Isaias Douw : Masyarakat Dipa dan Menou Jangan Dijadikan Kebun Politik

NABIRE – Santernya kabar seputar persoalan yang terjadi di Distrik Dipa dan Menou, Bupati Isaias Douw, angkat bicara. Bupati Isaias Douw menegaskan agar jangan ada pihak-pihak tertentu yang menjadikan masyarakat Dipa dan Menou sebagai kebun politik. Karena hal ini akan berdampak yang kurang baik terhadap masyarakat dua distrik yang tergolong baru dimekarkan itu.

 

 

“Masyarakat perlu waspada terhadap pihak-pihak yang berupaya mengacaukan daerah dengan berbagai cara. Jangan jadikan masyarakat sebagai kebun politik, kasihan masyarakat Dipa dan Menou. Mari kita sama-sama membangun agar Dipa dan Menou bisa sejajar dengan distrik lainnya yang ada di Kabupaten Nabire ini,” ujar Bupati Nabire, Isaias Douw kepada media ini.

 

Secara umum, Bupati Isaias juga menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire untuk menjaga stabilitas keamanan daerah. Kepada semua pihak, baik masyarakat, TNI, Polri untuk bersama-sama menangkal pengaruh buruk dari luar kabupaten yang mencoba masuk ke wilayah Kabupaten Nabire ini. Agar Kabupaten Nabire tetap aman dan damai, sehingga seluruh elemen masyarakat bisa melakukan aktifitas kesehariannya dengan tenang dan damai.

 

Sementara itu, Bupati Isaias Douw juga sempat memberikan kesaksian di Polda Papua terkait persoalan pembangunan lapangan terbang di Dipa dan Menou. Hal ini seperti dikatakan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. I Gede Sumerta Jaya. Dikatakannya, Bupati Nabire, Isaias Douw diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

 

Terkait pemeriksaan di Polda Papua, Bupati Isaias kepada media ini, mengatakan, keterangan yang disampaikan dirinya ke Polda Papua adalah sebagai bentuk klarifikasi soal Lapter Dipa dan Menou.

 

Ditegaskan Bupati Isaias, beredarnya isu penahanan dirinya oleh Polda Papua terkait persoalan Lapangan Terbang (Lapter) di Distrik Dipa dan Menou, adalah hal yang tidak benar. Kedatangan Bupati Isaias Douw ke Polda Papua beberapa hari lalu untuk memberikan klarifikasi terkait persoalan yang kini tengah ditangani pihak Polda Papua itu. Bupati Isaias telah memberikan kesaksiannya kepada pihak Polda Papua terkait persoalan Lapter Dipa dan Menou.

 

Hal ini dikatakan Bupati Isaias Douw kepada media ini, tadi malam, di kediamannya. Pernyataan yang disampaikan Bupati Isaias ini sekaligus menepis adanya isu yang berkembang soal penahanan dirinya.

 

Bupati Isaias mengungkapkan, pada Selasa (12/3) lalu dirinya melakukan perjalanan ke Merauke melalui Biak-Jayapura. Perjalanan ke luar daerah dalam hal ini ke Merauke adalah dalam rangka tugas dinas. Selamat 3 hari, sejak Rabu (13/3) hingga Jumat (15/3) dirinya mengikuti Rapat Kerja (Raker) bupati se-Papua.

 

Dari Merauke, dirinya melanjutkan perjalanan ke Jayapura. Tepatnya pada Senin (18/3) dirinya berkesempatan datang di Polda Papua. Kedatangannya ke Polda Papua untuk kepentingan memberikan klarifikasi (kesaksian) soal Lapter Dipa dan Menou yang saat ini tengah ditangani Polda Papua.

 

Penyampaian klarifikasi belum tuntas di hari itu, namun ada panggilan dari DPR RI Komisi II untuk membicarakan soal pemekaran daerah otonom baru dalam hal ini Provinsi Papua Tengah. Sekembalinya dari Jakarta, kata Bupati Isaias, dirinya berbarengan dengan Manteri Lingkungan Hidup yang dilanjutkan dengan mengikuti kegiatan Menteri Lingkungan Hidup di Jayapura. Pada Kamis (21/3) sore, dirinya kembali memberi klarifikasi (kesaksian) di Polda Papua masih terkait persoalan Lapter Dipa dan Menou.

 

“Hari Jumat jam 6 pagi saya kembali ke Nabire dari Jayapura. Selama beberapa hari di luar Nabire ini, saya bukan ditahan. Tapi perjalanan keluar daerah untuk menjalankan tugas sebagai bupati, baik itu perjalanan di dalam wilayah Papua maupun saat keluar Papua.

 

Dirinya mengakui adanya oknum-oknum tertentu yang berusaha menyebarkan isu-isu yang tidak benar terkait dirinya. Salah satunya dengan menyebarkan isu penahanan dirinya ketika tidak ada di Nabire. Terkait adanya upaya oknum tertentu yang menyebarkan isu, bupati mengharapkan kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tidak dengan mudah mempercayai isu yang belum diketahui kebenarannya.

 

“Saya himbau, mari kita bersama-sama menjaga Nabire agar selalu aman, tenang dan damai. Mari kita sama-sama untuk menjaga stabilitas Nabire ini,” harap bupati.

 

Terkait dengan wilayah Dipa dan Menou, Bupati Isaias menilai ada oknum teretentu yang menjadikan kedua distrik itu sebagai kebun politik. Dirinya sebagai kepala daerah menyayangkan ketika ada pihak tertentu yang menjadikan kedua distrik yang baru ini menjadi kebun politik.

 

“Saya kasihan masyarakat di Dipa dan Menou jika di tempat mereka itu dijadikan kebun politik. Kedua distrik ini adalah distrik yang baru dimekarkan, saya mengajak kepada masyarakat untuk kita sama-sama membangun daerah agar ke depan lebih baik lagi,” ujarnya.

 

Bupati mengajak semua pihak untuk saling bergandengan tangan membangun Distrik Dipa dan Menou. Agar kedua distrik yang berada di wilayah pedalaman ini bisa cepat berkembang dan masyarakat yang ada di dalamnya mempunyai taraf hidup yang semakin baik.

 

“Kasihan masyarakat di sana, mari kita bangun dengan hati terbuka agar kedua distrik yang baru ini bisa sama dengan distrik lainnya yang ada di Kabupaten Nabire ini,” ujarnya.

 

Ditegaskan kembali oleh Bupati Isaias, kesempatannya untuk memberikan klarifikasi di Polda Papua, sebagai bentuk kooperatif dirinya agar persoalan ini cepat terselesaikan. (ros)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2