Pemda Intan Jaya Terus Tambah Pembangunan Bandara

SUGAPA - Sebagai satu upaya mendorong pembangunan dan aktifitas pelayanan kepada masyarakat, kini pemerintah Kabupaten Intan Jaya terus melakukan pembangunan Bandara Supaga yang terletak di ibukota kabupaten.  Selain itu juga ada program pembangunan terhadap bandara-bandara udara yang ada di distrik.
Hal ini lebih diutamakan, karena transportasi satu-satunya ke Kabupaten Intan Jaya untuk saat ini dan distrik-distrik yang ada hanya bisa dijangkau dengan pesawat udara. Sehingga untuk lapangan terbang Sugapa terus dilakukan perbaikan dan juga penambahan panjang serta lebar.


Untuk saat ini Bandara Sugapa sudah ditambah panjangnya menjadi 900 meter.  Untuk langkah selanjutnya akan ditambah hingga panjang 1.500 meter.  Dengan demikian arus transportasi untuk pesawat jenis kecil seperti Aviastar, Trigana, Enggang dan Susi Air serta AMA dan MAF bisa melayani masyarakat.
“Upaya pembangunan Bandara di ibukota kabupaten dan distrik-distrik yang ada ini tentunya pemerintah mengharapkan adanya dukungan dari masyarakat.  Karena apa yang dilakukan ini semuanya demi masyarakat pula,” kata Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si kepada Papuapos Nabire, Selasa (19/2) di Sugapa.
Untuk itu ada beberapa pembangunan yang menjadi skala prioritas penting. Misalnya pembangunan jalan dan jembatan, pembangunan penerangan listrik, pembangunan Bandara, pembangunan sarana kesehatan dan pelayanan pembangunan pendidikan yang mana ada pembangunan rumah sekolah dan kegiatan rehab gedung sekolah.
Untuk pembangunan lapangan terbang yang ada di ibukota Kabupaten Intan Jaya, bukan saja dari dana APBD.  Tetapi pemerintah Kabupaten Intan Jaya berkewajiban untuk melobi ke provinsi dan pusat agar pembangunan lapangan terbang ini mendapatkan perhatian. Agar cepat selesai sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat Intan Jaya.
Pada posisi Bandara yang ada saat ini yang telah diaspal itu, tidak dibiarkan begitu saja.  Tetapi langsung dilakukan pemagaran agar manusia maupun ternak apapun tidak bisa masuk sembarang ke areal Bandara.  Dan yang paling dikuatirkan saat pesawat itu mau mendarat, sehingga dipagar menggunakan kawat keliling. (des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2