Kapan Asrama Putra Nabire Di Padang Bualan Di Renovasi ?

Oleh: Hendrikus Akapakaby Yeimo

Kondisi Asrma Putra Nabire Di Padang Bulan, memprihatinkan dapat dikatkan rusak kemungkinan beberapa tahun lagi akan roboh. sementara aspirasi mahasiswa nabire dibungkam, lalu untuk memperbaiki asram sebagiman telah dimuat oleh media masa papua pos nabire, pasific post pada tahun 2011 lalu hingga kini memasuki tahun 2013 satu tahun telah berlalu belum ada respon positif dari Pemerintah Kabupaten Nabire. Setelah itu pertemuan tatap muka juga sudah dilakukan berulang-ulang selam 9 kali periode pergantian badan pengurus asrama, bahakan aspirasi melalui media massa terus di beritakan, bahakn juga satu tahun lalu sudah diberitakan tetapi tidak ada respon yang jelas, namun jelas harpanya agar Pemda Kabupaten Nabire dapat membaca dan mengambil langkah kongkret.

 

Penulis kembali harus menulis berupa opini, persoalan asrama ini karena satu tahun tidak ada repon positif dari pemda Nabire namaun kapan Asrama Nabire Di Padang Bulan di perbaiki lantas asrama nabire terkesan dimarginalkan masih sangat minim perhatian dari pemda terkait.

Rata-rata seluruh asrma milik kabupaten di provinsi papua masih terlihat agak megah dan tegar, ketimbang asrama nabire di padang bulan ”bukan mengucilkan penghuni asram” tetapi ini relitasnya plavonnya sudah bolong karena kehujanan, dapur tanpa papan serta fasilitas dapur masih kurang dan fasilitas belajar pun tidak ada, makanan beras sayur pun di beli pakai uang pribadi sementara beasiswa tidak optimal hal ini sangat hironi. Mereka masih harus tinggal di asrama yang sebenarnya tak layak untuk di huni ketika hujan yang menderitanya air masuk kedalam ruangan hingga lantainya terbasah.Fatalnya Ketika kemaru air kering dan tentu tidak dapat memasak makan sementara Bama  anak-anak asrama membelinya sendiri.hal ini menguras mahasiwa Mudah mudahan diasrama lain tidak mengalami hal yang senasib. Dengan demikian muncul pertanyaan kemanakah angaran untuk asrama itu ?

 Padahal kita perlu memahami pepata yang mengatkan bahwa didalam tubuh yang kuat yang terdapat jiwa yang sehat apabila kita sesuaikan pepata tersebut dengan kondisi fisik asrama yakni didalm asrma yang kokoh terdapat orang orang yang kokoh dan sehat begitu kiranya deskripsi yang disingkronkan.antara penghuni dan bangunanya yang di huni oleh pemuda asal nabire. Sehingga harpanya asrama segera diperbaiki agar didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kokoh dapt terwujud. Harapanya dengan penuh terciptanya satu persatuan sehingga tidak adalagi anak-anak asrama nabire yang termarginalkan.

      Alangkah baiknya kita sama-sama simak cerita berikut tepat dengan hari kasih bertepatan dengan hari kasih dan sayang tanggal 14 February 2013 sekitar pukul 04.00 di asrama nabire terlihat 4-5 anak asram duduk di halam asrama mereka sedangn duduk dan bingung karena mesin babat mereka rusak, satu per satu melihat diman letek kerusaknnya salah seorang dari mereka yang mahir menggunakan dan iapun tahu bagina man yang rusak.ternyat busi mesin rusak lalu salah seorang dari mereka tanpa mengeluarkan banyak ngomel ia dengan niatnya membeli busi dan menghabiskan kerjaan mereka.

Stelah itu mereka membagi kerjaan mengingat waktu sudah hampir pukul 06.00 selama sejam mereka berencan untuk masak  sebagimana tetapi tidak ada uang yah terpaksa mereka “Eba Mukai” alas tikar untuk mengumpulkan uang untuk belanja yang terkumpul sekitar 30 ribu rupiah,tidak mungkinkahn uang 30 rupiah mereka membeli, beras vetsin garam sayur lauk pauk, tetapi tidak terkumpul sebanyak jumlah barang yang hendak merke belanja. Akhirnya uang yang di kumpul oleh penghuni asram itu langsung mereka beli gorengan letaknya di samping pangkalan ojek yah gorengan itulah pengganti makan malam bayangkan selama 12 jama merke hanya bertahan dengan 3 buah gorengan.

Sambil menyantap gorengan kemudian inlah kondisi asrama kita kata kata itu rupanya mereka mengharapkan agar asrama itu seharusnya di perbaiki kah.!semntara playang fon asrama yang hilang perlahan karena tetesan hujan, hingga bolong sementa kaca jendela mereka pun sudah tidak ada persisi di bekang bahkan unit dua pun demikian.sentara dapur tanpa dinding berlantai tanah, tanpa mereka melakukan aktifitas keseharian yakni memask ddi dapur begitu memprihatinkan bahkan asrama pun demikian.

Sentara isak salah seorngan yang tidak mau menyebutkan namanya mengatkan bahwa kita smeua mati nanati kalau tidak ada air ini kata ini berati bahwa apabila air habis maka tentu ke kampus/kesekolah tidak mandi karena tidak ada air.

