KPU dan Panwas Binggungkan Masyarakat Soal Dukungan Parpol Ganda

NABIRE - Dalam ajang pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nabire yang akan berlangsung pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang, banyak masyarakat yang masih binggung dengan adanya dualisme (ganda) dukungan partai politik (Parpol).


Bagaimana tidak, keberadaan dukungan Partai Nasdem dan Partai Golkar sampai saat ini masih mendukung dua kandidat, terbukti bendera dan logo Partai Golkar masih ada di calon bupati dan wakil bupati nomor urut 4 dan 8, sedangkan Partai Nasdem sampai saat ini bendera maupun logo masih juga berada di kandidat nomor urut 1 dan nomor urut 8.
Berangkat dari persoalan tersebut, masyarakat yang juga akan menjadi peserta pemilihan umum Kepala Daerah dan Wakil kepala daerah Kabupaten Nabire tanggal 9 Desember 2015 nanti, sampai saat ini masih bingung dan tidak mengerti mengapa hal ini masih terjadi, padahal Pemilukada Nabire tinggal menghitung hari saja, namun masalah bendera dan logo partai pendukung masih ada yang belum beres alias terselesaikan.
Yang menjadi pertanyaan bagi masyarakat, dimana peran KPU dan Panwaslukada Kabupaten Nabire sebagai penyelanggara Pemilukada, yang notabenenya harus melakukan penertiban dan pemberitahuan resmi kepada masyarakat lewat sosialisasi, atas apa yang terjadi. Dalam arti KPU dan Panwas harus tegas, partai apa dukung siapa, dan partai apa di nomor urut berapa, sehingga jelas dan masyarakat tidak menjadi binggung dalam memilih nanti.
Selain soal figur calon pemimpin, masyarakat juga perlu tahu partai apa yang mendukungnya, karena berangkat dari Parpollah seorang calon pemimpin diusung menjadi calon bupati dan wakil bupati sempat dipertanyakan oleh kedua belah pihak.
“Ternyata sampai sekarang partai yang ditempel di baliho atau bendera yang berkibar masih tetap dipasang di setiap calon-calon yang sudah kalah dalam pertarungan di putusan PTUN Makassar. Seharusnya dicabut benderahnya dan balihonya,” demikian menurut pendapat masyarakat tinggal di Nabarua, yang enggan namanya dikorankan.
Katanya, seharusnya KPU dan Panwas memberikan pelajaran politik yang baik dan jangan membiarkan persoalan yang mungkin dianggap sepele, tetapi bisa berujung kepada pendidikan politik yang kurang baik dan benar kepada masyarakat, serta KPU dan Panwas bisa dianggap sebagai penyelenggara yang tidak berhasil. Padahal, soal adanya klaim mengklaim partai tersebut sudah ada pihak-pihak, dalam hal ini calon kandidat nomor urut 8 (delapan) pernah memuatnya di media Papuapos beberapa waktu lalu, namun hingga kini belum ada realisasi soal penertiban baliho dan bendera partai oleh KPU maupun Panwas.   
*Perbincangan antara masyarakat biasa dan intelektual
Masyarakat biasa, bro sebenarnya partai warna kuning dan biru tua itu kandidat siapa yang sudah sah pegang kah tanyanya. Intelektual jawab kalau saya baca di koran Papuapos Nabire, hasil di PTUN Makassar dong bilang pasangan nomor 8. Masyarakat biasa, tapi kenapa bendera dan baliho terpasang di kandidat lain juga, baru kenapa KPU dan Panwas diam saja eee. Intelektual jawab, ya itulah bro politik yang dipakai semua sudah melanggar aturan yang ada di undang-undang, padahal kalau kita tegaskan semua dapat seret, tapi siapa seret siapa dong kedua tertawa terpahak-pahak. Masyarakat biasa, ooOO jadi begitu ya memang semua kayaknya pada kurang sehat.
Tambahnya Masyarakat biasa, saya sering melihat Pilkada di daerah lain pencalonan bupati tidak pernah saya lihat calon kandidat mempunyai partai yang sama dengan kandidat yang lain. Baru kali ini saja yang saya lihat di kabupaten Nabire pencalonan kandidat mempunyai partai yang sama. Kadang kami sebut juga kandidat terlalu besar mengharap masyarakat ingin menangkan calon tersebut.
Walaupun kami masyarakat biasa, kami sudah tahu perilaku dan sifat para calon yang ada di Nabire jadi jangan membuat iming-iming yang tidak berguna bagi kami. Kami harapkan kepada semua para KPU, Panwas, dan kandidat, harus bisa mengajak masyarakat berdemokrasi yang baik. Jangan memacing situasi yang ada di Nabire. Pernah sa, lihat di Tv yang jujur disalahkan yang salah dibenarkan, hal yang seperti ini sudah tidak asing lagi di dunia politik,” ungkapnya. (ris)

