Denominasi Gereja dan Pemda Bahas Miras dan HIV/Aids

NABIRE - Denomenasi gereja, hamba-hamba Tuhan se-Kabupaten Nabire bersama pemerintah Kabupaten Nabire dalam hal Setda, mengelar rapat masalah Miras dan penyakit HIV/Aids di Kabupaten Nabire yang sedang dialami generasi baik yang sudah besar, kecil, tua, maupun muda.

Para hamba Tuhan menyarankan kepada pemerintah daerah, masalah Miras, HIV//Aids dan minuman lokal, agar segera ditutup. Sementara Perda Miras disarankan untuk dicabut oleh pemerintah daerah melalui Bupati dan DPRD.

 

Menurut mereka, Miras merupakan merusak moralitas generasi muda di Kabupaten Nabire. Diharapkan untuk egera mengadakan pertemuaan besar-besaran untuk mengambil kesepakatan secara bersama dalam waktu dekat.

 

Para hamba Tuhan berpesan kepada pemerintah melalui aspirasinya, akan ditindaklanjuti kepada bupati dan DPRD Kabupaten Nabire. 

 

Pada kesempatan itu, Setda Nabire, Drs. Adauktus Takerubun mengatakan, terkait dengan aspirasi yang disampaikan, yang berhak mengambil kebijakan adalah bupati dan DPRD. Namun demikian, aspirasi yang disampaikan ini akan diteruskan kepada bupati dan DPRD. (Modestus Magai)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2