Pemda dan DPRD Dogiyai Dinilai Tak Peduli dengan Warganya

DOGIYAI – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Dogiyai disebut lakukan pembiaran terhadap warganya sendiri. Pasalnya, sejauh ini banyak warga Dogiyai diintimidasi oleh aparat keamanan. Namun, hingga saat ini Pemda dan DPRD dinilai lakukan pembiaran terhadap warga Dogiyai.


Ketua Solidaritas Peduli Budaya Rakyat Mee Dogiyai, Benediktus Goo, mengatakan, Pemda dan DPRD Dogiyai dengan sengaja terlantarkan warga Dogiyai. Ketidakpedulian pemerintah daerah ini sangat disayangkan.
Ia menilai pemerintah seharusnya melindungi seluruh warga Dogiyai. Selama ini, Tim Gabungan Giat Operasi Praja sudah melakukan sweeping hampir tiap hari di Moanemani. Namun, Pemda sama sekali tidak pernah datangi ke aparat keamanan untuk tanyakan tujuan dilakukan sweeping.
Pasalnya sweeping yang dilakukan itu tanpa arah. Karena, pada umumnya sweeping yang dilakukan itu selalu ada prosedur dan petunjuk teknis.
Ia sebut, Pemda dan DPRD Dogiyai menjadi budak dari aparat keamanan yang bertugas di Dogiyai. Pernah mengajak pemerintah untuk melakukan pertemuan dengan pihak keamanan yang melakukan sweeping. Namun, saat mengajak diskusi, Pemda Dogiyai malah lari dari persoalan yang dialami warga Dogiyai.
Satu contoh pembiaran dari DPRD itu pada saat ribuan warga Dogiyai turun jalan dan mendatangi kantor DPRD, beberapa waktu lalu. Dari 20 anggota DPR Dogiyai, hanya tiga anggota DPRD yang menerima masa aksi.
Hal tersebut dinilai pengkhianatan terhadap warga Dogiyai. Karena, DPRD merupakan perpanjangan tangan dari rakyat. DPRD itu juga dipilih oleh rakyat sehingga seyogyanya DPRD harus menerima aspirasi yang disampaikan oleh warga Dogiyai sebagai bentuk protes keras atas sweeping yang memakan korban.
Mama Anou (46) mengaku kesal dengan sikap apatis dari Pemda dan DPRD Dogiyai. Sebab, Mama Anou bersama warga lain sudah pernah datangi ke kantor DPRD untuk mengadu beberapa hal.
“Beberapa kali saya pernah datang ke kantor DPR. Tapi, setiap kali saya datang, DPR tidak pernah ada di kantor. Sebenarnya, DPRD itu siapa yang pilih? Masyarakat yang pilih atau pemerintah?” tanya Mama Anou.
Sikap DPRD Dogiyai yang tidak pernah peduli ini, kata Mama Anou, harus diketahui publik agar, kedepan warga berikan hak suara kepada mereka yang benar-benar mau berjuang dan berkorban untuk rakyat Dogiyai. (ris/ist)

Add comment


Security code
Refresh

Sebagian Penduduk Dogiyai Masih Pakai KTP Nasional
Rabu, 17 Mei 2017
NABIRE – Sebagian besar dari penduduk di Kabupaten Dogiyai masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional. Bahkan masih ada warga yang menggunakan KTP Lokal (KTP lama berwarna kuning) yang...
Pemda dan DPRD Dogiyai Dinilai Tak Peduli dengan Warganya
Rabu, 17 Mei 2017
DOGIYAI – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Dogiyai disebut lakukan pembiaran terhadap warganya sendiri. Pasalnya, sejauh ini banyak warga Dogiyai diintimidasi oleh...
Kadis Mabar Drop 31 Ton Beras
Rabu, 17 Mei 2017
NABIRE – Kepala Distrik Mapia Barat (Mabar), Kabupaten Dogiyai, Musa Kedeikoto, mendrop beras untuk rakyat miskin (Raskin) bagi masyarakat di wilayahnya, sebanyak 31 ton. Beras sebanyak itu untuk...
11 Calon Anggota MRP Dapil Dogiyai Ditetapkan
Senin, 15 Mei 2017
DOGIYAI - Musyawarah pemilihan lanjutan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) pada Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Dogiyai telah menetapkan calon anggota MRP hasil musyawarah, Kamis siang 4 mei 2017,...
9 Korban Truk Maut, Dimakamkan 1 Liang Kubur
Minggu, 07 Mei 2017
  NABIRE – Sembilan pelajar korban truk maut di Jalan Baru Kampung Kimupugi, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, pada Rabu (3/5) siang akhirnya dimakamkan. Mereka dimakamkan dalam satu liang kubur di...
Mote: Pembangunan untuk Kampung Kami Utamakan
Minggu, 07 Mei 2017
Deiyai – Kepala Distrik Tigi Stepanus Mote, S.Sos mengatakan, pembangunan untuk kampung kami utamakan mulai dari jembatan, balai, kantor masyarakat kampung. Untuk memprioritaskan peningkatkan...
APBN Program 20 Kampung 2016 Sudah Terlaksana
Minggu, 07 Mei 2017
DEIYAI - Pertanggungjawaban APBN program 20 kampung tahun 2016 sudah terlaksana dengan baik. Dengan adanya program dari pemerintah pusat yakni Presiden Joko Widodo, maka kampung di Distrik Tigi...
Sekjen Imasepa: Pemda dan Legislatif tidak Konsisten terhadap Pelayanan Publik
Minggu, 07 Mei 2017
DOGIYAI - Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa se Tanah Papua Jawa Barat (Sekjen IMASEPA JABAR) Leonardus O. Magai menyatakan kecelakaan truk pengangkut pasir yang ditumpangi anak-anak pada Selasa 2...
Misa Kudus HUT ke 65 Gereja Santo Silvius Litani Aiyatei Deiyai Digelar
Minggu, 07 Mei 2017
DEIYIA - Umat dan jemaat Gereja Katolik Santo Silvius Litani, Kampung Ayatei Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, menggelar Misa Kudus Pengucapan Syukur HUT ke 65 Gereja Katolik Santo Silvius,...
Penolakan Berkas Balon MRP dari WKRI Deiyai Dipertanyakan?
Kamis, 27 April 2017
NABIRE – Penolakan berkas Bakal Calon (Balon) anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk daerah pemilihan atau daerah asal Kabupaten Deiyai dari perwakilan organisasi perempuan Wanita Katolik...

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2