Dipertanyakan Pansel Dapeng Mee Pago, Status PNS

ENAROTALI – Panitia Seleksi (Pansel) pada Daerah Pengangkatan (Dapeng) wilayah Mee Pago dipertanyakan? Pasalnya, ada anggota Pansel Dapeng tersebut yang dibentuk di Kabupaten Paniai beberapa waktu lalu ini, berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Demikian seperti disampaikan salah satu tokoh pemuda, Benyamin Kogoya, kepada media ini Minggu siang kemarin.


Diterangkannya, proses seleksi Pansel Dapeng untuk wilayah Mee Pago ini sudah sesuai tahapan dan mekanisme seperti diatur dalam Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Provinsi Papua Nomor 6 Tahun 2014 tentang Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Papua yang ditetapkan Melalui Mekanisme Pengangkatan Periode 2014-2019, bab III yang menyebutkan Panitia Seleksi Pengangkatan 14 Kursi DPRP Provinsi Papua dan Peraturan Gubernur Nomor 71 2015 tentang Tata Cara Pengangkatan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua yang ditetapkan melalui Mekanisme Pengangkatan Periode 2014-2019.
Namun, lanjut Benyamin Kogoya, dalam Perdasus Nomor 6 Tahun 2014 pasal 13 ayat ketiga, bagian a, b dan c itu sangat jelas disebutkan bahwa yang masuk dalam Pansel pada Dapeng itu adalah 2 dari unsur akademisi, 2 dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan 1 orang dari tokoh agama. Jadi tidak disebutkan dari unsur PNS.
“Ini yang kami pertanyakan. Mengapa dalam Pansel Dapeng tersebut ada yang dari PNS, berbeda ketika yang dari PNS itu adalah Sekretaris Pansel Dapeng. Itu sama aturan dan mekanismenya dalam penjaringan anggota Pansel dari tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota. Tim Pansel itu sangat jelas ada keterwakilan dan pembagian, yakni dari unsure akademis, LSM dan tokoh agama,” tandasnya.
Kembali ditegasnya dan ditambahkan Arinus, kami disini ingin mempertanyakan mengapa ada seorang PNS eselon IV yang berkerja didalam Pansel Dapeng ini.
“Di wilayah Mee Pago ini banyak sarjana yang menganggur dan mereka mampu berkerja dan seorang PNS yang notabene eselon mengapa ada didalamnya. Ini yang kami coba untuk meluruskan aturan yang ada. Kalau memang yang bersangkutan (PNS tersebut red), mau di Pansel Dapeng yang status PNS harus ditinggalkan dan sebaliknya ketika masih PNS, jangan masuk di Pansel Dapeng,” imbuhnya.
Ditambahkan dan harapnya, hal ini jangan terulang lagi pada Pansel tingkat kabupaten/kota, khususnya yang ada di wilayah Mee Pago yang membawahi 6 kabupaten diantaranya, Kabupaten Timika, Paniai, Deiyai, Intan Jaya, Dogiyai termasuk kabupaten Nabire. “Ini harapan kami, dan secara khusus terkait tim atau anggota Pansel Dapeng wilaya Meepago dari PNS ini harus lihat baik aturan karena PNS tidak boleh masuk kedalam Pansel Dapeng,” akhirnya.(wan)

Add comment


Security code
Refresh

No result...
Mahasiswa Deiyai Berharap Pemerintah Deiyai Seriusi Penyediaan TPS
Selasa, 25 Juli 2017
DEIYAI - Mahasiswa asal Deiyai se-Kota Study Jayapura yang tergabung dalam forum peduli alam Deiyai, mengharapkan pemerintah Kabupaten Deiyai dapat seriusi dalam penyediaan tempat pembuangan sampah...
Warga Mauwa Proaktif Korvoi dari Quasi Menjadi Paroki
Sabtu, 03 Juni 2017
MOANEMANI – Pastor selaku penanggung jawab Kuwasi Santo Petrus Mauwa diakon Markus Auwe dan Sekretaris Herman Tebai bersama umat quasi Gereja Katolik Santo Petrus menggelar korvoi mengisi kegiatan...
Pejabat Koperasi UKM Papua Monitor Koperasi UKM Dogiyai
Sabtu, 03 Juni 2017
DOGIYAI – Perkembangan pembinaan, monitoring pelaksanaan revitalisasi koperasi yang ada di kabupaten Dogiyai, petinggi pejabat Propinsi Papua melakukan kunjungan ke Dogiyai. Monitoring kegiatan...
Turnamen Bupati Cup I, Siap Dilaksanakan
Sabtu, 03 Juni 2017
DEIYAI - Turnamen perebutan piala Bupati Cup ke-I tahun 2017, siap dilaksanakan dua cabang olahraga, diantaranya Cabor Voli dan Cabor Futsal, akan berlangsung di Waghete, Kabupaten Deiyai. 
Pemda Diminta Terus Memberi Perhatian Serius Sektor Pendidikan
Rabu, 31 Mei 2017
DEIYAI – Dalam rangka membangun dan memajukan suatu daerah dan masyarakat di daerah, tentu dibutuhkan sumber daya manusia yang berkwalitas, maka untuk meningkatkan kwalitas manusia tentu melalui...
STK Touye Papa Deiyai Memiliki Gedung Asrama Mahasiswa Baru
Rabu, 31 Mei 2017
DEIYAI - Yayasan Emawa Owaada, sejak empat tahun lalu telah berupaya  mendirikan sebuah perguruan tinggi, yaitu STK Touye Papa di Waghete, Kabupaten Deiyai.
Intan Jaya kudeta klasemen dari Paniai
Rabu, 31 Mei 2017
JAYAPURA - Persintan Intan Jaya sukses mengkudeta klasemen sementara grup C Liga 3 zona Papua setelah mengalahkan Persipani Paniai dengan skor 1-0. Atas kemenangan ini Persintan langsung memimpin...
Panpil Dapil 12 Meepago Tetapkan 4 Lulus Calon Anggota MRP
Senin, 29 Mei 2017
DEIYAI - Setelah menjalani tahapan proses seleksi calon anggota MRP di masing-masing kabupaten, diantaranya Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, melalui Panitia Seleksi Pemilihan (Panpil) calon anggota...
Sebagian Penduduk Dogiyai Masih Pakai KTP Nasional
Rabu, 17 Mei 2017
NABIRE – Sebagian besar dari penduduk di Kabupaten Dogiyai masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional. Bahkan masih ada warga yang menggunakan KTP Lokal (KTP lama berwarna kuning) yang...
Pemda dan DPRD Dogiyai Dinilai Tak Peduli dengan Warganya
Rabu, 17 Mei 2017
DOGIYAI – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Dogiyai disebut lakukan pembiaran terhadap warganya sendiri. Pasalnya, sejauh ini banyak warga Dogiyai diintimidasi oleh...

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2