Penataran MTT, Tingkatkan Kemampuan dan Keterampilan Aparat Kowil

NABIRE - Tim Staf Teritorial Anngkatan Darat yang terdiri dari 5 orang Perwira Menengah tiba di Nabire guna memberikan penataran Mobile Training Team (MTT) Sterad tahun 2013. Dalam sambutan tertulis Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) Mayjen TNI Bachtiar, S.IP.,M.AP yang dibacakan Ketua Tim MTT Kolonel Inf. Supartodi dalam acara pembukaan penataran, Rabu (20/3) di Aula Makodim 1705/Paniai mengatakan, kegiatan penataran Mobile Training Team (MTT) dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan para Aparat Kowil khususnya Babinsa di Jajaran Satkowil TNI AD.


Materi penataran MTT, meliputi 5 kemampuan teritorial, sikap teritorial, bahaya, terorisme, pertanian, perikanan dan kehutanan/Go Green.
“Melalui penataran ini, diharapkan seluruh Aparat Kowil akan mampu melaksanakan tugas secara optimal sehingga permasalahan-permasalahan yang mungkin timbui di wilayah dapat segera di antisipasi dan dicegah,” ungkapnya.
Dikemukakan Aster Kasad, seperti diketahui bahwa perkembangan global dan dinamika kehidupan sosial masyarakat saat ini telah berubah dengan cepat, sehingga menimbulkan dampak yang kadang sulit diprediksi sebelumnya, dimana bangsa Indonesia masih dihadapkan pada perkembangan situasi keamanan yang kurang menguntungkan, seperti terjadinya aksi terorisme, konflik komunal, demo anarkhis, bencana alam clan lain sebagainya.
Tutur Mayjen Bachtiar, mencermati kondisi tersebut, maka seluruh aparat Kowil termasuk para Babinsa sebagai pengemban terdepan tugas pemberdayaan pertahanan di darat dituntut untuk mengoptimalkan kinerjanya.
“Aparat Kowil harus mampu melaksanakan deteksi dini dan cegah dini serta temu cepat dan lapor cepat terhadap setiap gejala yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan di wilayah tugasnya pada kesempatan pertama,” pintanya.
Dihadapkan dengan realitas tersebut dan berdasarkan evaluasi Pimpinan TNI AD terhadap kinerja Aparat Kowil khususnya Babinsa, Aster Kasad mengakui masih ditemukan beberapa kelemahan antara lain, lambatnya Aparat Kowil dalam mendeteksi terjadinya konflik dan masih ragu-ragu atau bahkan takut untuk bertindak serta kurang proaktif dalam mengantisipasi dan menanggulangi keamanan di wilayahnya.
Menurutnya, agar dapat menggantisipasi dan mencegah tidak terjadinya hal tesebut diatas, maka kata kunci yang perlu diketahui oleh seluruh Aparat Kowil khususnya Babinsa adalah bagaimana kita sebagai Aparat Kowil dapat bersikap, berbuat dengan berpedoman kepada 8 Wajib TNI sebagai sikap yang harus dilakukan oleh seluruh Aparat Kowil guna dapat mencegah dan membantu kesulitan rakyat disekitarnya.
Aster Kasad mengingatkan, bahwa tidak mungkin kita akan dicintai rakyat apabila kita tidak mencintai rakyat. Oleh karena itu saya mengharapkan seluruh Aparat Kowil hares dapat mencintai rakyat dengan tulus dan ikhlas serta membantu kesulitan yang alami oleh rakyat. Atas dasar itu, Pimpinan TNI AD memandang perlu untuk melakukan upaya peningkatan kemampuan Aparat Kowil dengan titik berat Babinsa melalui Penataran Mobile Training Team (MTT), sehingga mampu menjawab tuntutan dan tantangan tugas yang dihadapi balk pada masa kini maupun masa yang akan datang.
Apalagi ungkapnya, pada TA 2013 ini, anggaran kegiatan teritorial untuk optimalisasi kegiatan Satkowil khususnya Babinsa, meningkat signifikan, yakni sebesar 170 %.
Aster mengharapkan, melalui penataran MTT, agar Aparat Kowil dapat mengikuti dan melaksanakan kegiatan ini dengan serius dan sungguh-sungguh, sehingga bekal yang didapatkan dapat disosialisasi kan dan ditransformasikan kepada seluruh Aparat Kowil lainnya termasuk Babinsa yang tidak dapat hadir.
Kepada para Dandim, Kasiter Korem, Pasiter Kodim dan Danramil, Mayjen Bachtiar meminta agar mengikuti kegiatan ini dengan serius serta dapat menjadi Petatar Training Of Trainer kepada Aparat Kowil lainnya, dan bertanggung jawab terhadap peningkatan kemampuan para Aparat Kowil diwilayah tugas masing-masing. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2