Sengketa Tanah Bandara Enarotali, Kedua Belah Pihak Harus Duduk Bersama

NABIRE - Sengketa tanah (lokasi) Bandara Enarotali Kabupaten Nabire belum ada titik temu, bahkan persoalan ini sempat masuk dalam rana perdata dan beberapa kali telah disidangkan di Pengadilan Negeri Nabire. Meskipun demikian belum ada penyelesaian, sehingga kedua belah pihak harus duduk bersama dalam konteks adat atau musyawarah adat bersama di kampung.


Hal ini seperti terang Bupati Paniai Hengki Kayame, SH.,MH, di sela-sela digelar sidang konflik kepemilikan tanah Bandara Enarorali, Selasa (27/9) siang, di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Nabire. “Masalah hak ulayat sekalipun profesor tidak dapat menyelesaikannya, tetapi dapat diselesaikan jika kedua belah pihak dapat saling mengakui,” terang Hengki.
Artinya, Lanjut dia, masalah sengketa tanah Bandara Enarotali ini dapat diselesaikan oleh masyarakat itu sendiri, sehingga perlu dimediasi secara baik oleh pihak lain, tetapi jua kedua belah pihak harus mau saling mengakui dan menghormati.
Dalam kesempatan itu, kepada majelis hakim, Bupati Paniai menerangkan, sudah empat kali dirinya (Pemda Paniai, red) memediasi masalah ini, tetapi tidak ada kata sepakat antara kedua belah pihak dan masing-masing mempertahanakan pendapatnya.
Pada kesempatan itu pula, Bupati Hengki Kayame mempertanyakan mengapa dirinya dijadikan tergugat. Dia mengaku tidak punya kepentingan apa-apa dalam masalah tersebut, sementara jauh hari sudah memediasi, tetap kedua belah pihak tidak sepakat.
Mengakhir pertanyaan, Bupati Paniai meminta kepada majelis hakim agar memberikan kesempatan untuk memediasi kedua belah pihak dan membuat akta perdamaian. Dan usai sidang, Bupati Hengki bernegosiasi dengan kedua belah pihak untuk berdialog dan membicarakan hal ini sebaik mungkin dan secara kekeluargaan.
“Terpenting dan abadi hubungan kekeluargaan, sementara uang itu hanya sementara dan akan habis juga. Sekali lagi saya tidak punya kepentingan apa-apa dalam masalah ini,” akhirnya seraya menegaskan kembali posisinya dalam masalah tersebut. (wan)
 

Add comment


Security code
Refresh

Sebagian Penduduk Dogiyai Masih Pakai KTP Nasional
Rabu, 17 Mei 2017
NABIRE – Sebagian besar dari penduduk di Kabupaten Dogiyai masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional. Bahkan masih ada warga yang menggunakan KTP Lokal (KTP lama berwarna kuning) yang...
Pemda dan DPRD Dogiyai Dinilai Tak Peduli dengan Warganya
Rabu, 17 Mei 2017
DOGIYAI – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Dogiyai disebut lakukan pembiaran terhadap warganya sendiri. Pasalnya, sejauh ini banyak warga Dogiyai diintimidasi oleh...
Kadis Mabar Drop 31 Ton Beras
Rabu, 17 Mei 2017
NABIRE – Kepala Distrik Mapia Barat (Mabar), Kabupaten Dogiyai, Musa Kedeikoto, mendrop beras untuk rakyat miskin (Raskin) bagi masyarakat di wilayahnya, sebanyak 31 ton. Beras sebanyak itu untuk...
11 Calon Anggota MRP Dapil Dogiyai Ditetapkan
Senin, 15 Mei 2017
DOGIYAI - Musyawarah pemilihan lanjutan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) pada Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Dogiyai telah menetapkan calon anggota MRP hasil musyawarah, Kamis siang 4 mei 2017,...
9 Korban Truk Maut, Dimakamkan 1 Liang Kubur
Minggu, 07 Mei 2017
  NABIRE – Sembilan pelajar korban truk maut di Jalan Baru Kampung Kimupugi, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, pada Rabu (3/5) siang akhirnya dimakamkan. Mereka dimakamkan dalam satu liang kubur di...
Mote: Pembangunan untuk Kampung Kami Utamakan
Minggu, 07 Mei 2017
Deiyai – Kepala Distrik Tigi Stepanus Mote, S.Sos mengatakan, pembangunan untuk kampung kami utamakan mulai dari jembatan, balai, kantor masyarakat kampung. Untuk memprioritaskan peningkatkan...
APBN Program 20 Kampung 2016 Sudah Terlaksana
Minggu, 07 Mei 2017
DEIYAI - Pertanggungjawaban APBN program 20 kampung tahun 2016 sudah terlaksana dengan baik. Dengan adanya program dari pemerintah pusat yakni Presiden Joko Widodo, maka kampung di Distrik Tigi...
Sekjen Imasepa: Pemda dan Legislatif tidak Konsisten terhadap Pelayanan Publik
Minggu, 07 Mei 2017
DOGIYAI - Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa se Tanah Papua Jawa Barat (Sekjen IMASEPA JABAR) Leonardus O. Magai menyatakan kecelakaan truk pengangkut pasir yang ditumpangi anak-anak pada Selasa 2...
Misa Kudus HUT ke 65 Gereja Santo Silvius Litani Aiyatei Deiyai Digelar
Minggu, 07 Mei 2017
DEIYIA - Umat dan jemaat Gereja Katolik Santo Silvius Litani, Kampung Ayatei Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, menggelar Misa Kudus Pengucapan Syukur HUT ke 65 Gereja Katolik Santo Silvius,...
Penolakan Berkas Balon MRP dari WKRI Deiyai Dipertanyakan?
Kamis, 27 April 2017
NABIRE – Penolakan berkas Bakal Calon (Balon) anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk daerah pemilihan atau daerah asal Kabupaten Deiyai dari perwakilan organisasi perempuan Wanita Katolik...

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2