Persatuan Lebih Penting Ketimbang Dana Rp2 Miliar

*Suara Mereka Menolak Bantuan Dari Pemkab Deiyai Tahun 2012

Kau satu segalaynya bagiku
Diantara berjuta di sana
Kau saja belahan jiwa ini
Tak ingin yang lain di sisiku

Lirik lagu dengan judul ‘Untuk Sebuah Nama’ karya emas (Alm.) Pance F. Pondaag yang kemudian dipopulerkan Meriam Bellina itu mengingatkan kita saat kegigihan PANA’S diuji. Kali ini dengan kedatangan Pemerintah Daerah Kabupaten Deiyai dalam kunjungan mereka ke Jawa dan Bali untuk pembagian dana bantuan Tugas Akhir.


PANA’S, nama ini selalu menggema dalam batin dan demi mempertahankan eksistensi nama ini, sudah berbagai aksi telah, sedang dan terus akan dilakukan oleh mereka yang telah menamakan diri arek-arek PANA’S. Dari setiap momentum yang telah terlewatkan ada hal yang perlu diacungkan jempol yakni di saat kritis, dimana eksistensi dan nama baik dari nama ini diuji.
Dalam hal ini yang berkaitan erat dengan ‘uang’. Berikut adalah momentum yang perlu dicatat, yakni dengan kedatangan pewakilan Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk membagikan bantuan dana Tugas Akhir dan (mungkin) pemondokan asrama tahun 2012.
Dari berbagai informasi yang dihimpun oleh seluruh anggota PANA’S, disimpulkan bahwa perjalanan tim perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Deiyai, sangat ambigu dan memunculkan berbagai tanggapan yang berbeda.
Berikut adalah alasan-alasan logis bagi kami dalam mengambil kesimpulan ini:
1). Total dana yang dianggarkan oleh Pemda Deiyai yakni Rp 2.500.000.000, (Dua Miliar Lima Ratus Juta Rupiah), tidak disebutkan dari awal oleh tim ini sebelum perjalanan dinas dimulai.
2). Khusus untuk mahasiswa se-Jawa dan Bali dianggarkan Rp 500.000.000,- dan pembagiannya disamakan setiap kota studi. Padahal jika kita lebih jeli untuk menyimak hal ini, kebutuhan tiap kota studi di se-Jawa dan Bali sangat berbeda secara kuantitas mahasiswa masing-masing berbeda dan ini tidak logis.
3). Tim utusan Pemkab Deiyai merupakan orang tua bagi mahasiswa se-Jawa dan Bali. Oleh karena itu, teknis pembagian yang dipusatkan di satu kota studi adalah hal yang tidak wajar.
4). Adanya dugaan korupi yang melibatkan beberapa orang dalam mahasiswa se-Jawa dan Bali dalam pengelolan dana Tugas Akhir tahun 2012 ini.
Maka dalam rapat yang diadakan oleh badan pengurus harian koordinator Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Deiyai Kota Studi Surabaya pada Kamis 16 Agustus 2012 diputuskan bahwa: “Jika Tim Perwakilan Pemkab Deiyai tidak datang ke Kota Studi Surabaya dan bertatap muka langsung dalam pembagian dana Tugas Akhir sesuai dengan perjanjian bahwa pembagian dananya akan diterima di masing-masing kota studi. Berdasarkan perjanjian tersebut, maka dengan penuh hormat kami menolak dana yang rencananya akan dikirim lewat nomor rekening badan Pengurus KOPMADE Surabaya.”
Kemudian ada berbagai tawaran dari tim utusan maupun pihak-pihak lain yang intinya, hak kami ini dapat diterima oleh kami arek-arek PANA’S, namun telah kami pertahankan keputusan kami yang telah kami putuskan dalam forum.
Selanjutnya untuk penggunaan dana yang kami tolak ini diserahkan sepenuhnya kepada tim utusan ini. Sehingga kami berharap agar dana yang menjadi hak kami namun ditolak ini dapat digunakan untuk pembangunan kabupaten Deiyai demi kesejahteraan orang tua kami di kampung yang kami cintai.
Sama halnya dengan nama panas, inilah jiwa PANA’S yang sebenarnya yang sudah kami jiwai dari dulu, kini dan esok. PANA’S akan melakukan apa saja demi sebuah hal yang kami yakini baik dan benar bagi banyak orang. Dan sudah berbagai aksi yang telah kami lakukan dari tahun ke tahun.
Semoga hal ini dapat menjadi bahan bagi kota studi lain dalam se-Jawa dan Bali untuk direnungkan dan bertindak sewajarnya sesuai nilai-nilai baik dan benar sebagai seorang intelektual yang sejatinya tidak mendahulukan kepentingan pribadi ataupun kepentingan kota studi masing-masing. (*/you)

