Aibon Sudah Masuk di Dogiyai, Pemda Diminta Atasi Secepatnya

DOGIYAI - Berbagai persoalan masih dirundung kabupaten Dogiyai sejak dimekarkan dari kabupaten Nabire pada tahun 2008, kabupaten Dogiyai masih dihantui dengan berbagai persoalan, baik persoalan sosial maupun persoalan yang lain.
Ada sebuah persoalan baru kembali muncul di Dogiyai, yakni Lem Aibon yang biasanya digunakan untuk keperluan bangunan, digunakan anak-anak untuk menghisap dan hirupnya hingga membuat anak-anak menjadi pusing.
Kita harus akui, Aibon memang bukan hal yang baru pada dunia anak seperti di Nabire, Jayapura, Wamena dan beberapa kota di tanah Papua. Kebanyakan anak-anak yang hisap Aibon merupakan anak-anak yang jauh dari kasih sayang orang tua. “Saya melihat dua anak ada hisap Aibon,” kata Andy Goo, di Moanemani Dogiyai, belum lama ini seraya menambahkan begitu saya ketemu, saya sudah tegur dan berikan nasehat kepada mereka.


Tambah Andy, saat dirinya menemui dua anak tersebut, mereka masih memakai pakaian sekolah. “Satu berpakaian SMP dan satu lagi pakaian SMA,” katanya menurut kedua anak itu, orang tua mereka di Nabire, sehingga menurut saya, mereka jauh dari orang tua mereka. “Disini mereka bebas dari jangkauan orang tua,” ujarnya.
Andy meminta kepada semua orang tua harus waspada dan didik semua anak serta awasi tiap anak. Jangan sampai anak-anak masuk dalam dunia yang tidak diinginkan akibat pengaruh dari teman-temannya.
Keberadaan anak-anak yang hisap Aibon dibenarkan juga oleh Kepala Badan Pemberdaayan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Dogiyai, Yohana Yobee Tigi.
“Memang benar, kalau anak-anak yang hisap aibon sudah ada di Dogiyai,” kata Yohana Yobee Tigi, di ruang kerjanya, kepada wartawan, di Mauwa, Dogiyai, belum lama ini.
Saat sosialisasi tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kata Yohana Yobee, sudah sampaikan kepada semua orang tua yang punya anak harus dilindungi.
“Kami juga sempat sampaikan, beritahu kepada para pedagang. Jika ada anak yang datang beli Aibon, ditanya mau dibikin apa aibonnya. Jika anak tidak dijawab, pedagang harus berikan pemahaman kepada anak itu,” jelas istri Bupati Dogiyai itu.
Kata Yohana Yobee, alasan anak-anak menghisap aibon karena anak-anak tersebut jauh dari perhatian dan kasih sayang dari orang tua. “Ada banyak orang anggapan, Papua masih luas dan harus cetak anak banyak. Anggapan itu awal kehancuran dari anak-anak. Anggapan tadi itu sangat salah,” tegas Yobee.
Yohana menjelaskan, dengan cetak anak banyak, perhatian dari kedua orang tua terbagi kepada semua anak. Sehingga, dengan sangat muda anak-anak yang kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tua pasti akan mencari kasih sayang di tempat lain.
“Kita boleh cetak anak banyak. Namun, kedua orang tua harus tahu, masa depannya nanti seperti apa. Kalau tidak tahu, jangan hanya tahu cetak anak saja dan tidak mengurusnya,” jelasnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, ia meminta kepada Pemda Dogiyai melihat kelompok anak itu. Pemda harus berani mengatasi masalah itu secara cepat sebelum menjalar ke seluruh kampung di Dogiyai.
“Masa depan Dogiyai ada pada anak-anak kita. Anak-anak yang sedang hisap aibon ini, Pemda harus berani rangkul mereka dan bebaskan mereka dari dunia itu,” mintanya karena, imbuhnya, anak-anak itu merupakan aset dari daerah yang perlu diamankan sejak dini. (ris)

Add comment


Security code
Refresh

No result...
Mahasiswa Deiyai Berharap Pemerintah Deiyai Seriusi Penyediaan TPS
Selasa, 25 Juli 2017
DEIYAI - Mahasiswa asal Deiyai se-Kota Study Jayapura yang tergabung dalam forum peduli alam Deiyai, mengharapkan pemerintah Kabupaten Deiyai dapat seriusi dalam penyediaan tempat pembuangan sampah...
Warga Mauwa Proaktif Korvoi dari Quasi Menjadi Paroki
Sabtu, 03 Juni 2017
MOANEMANI – Pastor selaku penanggung jawab Kuwasi Santo Petrus Mauwa diakon Markus Auwe dan Sekretaris Herman Tebai bersama umat quasi Gereja Katolik Santo Petrus menggelar korvoi mengisi kegiatan...
Pejabat Koperasi UKM Papua Monitor Koperasi UKM Dogiyai
Sabtu, 03 Juni 2017
DOGIYAI – Perkembangan pembinaan, monitoring pelaksanaan revitalisasi koperasi yang ada di kabupaten Dogiyai, petinggi pejabat Propinsi Papua melakukan kunjungan ke Dogiyai. Monitoring kegiatan...
Turnamen Bupati Cup I, Siap Dilaksanakan
Sabtu, 03 Juni 2017
DEIYAI - Turnamen perebutan piala Bupati Cup ke-I tahun 2017, siap dilaksanakan dua cabang olahraga, diantaranya Cabor Voli dan Cabor Futsal, akan berlangsung di Waghete, Kabupaten Deiyai. 
Pemda Diminta Terus Memberi Perhatian Serius Sektor Pendidikan
Rabu, 31 Mei 2017
DEIYAI – Dalam rangka membangun dan memajukan suatu daerah dan masyarakat di daerah, tentu dibutuhkan sumber daya manusia yang berkwalitas, maka untuk meningkatkan kwalitas manusia tentu melalui...
STK Touye Papa Deiyai Memiliki Gedung Asrama Mahasiswa Baru
Rabu, 31 Mei 2017
DEIYAI - Yayasan Emawa Owaada, sejak empat tahun lalu telah berupaya  mendirikan sebuah perguruan tinggi, yaitu STK Touye Papa di Waghete, Kabupaten Deiyai.
Intan Jaya kudeta klasemen dari Paniai
Rabu, 31 Mei 2017
JAYAPURA - Persintan Intan Jaya sukses mengkudeta klasemen sementara grup C Liga 3 zona Papua setelah mengalahkan Persipani Paniai dengan skor 1-0. Atas kemenangan ini Persintan langsung memimpin...
Panpil Dapil 12 Meepago Tetapkan 4 Lulus Calon Anggota MRP
Senin, 29 Mei 2017
DEIYAI - Setelah menjalani tahapan proses seleksi calon anggota MRP di masing-masing kabupaten, diantaranya Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, melalui Panitia Seleksi Pemilihan (Panpil) calon anggota...
Sebagian Penduduk Dogiyai Masih Pakai KTP Nasional
Rabu, 17 Mei 2017
NABIRE – Sebagian besar dari penduduk di Kabupaten Dogiyai masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional. Bahkan masih ada warga yang menggunakan KTP Lokal (KTP lama berwarna kuning) yang...
Pemda dan DPRD Dogiyai Dinilai Tak Peduli dengan Warganya
Rabu, 17 Mei 2017
DOGIYAI – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Dogiyai disebut lakukan pembiaran terhadap warganya sendiri. Pasalnya, sejauh ini banyak warga Dogiyai diintimidasi oleh...

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2