Pelajar Mahasiswa Dipa akan Miliki Asrama

NABIRE – Sedikit lagi, pelajar dan mahasiswa asal Distrik Dipa yang sedang belajar di kota Nabire akan miliki sebuah asrama berukuran 23 x 14 meter. Gedung asrama tersebut sementara ini sedang dibangun di Kalibobo, diperkirakan pertengahan bulan Agustus mendatang sudah selesai.

Dengan dibangunnya asrama bagi pelajar mahasiswa asal Distrik Dipa, maka Dipa merupakan distrik pertama se-Kabupaten Nabire yang memperjuangkan sebuah asrama sebagai sarana belajar yang aman untuk menampung anak-anak pelajar dan mahasiswa luar kota Nabire yang belajar di ibukota kabupaten.
Sebelumnya, ketika Drs. AP. Youw memimpin Kabupaten Nabire, pernah dibangun asrama bagi pelajar mahasiswa dari distrik-distrik luar Nabire (sebelum Kabupaten Dogiyai dimekarkan), tetapi kini terlantar.
Asrama pelajar mahasiswa Distrik Dipa merupakan distrik pertama yang memperjungkan adanya asrama bagi anak-anak luar kota yang belajar di Nabire sebagai ibukota kabupaten, setelah pemekaran Kabupaten Dogiyai. 
Kepala Distrik Dipa, Nikolaus Kegiye di lokasi pembangunan asrama Dipa, Jumat (4/7) kemarin mengatakan, pembangunan asrama ini atas usulan program dari Distrik Dipa lewat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun ini dan langsung ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire.
Tahun ini, Distrik Dipa mengusulkan dua program yakni pembangunan asrama pelajar mahasiswa asal Distrik Dipa di Nabire dan pembangunan kopel guru masing-masing satu unit di Kampung Dikia, Tagauto dan Yigikebo.
Menurut Kegiye, areal yang sedang dibangun gedung asrama merupakan asset pemerintah Distrik Dipa. Sebab, pembebasan lokasi dilakukan oleh Kepala Distrik Dipa.
Ia menambahkan, karena ini usulan dari distrik, selain asrama, akan diperjuangkan untuk penambahan barak untuk asrama, apabila jumlah penghuni banyak. Karena masih ada sisa lahan yang bisa dikembangkan untuk kebutuhan asrama.
Kegiye menilai usulan asrama ini bisa terwujud karena dukungan dari Bupati Isaias Douw (kini mantan), yang memperhatikan pembangunan di kampung seperti halnya Distrik Dipa, karena Isaias Douw juga anak dari kampung sehingga kembali memperhatikan kampung.
Oleh sebab itu, Kepala Distrik Dipa mewakili masyarakatnya menyampaikan terima kasih banyak atas perhatiannya kepada masyarakat khususnya pelajar mahasiswa asal Dipa yang tengah mengikuti pendidikan di kota Nabire. Sebab, tanpa dukungan dari kepala daerah, mustahil usulan dan kerinduan seperti ini bisa terwujud. (ans)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2