Dua Pimpinan DPRD Intan Jaya, Dilantik

INTAN JAYA – Sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Provinsi Papua nomor : 155/205/2015 tertanggal 15 Juni 2015 tentang Peresmian Pimpinan DPRD Kabupaten Intan Jaya, Selasa (7/7), Ketua Pengadilan Negeri Nabire, Joni Kondolele, SH.,MH, melantik Marten Tipagau, S.Sos sebagai Ketua dan Pendeta Yakob Labene sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Intan Jaya. Pelantikan kedua pimpinan DPRD Intan Jaya ini dilangsungkan di Aula Maranatha, Malompo.

Sambutan tertulis Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS.,M.Si yang dibacakan Wakil Bupati Pendeta Yann R. Kobogayauw, S.Th,M.Div, mengatakan, keterlambatan pelantikan pimpinan DPRD ini bukan suatu kesengajaan yang dilakukan oleh Bupati Intan Jaya, pimpinan DPRD sementara atau Sekertaris Dewan (Sekwan). Tetapi merupakan proses ketatanegaraan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan pada hukum yang menjadi dasar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Keterlambatan berikut, katanya, karena salah satu Partai Politik (Parpol) tidak mengusulkan rekomendasi calon pimpinan wakil ketua II ke Kantor Satuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Biro Hukum Provinsi Papua hingga saat ini membuat terjadi keterlambatan mengeluarkan SK oleh Gubernur Provinsi Papua.
Dikatakannya, kurang lebih 4 bulan lalu, 20 anggota DPRD Kabupaten Intan Jaya masa jabatan 2014/2019 hasil Pemilihan Legislatif 9 April 2014 dilantik dan diambil sumpah/janjinya. Yang juga dilengkapi dengan pengangkatan pimpinan sementara.
“Puji syukur hari ini kita telah menyaksikan pengambilan sumpah / janji ketua dan wakil ketua I DPRD yang berarti DPRD Kabupaten Intan Jaya memiliki pimpinan devinitif,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Intan Jaya mengharapkan, dengan adanya pelantikan pimpinan DPRD devinitif ini, anggota DPRD dapat menjalankan tugasnya dengan baik, bersinergi dengan eksekutif. Sebab melihat kondisi dan geografi wilayah Kabupaten Intan Jaya saat ini merupakan tantangan terberat bagi pemerintah daerah. Dan ini tentunya menjadi tanggung jawab bersama, baik eksekutif dan legislatif, untuk merubah wajah Kabupaten Intan Jaya yang lebih baik.
Lebih jauh disampaikan, sesuai Undang–Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sudah mengamanatkan bahwa hubungan antara legislatif dan eksekutif dalam sistim pembangunan daerah memiliki hubungan saling mengikat satu sama lain. Selain DPRD sebagai lembaga resmi juga sebagai mitra kerja eksekutif dalam merumuskan rancangan pembangunan daerah.
Katanya, kedua lembaga ini memiliki posisi yang sejajar. Eksekutif bertugas menjalankan program pemerintah daerah yang telah disetujui oleh legislatif. Sedangkan legislatif adalah lembaga perwakilan yang bertugas merancang dan menetapkan program yang diusulkan oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, pemerintah dan DPRD harus saling bergandengan tangan untuk membangun Intan Jaya.
Karena untuk mewujudkan masyarakat Intan Jaya yang Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat, perlu adanya kerja sama antara eksekutif dan legislatif untuk menggapai visi tersebut. Dan tidak lama lagi pemerintah dan DPRD akan dihadapkan dengan sejumlah agenda yang cukup penting dan strategis. Yakni penyusunan dan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R–APBD) tahun 2015 dan beberapa Peraturan Daerah (Perda) yang telah disampaikan oleh eksekutif kepada DPRD. (Erens E. Rumbobiar)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2