Add comment


Security code
Refresh

No result...
Pemdis Tibar Telah Salurkan Raskin ke-22 Kampung
Senin, 04 September 2017
DEIYAI – Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin) di Distrik Tigi Barat (Tibar), Kabupaten Deiyai telah disalurkan ke 22 kampung yang ada di wilayah ini berdasarkan data warga yang ada di masing-masing...
Warga Suku Kamoro Klaim Masuk Wilayah Distrik Kapiraya
Senin, 04 September 2017
DEIYAI – Sebagian besar warga Suku Kamoro yang mendiami di perbatasan  Deiyai - Mimika, mengklaim akan masuk di wilayah kabupaten Deiyai. Mereka berkeinginan untuk masuk jadi warga Deiyai, karena...
Secilius Kedeikoto: “Saya Baru Diangkat Jadi Pimpinan Kantor Koperasi dan UKM Dogiyai”
Senin, 04 September 2017
DOGIYAI – Mantan Kepala Distrik Mapia Tengah (Mateng) dan Mapia Barat (Mabar) Secilius Kedeikoto, SE, sekarang menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Dogiyai. 
A. Zonggonau: Incamben Menang Pilkada Intan Jaya Karena Kena Peraturan
Minggu, 03 September 2017
INTAN JAYA – Pilkada di Kabupaten Intan Jaya merupakan salah satu Pilkada yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dalam tahap ke II yang telah selesai dengan berbagai masalah. Namun,...
Pemda Diharapkan Buka Rute Subsidi Pesawat Kecil Deiyai-Kapiraya
Minggu, 03 September 2017
DEIYAI - Sesuai kondisi wilayah yang ada, terutama jangkauan medan dari ibukota Distrik Kapiraya ke Deiyai yang begitu jauh dan tidak adanya akses jalan darat yang dibangun untuk menyambungkan dari...
Komisi B DPRD Dogiyai Akan Gelar Pertemuan Segitiga
Minggu, 03 September 2017
NABIRE – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai akan menggelar pertemuan segitiga antara eksekutif yang melibatkan Bupati Dogiyai, Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan...
Perlu Penegasan Dinas Terkait terhadap Tenaga Guru di Kapiraya
Senin, 28 Agustus 2017
DEIYAI – Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui dinas terkait telah membangun sebuah gedung Sekolah Dasar (SD) di Ibukota Distrik Kapiraya, namun hingga saat ini tampaknya tenaga guru yang pemerintah...
Diharapkan Pemkab Bangun Kantor Distrik Kapiraya yang Layak
Senin, 28 Agustus 2017
DEIYAI – Dengan melihatnya kondisi Kantor Distrik Kapiraya, Kabupayen Deiyai yang sangat memprihatinkan dan bangunannya rusak berat, maka diharapkan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai dapat...
Sebagian Besar Kantor Distrik Kapiraya Lapuk Total, Pegawai Tak Betah Kerja
Sabtu, 26 Agustus 2017
DEIYAI - Sebagian besar papan, seng, pintu, Kantor Distrik Kapiraya rusak parah karena bangunnya lapuk total, sehingga secara umum kondisi kantor Distrik sangat rusak parah atau rusak berat dan juga...
Upacara Bendera HUT RI ke-72 di Distrik Kapiraya Berjalan Sukses
Sabtu, 26 Agustus 2017
KAPIRAYA – Pemerintah Distrik Kapiraya adalah salah satu distrik di Kabupaten Deiyai, yang terletak diperbatasan langsung antara Kabupaten Mimika dengan Deiyai dan disebelah barat dengan Dogiyai.

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2