A. Zonggonau: Incamben Menang Pilkada Intan Jaya Karena Kena Peraturan

INTAN JAYA – Pilkada di Kabupaten Intan Jaya merupakan salah satu Pilkada yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dalam tahap ke II yang telah selesai dengan berbagai masalah. Namun, itulah yang disebut sebuah dinamika politik. Artinya dinamika politik dapat berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi, sehingga dalam suatu pertarungan atau pertandingan, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Demikaian dikatakan, tokoh intelektual Intan Jaya, Agus Zonggonau, ketika bertandang ke redaksi Papuapos Nabire, kemarin sore. 

 

Menurutnya, dalam Pilkada Kabupaten Intan Jaya, suatu pertarungan yang dilakukan seleksi yang luar biasa dan ketat, karena dalam pertarungan, kalah pasti membawa kerugian, menang pasti membawa keberuntungan, namun itu semuanya milik kita bersama. Jika tidak bersama kembali, berarti pasti terjadi banyak tindakan yang membawa kerugian dengan cara perkelahian, pembunuhan, percecokan, penghinaan pemerkosaan sampai korban nyawa dan harta benda. Maka jika tidak mau terjadi dan tidak mau mengalami hal seperti itu, buat apa, kita maju sebagai kandidat.     

Lanjutnya, kekalahan merupakan pengalaman dan guru yang terbaik dalam hidup ini. Karena kita merasakan baik dan atau buruk ditentukan oleh pengalaman, maka dalam Pilkada ini sudah barang tentu terjadi banyak masalah tetapi masalah itu kan berasal dari kita bersama dan dapat diselesaikan dengan baik juga oleh kita bersama. Karena dari awal kreatifitasnya dalam pencalonan tidak memahami tentang cara masuk dengan cara yang benar, maka akan terjadi seperti sekarang, karena masih banyak keterbatasan kapasitas yang belum ada pada kita seperti kapabilitas kita terbatas, relasi kita terbatas, konektifitas kita terbatas, kemampuan kita terbatas, pengetahuan kita terbatas. Keterbatasan-keterbatasan inilah yang menghantui membawa kepada kehidupan yang bertindak tidak sesuai dengan martabat dan untuk menerima resiko apa pun secara rasio atau irrasionya.

“Saya boleh dikatakan orang Moni yang senior karena semuanya sudah lalui. Ketika mulai berkompetisi di Kabupaten Intan Jaya, saya telah ditawarkan oleh tiga kandidat berpasangan dengan mereka, tetapi saya menolak semua tawaran itu, karena hanya faktor seniornya. Pengalaman selalu berhadapan dengan Pilkada, maka saya telah menyampaikan bahwa Pilkada besok tidak akan menang oleh calon yang berpasangan swasta sama swata terkecuali ada PNS, TNI dan Polrinya. Terus terang saya katakan bahwa dalam Pilkada ini saya tidak juga berpihak kepada siapa-siapa tapi saya membantu kepada sdr. Thobias Zonggonao calon dari Independen. Saya sering menyarankan bahwa anda harus mencapai suaramu harus dibawah Juka. Karena walaupun beliau menang tidak akan menjadi bupati karena kena aturan. Kalimat ini berkali-kali saya sampaikan dalam pertemuan. Juga saya menulis dalam facebook, dan Papuapos bahwa swasta dan swasta tidak bisa berpasangan, namun ada intelektual Moni yang menjawab bahwa tidak ada aturan atau tidak ada legalitas hukumnya. Kami merespon itu dengan bahwa aturan tersebut bukan tersurat tetapi tersirat. Jika kedua saudara juga menang bagaimana Pilkada kemudian bangsa yang ada di seluruh Indonesia. Bagi PNS dan TNI Polri bekerja bertahun-tahun datang duduk oleh swasta saja, PNS, TNI dan Polri ini kan tidak mungkin dan lagi negara ini karena dikendalikan oleh mereka,” kata Agus Zonggonau.

Dia menambahkan, ketika kita membangun Intan Jaya silam, jangan sampai kita mengambil pikiran sama seperti mudah membalik telapak tangan, sekali sulap terbangun semuanya, tetapi bangun Intan Jaya dengan susah payah menyediakan semuanya dalam waktu singkat. Dalam waktu singkat kita bangun itu tidak sayang. Memang benda itu tidak bernilai tetapi itukan bangunan yang dibangun dengan tangan baik. Artinya kondisi keterbatasan tetapi bisa jalan aman dan lancar mencapai kemajuan luar biasa. Kita perlu adanya suatu kesadaran dan kesabaran, karena kesadaran dan kesabaran datang hanya satu dan tumbuh pada orang mengerti dan cerdas. Bukan tumbuh pada orang arogance dan orang keras. Sekarang kita membutuhkan manusia genius yang membawa kita semua kedepan pintu untuk kita berbuat baik. Perbuatan yang baik dia akan tumbuh pada manusia cerdas. Perbuatan baik merupakan cikal bakal dari pelekatan Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, kita bertindak karena wilayah kita tetapi negeri ini milik Negara Kesatuan Republik Indonesia. Anda sudah menang tapi kita sudah kalah dari sisi yang lain. Indonesia bukan membutuhkan saudara-saudari karena engkau manusia tetapi mereka membutuh dimana tempat anda sedang injak itu. Dan juga anda juga boleh menerima saran dan pendapat orang lain kalau mau tahu sesuatu. Belajar dari yang terkecil tidak bisa cepat cabut dan potong pucuk.

