Wabup Intan Jaya Lepas Peserta KKN-PPM UGM Kembali

NABIRE – Setelah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) selama kurang lebih 2 bulan di Sugapa, 25 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Gajah Mada (UGM), Selasa (1/9) dilepas oleh Wakil Bupati Intan Jaya, Yann R. Kobogoyauw, S.Th, M.Div, kembali ke Yogyakarta. Pelepasan peserta KKN-PPM UGM ini digelar di Aula Kasih Tabernakel. Selain dihadiri oleh Sekda Intan Jaya, Markus Airori, sejumlah pejabat Kabupaten Intan Jaya pun terlihat turut hadir.


Sambutan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si yang dibacakan Wakil Bupati, dikemukakan, KKN-PPM yang telah dilakukan mahasiswa UGM, merupakan salah satu kegiatan untuk merekatkan diri antara mahasiswa dengan masyarakat. Hal ini juga sebagai bentuk pengabdian dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan KKN merupakan suatu tugas pengabdian yang dibebankan kepada para mahasiswa sebagai wujud nyata, keterikatan emosional antara dunia kampus dengan masyarakat. Kegiatan ini bukan semata-mata untuk menyelesaikan kewajiban tuntutan kurikulum, yang dibebankan oleh universitas kepada mahasiswa sebelum menyelesaikan studi. Tetapi melalui kegiatan KKN-PPM ini, mahasiswa diharapkan dapat melakukan proses transfer pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh semasa mengikuti perkuliahan, sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing kepada masyarakat. Sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang berhasil guna dengan tepat guna.
“Hal ini telah dibuktikan oleh mahasiswa dengan beradaptasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Kabupaten Intan Jaya. Bahkan membagi hidup mereka dengan masyarakat di Sugapa,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan, dalam bidang transfer pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, mahasiswa KKN-PPM UGM telah menyelenggarakan seminar dan expo pada tanggal 18 Agustus 2015 di Aula DPU Kabupaten Intan Jaya. Hal ini menandakan bahwa mereka datang ke Intan Jaya tidak hanya untuk memenuhi kewajiban mereka selaku mahasiswa akhir studi. Tetapi selaku orang intelektual, ada hal-hal yang mereka perbuat dan bagikan bagi kita untuk kita tindak lanjuti dalam membangun di kabupaten ini.
“Seperti pidato bupati peringatan detik-detik proklamasi tanggal 17 Agustus 2015, bahwa kalau kita sebagai seorang mahasiswa, marilah kita berpikir, bertutur kata dan bertindak seperti seorang mahasiswa yang memiliki kemampuan intelektual yang bermartabat dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga masyarakat juga mengakui kita sebagai kaum intelektual yang patut diperhitungkan dan dibanggakan. Bukan sebaliknya, hanya melakukan demonstrasi tetapi satu karya pun tidak dapat kita berikan kepada orang lain, kepada masyarakat, apalagi pada skop yang lebih besar yaitu bagi kabupaten ini,” paparnya.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-PPM UGM, baik berupa saran dan solusi terhadap permasalahan yang terjadi saat ini, diharapkan menjadi perhatian serius Kepala SKPD. Sehingga hasil penelitian yang telah dilakukan tidak menjadi sia-sia. Tetapi menjadi feedback bagi kita dalam menyusun program kegiatan pada tahun-tahun selanjutnya.
“Selama hampir 2 bulan merasakan dinginnya Kota Sugapa, merasakan keringnya air di musim kemarau dan teriknya mentari di siang bolong serta merasakan keterbatasan di tengah kebiasaan serba ada hidup di kota besar. Saya berterima kasih kepada adik-adik selama ini betah berada di Sugapa dan melakukan banyak hal yang membanggakan karena mahasiswa lain belum tentu bisa melakukan hal ini,” ujarnya. (ros)

 
 

Add comment


Security code
Refresh

Mahasiswa Deiyai Berharap Pemerintah Deiyai Seriusi Penyediaan TPS
Selasa, 25 Juli 2017
DEIYAI - Mahasiswa asal Deiyai se-Kota Study Jayapura yang tergabung dalam forum peduli alam Deiyai, mengharapkan pemerintah Kabupaten Deiyai dapat seriusi dalam penyediaan tempat pembuangan sampah...
Warga Mauwa Proaktif Korvoi dari Quasi Menjadi Paroki
Sabtu, 03 Juni 2017
MOANEMANI – Pastor selaku penanggung jawab Kuwasi Santo Petrus Mauwa diakon Markus Auwe dan Sekretaris Herman Tebai bersama umat quasi Gereja Katolik Santo Petrus menggelar korvoi mengisi kegiatan...
Pejabat Koperasi UKM Papua Monitor Koperasi UKM Dogiyai
Sabtu, 03 Juni 2017
DOGIYAI – Perkembangan pembinaan, monitoring pelaksanaan revitalisasi koperasi yang ada di kabupaten Dogiyai, petinggi pejabat Propinsi Papua melakukan kunjungan ke Dogiyai. Monitoring kegiatan...
Turnamen Bupati Cup I, Siap Dilaksanakan
Sabtu, 03 Juni 2017
DEIYAI - Turnamen perebutan piala Bupati Cup ke-I tahun 2017, siap dilaksanakan dua cabang olahraga, diantaranya Cabor Voli dan Cabor Futsal, akan berlangsung di Waghete, Kabupaten Deiyai. 
Pemda Diminta Terus Memberi Perhatian Serius Sektor Pendidikan
Rabu, 31 Mei 2017
DEIYAI – Dalam rangka membangun dan memajukan suatu daerah dan masyarakat di daerah, tentu dibutuhkan sumber daya manusia yang berkwalitas, maka untuk meningkatkan kwalitas manusia tentu melalui...
STK Touye Papa Deiyai Memiliki Gedung Asrama Mahasiswa Baru
Rabu, 31 Mei 2017
DEIYAI - Yayasan Emawa Owaada, sejak empat tahun lalu telah berupaya  mendirikan sebuah perguruan tinggi, yaitu STK Touye Papa di Waghete, Kabupaten Deiyai.
Intan Jaya kudeta klasemen dari Paniai
Rabu, 31 Mei 2017
JAYAPURA - Persintan Intan Jaya sukses mengkudeta klasemen sementara grup C Liga 3 zona Papua setelah mengalahkan Persipani Paniai dengan skor 1-0. Atas kemenangan ini Persintan langsung memimpin...
Panpil Dapil 12 Meepago Tetapkan 4 Lulus Calon Anggota MRP
Senin, 29 Mei 2017
DEIYAI - Setelah menjalani tahapan proses seleksi calon anggota MRP di masing-masing kabupaten, diantaranya Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, melalui Panitia Seleksi Pemilihan (Panpil) calon anggota...
Sebagian Penduduk Dogiyai Masih Pakai KTP Nasional
Rabu, 17 Mei 2017
NABIRE – Sebagian besar dari penduduk di Kabupaten Dogiyai masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional. Bahkan masih ada warga yang menggunakan KTP Lokal (KTP lama berwarna kuning) yang...
Pemda dan DPRD Dogiyai Dinilai Tak Peduli dengan Warganya
Rabu, 17 Mei 2017
DOGIYAI – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Dogiyai disebut lakukan pembiaran terhadap warganya sendiri. Pasalnya, sejauh ini banyak warga Dogiyai diintimidasi oleh...

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2