyai. 
A. Zonggonau: Incamben Menang Pilkada Intan Jaya Karena Kena Peraturan
Minggu, 03 September 2017
INTAN JAYA – Pilkada di Kabupaten Intan Jaya merupakan salah satu Pilkada yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dalam tahap ke II yang telah selesai dengan berbagai masalah. Namun,...
Pemda Diharapkan Buka Rute Subsidi Pesawat Kecil Deiyai-Kapiraya
Minggu, 03 September 2017
DEIYAI - Sesuai kondisi wilayah yang ada, terutama jangkauan medan dari ibukota Distrik Kapiraya ke Deiyai yang begitu jauh dan tidak adanya akses jalan darat yang dibangun untuk menyambungkan dari...
Komisi B DPRD Dogiyai Akan Gelar Pertemuan Segitiga
Minggu, 03 September 2017
NABIRE – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai akan menggelar pertemuan segitiga antara eksekutif yang melibatkan Bupati Dogiyai, Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan...
Perlu Penegasan Dinas Terkait terhadap Tenaga Guru di Kapiraya
Senin, 28 Agustus 2017
DEIYAI – Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui dinas terkait telah membangun sebuah gedung Sekolah Dasar (SD) di Ibukota Distrik Kapiraya, namun hingga saat ini tampaknya tenaga guru yang pemerintah...
Diharapkan Pemkab Bangun Kantor Distrik Kapiraya yang Layak
Senin, 28 Agustus 2017
DEIYAI – Dengan melihatnya kondisi Kantor Distrik Kapiraya, Kabupayen Deiyai yang sangat memprihatinkan dan bangunannya rusak berat, maka diharapkan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai dapat...
Sebagian Besar Kantor Distrik Kapiraya Lapuk Total, Pegawai Tak Betah Kerja
Sabtu, 26 Agustus 2017
DEIYAI - Sebagian besar papan, seng, pintu, Kantor Distrik Kapiraya rusak parah karena bangunnya lapuk total, sehingga secara umum kondisi kantor Distrik sangat rusak parah atau rusak berat dan juga...
Upacara Bendera HUT RI ke-72 di Distrik Kapiraya Berjalan Sukses
Sabtu, 26 Agustus 2017
KAPIRAYA – Pemerintah Distrik Kapiraya adalah salah satu distrik di Kabupaten Deiyai, yang terletak diperbatasan langsung antara Kabupaten Mimika dengan Deiyai dan disebelah barat dengan Dogiyai.

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2