Lanjut Agus, kita sadar bahwa Natalis sudah menang karena kena aturan dan tidak mungkin dia jatuh karena perang atau bakar membakar. Kalau mau menang buat secara juridis membuat bahwa incamben seakan kalah karena dasar yang kuat sehingga beliau gugur dalam pertandingan Pilkada ini. Karena pada saat tanggal 24 sampai dengan 27 Februari 2017 adalah waktu pendaftaran sengketa. Namun incamben tidak mendaftar terkecuali Bartolomeus Mirib. Bartol adalah calon dari PNS tidak memenuhi syarat dua persen perolehan suara Pilkada Intan Jaya. Pada saat itu Julius berpasangan dengan PNS sudah beliau menjadi Bupati Intan Jaya. Bartol tidak mencapai suara dua persen maka tibalah saat MK untuk menaikan Natalis Tabuni untuk dilakukan PSU di Kabupaten yang bersangkutan. Kemudian hasilnya adalah yang sekarang ini.

Oleh karena itu, dia mengharapkan, mari kita semua berkecil hati sama-sama mendorong menghadap incamben untuk membangun Intan Jaya dan memberi peluang diposisi-posisi jabatan dalam birokrasi bagi mereka yang memenuhi syarat, agar kita sama-sama menikmati seluruh kekayaan dan asset yang ada itu. Tidak demikian dan menolak permintaan anda barulah kita membuat aksi dan apa-apakan kemudian karena akibatnya ini imbas akan jatuh pada masyarakat kecil yang akan menderita dan aktifitas ekonominya terganggu serta tergantung pada pemerintah. Tidak ada untungnya saudara-saudari, kalau tidak menang tidak akan anda memperoleh manfaat lain seperti terganggunya kesehatan akibatnya kematian, terganggunya pendidikan anak-anak putus sekolah, tidak ada penyuluhan pertanian putusan ekonomi masyarakat dan lain-lain. “Tadi saya juga turut menyesal atas kata-kata yang kita semua ucapkan itu dan ingat kembali kata-kata saya sebelumnya itu mendorong untuk menyatakan hal ini kepada saudara-saudara untuk kita kembali kepada incamben untuk bekerja. Kata minta maaf jauh lebih berharga dari pada kita menjauhi orang karena kesalahan. Melalui media ini juga kami sampaikan ucapan selamat sukses atas terpilihnya Bupati Intan Jaya nomor urut 3 Natalis dan Jan. Mari kita semua kumpul ramai-ramai bangun kabupaten tercinta Intan Jaya. Salam buat kita semua Amakaniee,” harapnya.  (henbob)

Add comment


Security code
Refresh

Menekan Tingkat Pencurian Aset Kantor, Perlu Pengawasan Ketat
Jumat, 22 September 2017
DEIYAI – Pemerintah Kabupaten Deiyai telah membangun sejumlah Kantor OPD di lokasi perkantoran Tigido, Waghete, dengan menggunakan anggaran yang cukup besar jumlahnya, namun asset kantor pada...
IMAGE Warga Tigi Barat Meriahkan HUT ke-10
Jumat, 22 September 2017
WAGHETE – Warga Tigi Barat memeriahkan HUT ke-10 yang dimekarkan dari Kabupaten Paniai pada tahun 2008 silam. Kegiatan HUT yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Distrik Tigi Barat, tanggal 19...
Pemdis Tibar Telah Salurkan Raskin ke-22 Kampung
Senin, 04 September 2017
DEIYAI – Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin) di Distrik Tigi Barat (Tibar), Kabupaten Deiyai telah disalurkan ke 22 kampung yang ada di wilayah ini berdasarkan data warga yang ada di masing-masing...
Warga Suku Kamoro Klaim Masuk Wilayah Distrik Kapiraya
Senin, 04 September 2017
DEIYAI – Sebagian besar warga Suku Kamoro yang mendiami di perbatasan  Deiyai - Mimika, mengklaim akan masuk di wilayah kabupaten Deiyai. Mereka berkeinginan untuk masuk jadi warga Deiyai, karena...
Secilius Kedeikoto: “Saya Baru Diangkat Jadi Pimpinan Kantor Koperasi dan UKM Dogiyai”
Senin, 04 September 2017
DOGIYAI – Mantan Kepala Distrik Mapia Tengah (Mateng) dan Mapia Barat (Mabar) Secilius Kedeikoto, SE, sekarang menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Dogiyai. 
A. Zonggonau: Incamben Menang Pilkada Intan Jaya Karena Kena Peraturan
Minggu, 03 September 2017
INTAN JAYA – Pilkada di Kabupaten Intan Jaya merupakan salah satu Pilkada yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dalam tahap ke II yang telah selesai dengan berbagai masalah. Namun,...
Pemda Diharapkan Buka Rute Subsidi Pesawat Kecil Deiyai-Kapiraya
Minggu, 03 September 2017
DEIYAI - Sesuai kondisi wilayah yang ada, terutama jangkauan medan dari ibukota Distrik Kapiraya ke Deiyai yang begitu jauh dan tidak adanya akses jalan darat yang dibangun untuk menyambungkan dari...
Komisi B DPRD Dogiyai Akan Gelar Pertemuan Segitiga
Minggu, 03 September 2017
NABIRE – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai akan menggelar pertemuan segitiga antara eksekutif yang melibatkan Bupati Dogiyai, Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan...
Perlu Penegasan Dinas Terkait terhadap Tenaga Guru di Kapiraya
Senin, 28 Agustus 2017
DEIYAI – Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui dinas terkait telah membangun sebuah gedung Sekolah Dasar (SD) di Ibukota Distrik Kapiraya, namun hingga saat ini tampaknya tenaga guru yang pemerintah...
Diharapkan Pemkab Bangun Kantor Distrik Kapiraya yang Layak
Senin, 28 Agustus 2017
DEIYAI – Dengan melihatnya kondisi Kantor Distrik Kapiraya, Kabupayen Deiyai yang sangat memprihatinkan dan bangunannya rusak berat, maka diharapkan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai dapat...

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2