Seorang Warga Klam, Tak Pernah Berikan Dukungan KTP Calon Independen

NABIRE - Salah satu warga masyarakat yang juga merupakan pemerhati Pemilukada Kabupaten Nabire, Rius Douw, SH saat ditemui di kediamannya, beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire yang akan berlangsung tidak lama lagi, harus berjalan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada. Dan selama ini tahapan yang telah dijalankan oleh KPU Kabupaen Nabire patut diberikan apresiasi, karena sudah menjalankan sejumlah tahapan Pilkada, namun khusus untuk pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupai dari calon perseorangan, KPU sebagai pihak penyelenggara harus betul-betul melakukan verifikasi berkas calon independen sesuai dengan aturan yang ada.

Terkait dengan hal tersebut, dirinya sebagai pemerhati Pemilu-Kada merasa kecewa dan prihatin dengan apa yang terjadi saat ini. Dimana dari  5 Bakal Calon (Balon) bupati dan wakil bupati yang telah mendaftar ke KPU Kabupaten Nabire, terdapat sejumlah persoalan yang menurutnya sangat merugikan dirinya sebagai warga masyarakat Kabupaten Nabire dan juga pemerhati Pilkada Nabire.
Kata Rido panggilan akrabnya, bahwa dari 5 calon perseorangan yang telah mendaftarkan diri ke KPU Nabire, disinyalir ada terdapat dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang didapat bukan langsung dari orang yang memiliki KTP tersebut. Salah satunya adalah dirinya yang juga merupakan korban pemalsuan dukungan.
Dalam arti perolehan dukungan KTP yang didapat oleh calon independen sebagai salah satu syarat  untuk lolos menjadi calon bupati dan wakil bupati, didapat entah dari mana. Karena selama ini dirinya merasa bahwa dirinya tidak pernah memberikan dukungan KTP kepada siapapun apalagi kepada salah satu calon independen.
“Saya minta kepada KPU Nabire untuk nantinya melakukan pemeriksaan atau verifikasi secara detail dan saya selaku warga masyarakat dan juga pemerhati Pilkada Nabire, akan melakukan proses hukum kepada orang yang telah memberikan KTP saya kepada calon siapapun dia. Karena saya ini korban dan saya tidak pernah merasa memberikan dukungan KTP kepada siapapun. Hal ini termasuk pencemaran nama baik dan pemalsuan identitas dukungan yang nyata-nyata sangat merugikan saya pribadi,” ujar, putra dari mantan Bupati Nabire Isaias Douw ini.
Lanjutnya, soal siapa yang ingin maju dalam Pilkada Nabire itu hak seseorang dan hal itu bukan menjadi persoalan. Tetapi, yang menjadi persoalan apakah calon  tersebut memang telah mengumpulkan data dukungan KTP dengan tidak memaksanakan orang yang memiliki KTP tersebut untuk memberikan dukungan kepada dirinya, dalam hal ini calon independen, atau memang KTP tersebut didapat dari oknum-oknum yang sengaja memperjualbelikan dukungan KTP kepada calon kandidat atau mungkin ada permainan politik yang disinyalir bekerjasama dengan pihak tertentu, agar memenuhi syarat dan lolos sebagai calon bupati berkat dukungan KTP yang notabenenya tidak jelas didapat dari mana.
“Saya minta kepada kepada semua calon independen yang telah mendaftar, sebagai warga Nabire dan warga yang peduli terhadap Pilkada Nabire, agar meminta identitas seseorang sesuai dengan prosedurnya dan harus ada persetujuan dari orang tersebut. Jangan hanya asal didapat saja KTPnya, tapi orang yang memiliki KTP juga tidak tahu, kalau KTPnya juga sudah ada dalam daftar dukungan. Ini termasuk pemalsuan identitas dan sangat merugikan saya selaku pemilik KTP,” tegasnya.
Menurutnya, pemberian dukungan kepada siapapun juga calon bupati dan wakil bupati, yang tahu itu hanya diri sendiri dan tidak perlu diketahui oleh orang lain, dan orang lain tidak perlu tahu siapa yang akan didukung. Karena, pemberian dukungan sifatnya rahasia.
“Saya kaget, ketika nama saya dan fotocopy KTP saya ada di dalam daftar di beberapa calon independen yang telah mendaftar ke KPU. Dan informasi ini saya dapat dari tingkat PPS yang mengatakan KTP saya juga ada masuk dalam daftar dukungan, padalah saya tidak pernah memberikan KTP saya kepada siapapun. Pertanyaannya dari mana dapat KTP saya ini, dan ini harus ditelusuri siapa-siapa yang bermain dalam hal ini, dan saya akan laporkan hal tersebut kepada pihak Panwas, KPU maupun kepolisian, karena sudah mencemarkan nama baik saya dan termasuk pemalsuan identitas dukungan,” pungkasnya. (cad)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2