Cerita diatas ini adalah fakta yang sedang dialami oleh penghuni Asrama Nabire di padang bulan Jayapura Papua. sementara tutur mereka kami bosan dengan upaya memasukan proposal, ketemu langusng dengan SKPD Terkait di daerah tetapi sama saj kami jadi capaek. Asrama nabire padang bualn adalah asrma milik Pemda Kabupaten Nabire, yang terletak di jalan sosial padang bulan, kami juga berharap agar dalam waktu dekat agar ada renovasi tapi kami minta perbaiki. Apabedanya kami dengan Asrama Putra di Kamkey yang juga milik Pemda Kabupaten Nabire ,Asrama Putri yang sedang dalam tahapan renovasi bahkan kalau kita mau bilang kenapa kita kalah lagi dengan asrama dari kabupaten lain misalnya ASTOL di jalan Yoka, ASMI Di Perumnas Satu Asrama Maberamo dan yang lain lainya yang memang asramanya baik walau terkadang kami tertinggal jauh dari mereka.

Keadaan anak-anak Nabire layak anak ayam kehilangan induknya, anak anak terpaksa hidup dengan uang pribadi semntara uang kuliah mereka juga harus mereka bayar menghabiskan waktu untuk mencari uang ketimabang belajar, akan menjadi bermalas-malasan apabila keinginan mereka tidak di penuhi

Sungguh kehidupan mereka memang memprihatinkan jauh dari apa yang kita pikirkan memabangun manusia, dengan model seperti ini kapan papua punya SDM untuk memajukan nabire? Memajukan papua? apakah pemda sedikit punya hati untuk memerhatikan anak anak asrama? Yang hidup menderita di tengah ratusan juta rupuah yang kucurkan ke Kabupaten Nabire? mudah mudahan saja asramanya saja yang rusak, barangkali pembangunan di Nabire dapat berjalan sebaik baiknya sebagaimana visi Kabupaten Nabire.

(Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Muhammadiyah jayapura jurusan Jurnalistik sekarang Semester 6 *)

Add comment


Security code
Refresh

Warga Mauwa Proaktif Korvoi dari Quasi Menjadi Paroki
Sabtu, 03 Juni 2017
MOANEMANI – Pastor selaku penanggung jawab Kuwasi Santo Petrus Mauwa diakon Markus Auwe dan Sekretaris Herman Tebai bersama umat quasi Gereja Katolik Santo Petrus menggelar korvoi mengisi kegiatan...
Pejabat Koperasi UKM Papua Monitor Koperasi UKM Dogiyai
Sabtu, 03 Juni 2017
DOGIYAI – Perkembangan pembinaan, monitoring pelaksanaan revitalisasi koperasi yang ada di kabupaten Dogiyai, petinggi pejabat Propinsi Papua melakukan kunjungan ke Dogiyai. Monitoring kegiatan...
Turnamen Bupati Cup I, Siap Dilaksanakan
Sabtu, 03 Juni 2017
DEIYAI - Turnamen perebutan piala Bupati Cup ke-I tahun 2017, siap dilaksanakan dua cabang olahraga, diantaranya Cabor Voli dan Cabor Futsal, akan berlangsung di Waghete, Kabupaten Deiyai. 
Pemda Diminta Terus Memberi Perhatian Serius Sektor Pendidikan
Rabu, 31 Mei 2017
DEIYAI – Dalam rangka membangun dan memajukan suatu daerah dan masyarakat di daerah, tentu dibutuhkan sumber daya manusia yang berkwalitas, maka untuk meningkatkan kwalitas manusia tentu melalui...
STK Touye Papa Deiyai Memiliki Gedung Asrama Mahasiswa Baru
Rabu, 31 Mei 2017
DEIYAI - Yayasan Emawa Owaada, sejak empat tahun lalu telah berupaya  mendirikan sebuah perguruan tinggi, yaitu STK Touye Papa di Waghete, Kabupaten Deiyai.
Intan Jaya kudeta klasemen dari Paniai
Rabu, 31 Mei 2017
JAYAPURA - Persintan Intan Jaya sukses mengkudeta klasemen sementara grup C Liga 3 zona Papua setelah mengalahkan Persipani Paniai dengan skor 1-0. Atas kemenangan ini Persintan langsung memimpin...
Panpil Dapil 12 Meepago Tetapkan 4 Lulus Calon Anggota MRP
Senin, 29 Mei 2017
DEIYAI - Setelah menjalani tahapan proses seleksi calon anggota MRP di masing-masing kabupaten, diantaranya Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, melalui Panitia Seleksi Pemilihan (Panpil) calon anggota...
Sebagian Penduduk Dogiyai Masih Pakai KTP Nasional
Rabu, 17 Mei 2017
NABIRE – Sebagian besar dari penduduk di Kabupaten Dogiyai masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional. Bahkan masih ada warga yang menggunakan KTP Lokal (KTP lama berwarna kuning) yang...
Pemda dan DPRD Dogiyai Dinilai Tak Peduli dengan Warganya
Rabu, 17 Mei 2017
DOGIYAI – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Dogiyai disebut lakukan pembiaran terhadap warganya sendiri. Pasalnya, sejauh ini banyak warga Dogiyai diintimidasi oleh...
Kadis Mabar Drop 31 Ton Beras
Rabu, 17 Mei 2017
NABIRE – Kepala Distrik Mapia Barat (Mabar), Kabupaten Dogiyai, Musa Kedeikoto, mendrop beras untuk rakyat miskin (Raskin) bagi masyarakat di wilayahnya, sebanyak 31 ton. Beras sebanyak itu untuk...

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2