 

Add comment


Security code
Refresh

Mahasiswa Deiyai Berharap Pemerintah Deiyai Seriusi Penyediaan TPS
Selasa, 25 Juli 2017
DEIYAI - Mahasiswa asal Deiyai se-Kota Study Jayapura yang tergabung dalam forum peduli alam Deiyai, mengharapkan pemerintah Kabupaten Deiyai dapat seriusi dalam penyediaan tempat pembuangan sampah...
Warga Mauwa Proaktif Korvoi dari Quasi Menjadi Paroki
Sabtu, 03 Juni 2017
MOANEMANI – Pastor selaku penanggung jawab Kuwasi Santo Petrus Mauwa diakon Markus Auwe dan Sekretaris Herman Tebai bersama umat quasi Gereja Katolik Santo Petrus menggelar korvoi mengisi kegiatan...
Pejabat Koperasi UKM Papua Monitor Koperasi UKM Dogiyai
Sabtu, 03 Juni 2017
DOGIYAI – Perkembangan pembinaan, monitoring pelaksanaan revitalisasi koperasi yang ada di kabupaten Dogiyai, petinggi pejabat Propinsi Papua melakukan kunjungan ke Dogiyai. Monitoring kegiatan...
Turnamen Bupati Cup I, Siap Dilaksanakan
Sabtu, 03 Juni 2017
DEIYAI - Turnamen perebutan piala Bupati Cup ke-I tahun 2017, siap dilaksanakan dua cabang olahraga, diantaranya Cabor Voli dan Cabor Futsal, akan berlangsung di Waghete, Kabupaten Deiyai. 
Pemda Diminta Terus Memberi Perhatian Serius Sektor Pendidikan
Rabu, 31 Mei 2017
DEIYAI – Dalam rangka membangun dan memajukan suatu daerah dan masyarakat di daerah, tentu dibutuhkan sumber daya manusia yang berkwalitas, maka untuk meningkatkan kwalitas manusia tentu melalui...
STK Touye Papa Deiyai Memiliki Gedung Asrama Mahasiswa Baru
Rabu, 31 Mei 2017
DEIYAI - Yayasan Emawa Owaada, sejak empat tahun lalu telah berupaya  mendirikan sebuah perguruan tinggi, yaitu STK Touye Papa di Waghete, Kabupaten Deiyai.
Intan Jaya kudeta klasemen dari Paniai
Rabu, 31 Mei 2017
JAYAPURA - Persintan Intan Jaya sukses mengkudeta klasemen sementara grup C Liga 3 zona Papua setelah mengalahkan Persipani Paniai dengan skor 1-0. Atas kemenangan ini Persintan langsung memimpin...
Panpil Dapil 12 Meepago Tetapkan 4 Lulus Calon Anggota MRP
Senin, 29 Mei 2017
DEIYAI - Setelah menjalani tahapan proses seleksi calon anggota MRP di masing-masing kabupaten, diantaranya Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, melalui Panitia Seleksi Pemilihan (Panpil) calon anggota...
Sebagian Penduduk Dogiyai Masih Pakai KTP Nasional
Rabu, 17 Mei 2017
NABIRE – Sebagian besar dari penduduk di Kabupaten Dogiyai masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional. Bahkan masih ada warga yang menggunakan KTP Lokal (KTP lama berwarna kuning) yang...
Pemda dan DPRD Dogiyai Dinilai Tak Peduli dengan Warganya
Rabu, 17 Mei 2017
DOGIYAI – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Dogiyai disebut lakukan pembiaran terhadap warganya sendiri. Pasalnya, sejauh ini banyak warga Dogiyai diintimidasi oleh...

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2