164 Calon Panwas Distrik Ikuti Test Tertulis

NABIRE - Sebanyak 164 orang calon Panwaslu Distrik (Panwasdis) dari 15 distrik se-Kabupaten Nabire mengikuti test tertulis. Test dilaksanakan di SMK Bhakti Mandala Nabire, Sabtu (4/7. Sementara materi atau soal dibuat langsung oleh Bawaslu Provinsi Papua.

Anggota Panwaslu Kabupaten Nabire, Paulus Ayatanoi yang meninjau jalannya test tertulis mengatakan, test tertulis dilaksanakan langsung oleh Bawaslu dan meteri atau soal yang diujikan itu juga langsung dibawa oleh Bawaslu Provinsi. “Yang perlu diketahui bahwa test tertulis ini dilaksaakan langsung oleh Bawaslu begitu juga materi soalnya dibawa Bawaslu dari provinsi,” ungkapnya.
Tambahnya, mengenai hasil yang didapat nantinya merupakan hasil kerja tersendiri dari para calon bersangkutan yang mengikuti test tertulis dan tidak ada sangkut paut apalagi intervensi dari  Paswaslu Nabire. “Menyangkut hasilnya nanti siapa yang lolos akan disampaikan melalui media baik cetak dan elektronik,” katanya.
Dikatakan Aritanoi, untuk melakukan pemeriksaan hasil test tertulis akan dilakukan kemudian hari sambil menunggu ketua dan anggota Panwaslu Kabupaten Nabire, Yermias Degei dan Pdt. Abednego Bamba yang sedang melakukan tugas di Jakarta dan Batam.
“Pemeriksaan akan dilakukan beberapa hari kedepan sambil menunggu ketua dan anggota Panwaslu Kabupaten Nabire yag sedang melakukan tugas diluar Nabire yakni Jakarta dan Batam,” tuturnya seraya berharap, tanggal 8 - 9 Juli sudah ada hasilnya dan bisa diumumkan, sehingga kami minta kepada para peserta untuk bersabar.
*Verifikasi Faktual Alami Kendala
Terkait verifikasi faktual dilapangan terhadap berkas dukungan bakal calon perseorangan/independen, Paulus Ayatanoi mengatakan ada sejulah kendala yang terjadi. “Verifikasi faktual yang dilakukan oleh PPS dilapangan ada sejumlah kendala, dimana sejumlah anggota PPS tidak berani melakukan verifikasi langsung ke rumah-rumah,” ungkapnya.
Menurutnya, hal itu karena ada tekanan juga bakal calon independen, sementara masyarakat itu sendiri tidak merasa memberikan KTP, bahkan para Balon tidak langsung mendatangi masyarakat untuk dimintai dukungannya berupa KTP.
“Ini membuat ada rasa kekuatiran dari lembaga penyelenggara tinkat bawah (PPS) untuk melakukan verifikasi langsung atau mendatangi ke rumah-rumah warga masyarakat,” ujarnya.
Dikatakan Paulus, hal itu akan menjadi persoalan sampai tingkat distrik dan KPU kabupaten. Dari pantauan kami di lapangan, tim-tim sukses para bakal calon tidak mendatangi langsung warga masyarakat. (iing elsa)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2