Pembinaan Teritorial, Fungsi Utama TNI AD

NABIRE - Pembinaan teritorial merupakan fungsi utama TNI AD sesuai dengan doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi melalui kegiatan penyelenggaraan, pengembangan, pengarahan dan pengendalian potensi wilayah pertahanan dengan segenap aspeknya menjadi kekuatan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara di darat.


Hal demikian dikemukakan Komandan kodim 1705/Paniai Letkol. Inf. Rudy Jayakarta Runtuwene dalam amanatnya saat menjadi inspektur Upacara pembukaan penataran Pemberdayaan Babinsa di Wilayah Kodim 1705/Paniai, rabu (20/3) di Aula Makodim 1705/Paniai kemarin.
Dinyatakannya, Binter merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh semua prajurit TNI AD baik secara perorangan maupun satuan diseluruh wilayah tanggung jawabnya.
Menurut Dandim, belajar dan berlatih adalah kewajiban yang harus terus dilakukan oleh para prajurit dimanapun berada, hal ini dimaksudkan agar kemampuan seorang prajurit tetap terasah dan siap untuk dioperasionalkan kapanpun dan dimanapun dia bertugas.
Terkait Penataran Mobile Training Team (MTT), Dandim mengatakan bahwa kegiatan penataran tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel teritorial khususnya Babinsa dalam pencapaian sasaran Binter yang meliputi pemahaman 5 (lima) kemampuan teritorial, pelaksanaan sikap teritorial, pemahaman tentang bahaya terorisme, mempelopori peningkatan pertanian dan perikanan serta mempelopori kegiatan kehutanan/Go Green.
Dalam kesempatan itu Dandim mengharapkan agar kesempatan penataran itu dapat digunakan semaksimal mungkin bagi peserta untuk menambah ilmu pengetahuan dibidang teritorial sehingga pada saatnya nanti dapat diaplikasikan sesuai dengan harapan komando atas. Mengakhiri amanatnya, Dadim Rudy menekankan beberapa hal yang perlu dipedomani, yakn pertama, menjadikan penataran itu sebagai bekal yang berharga, untuk kegiatan Binter di wilayah.
Kedua, mempedomani referensi yang ada sehingga dalam pelaksanaan aplikasi di lapangan, semua kegiatan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan ketiga membudayakan belajar dan berlatih sebagai kebutuhan.
Sementara itu seusai upacara pembukaan, diruang kerjanya, Dandim mengatakan bahwa peserta yang mengikuti Penataran Pemberdayaan Babinsa adalah seluruh Danramil dan Babinsa di Wilayah Kodim 1705/Paniai, namun demikian ada sejumlah peserta yang tidak hadir  mengingat wilayah tugasnya di pedalaman.
“Peserta yang hadir sekitar 115 orang, harapan semuanya bisa ikut namun karena daerah tugas di pedalaman tidak semua bisa hadir,” katanya.
Dengan dilaksanakannya penataran Pemberdayaan Babinsa, Dandim mengharapkan dapat meningkatkan kemampuan satuan komando kewilayahan baik satuan maupun perorangan (bagi Babinsa), mampu melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan pimpinan Angkatan Darat dengan baik.
“Selama ini tugas-tugas yang telah dilaksanakan berjalan baik, namun belum maksimal sehingga yang diharapkan temu cepat lapor cepat masih kurang. Atas dasar itu maka pimpinan AD menurunkan tim untuk meningkatkan kinerja satuan dan perorangan komando kewilayahan Kodim 1705/Paniai,” tuturnya.
“Dengan adanya Penataran MTT ini diharapkan kinerja aparat di Wilayah Kodim 1705/Paniai lebih meningkat, dapat membantu Pemerintah Daerah dengan baik, kerja sama dengan aparat kepolisian dengan baik begitu juga hubungannya dengan masyarakat akan semakin dekat, semakin mencintai rakyat dan dicintai rakyat,” pungkasnya. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2