Koalisi Sawit Menyurati Penjabat Bupati, Cabut Ijin PT. Nabire Baru

NABIRE - Koalisi Peduli Korban Sawit di Nabire dalam beberapa hari kemarin telah menyurati beberapa pihak terkait permohonan pencabutan semua  ijin terkait usaha perkebunan PT. Nabire Baru yang beroperasi di Kampung Sima Kabupaten Nabire tempatnya di wilayah adat masyarakat Suku Yerisiam. Kabar surat tersebut juga telah dilayangkan kepada Penjabat Bupati Nabire Sendius Wonda dan Kapolres Nabire.

Koordinator Koalisi Peduli Korban Sawit di Nabire, John NR Gobai, kepada media ini kemarin menerangkan, kami dari tim koalisi peduli korban sawit di Nabire telah menyurat kepada pihak-pihak terkait yang ada di Kabupaten Nabire, perihal permohonan  mencabut semua  ijin terkait usaha perkebunan di Kabupaten Nabire. Termasuk beliau penjabat (caretaker) Bupati Nabire yang beberapa hari lalu telah tiba di Nabire.
Kami, lanjutnya, sangat memahami penjabat Bupati Nabire Sendius Wonda. Dalam artinya harapan kami sangat besar terhadap beliau untuk kiranya dapat membijaksanai masalah ini dengan baik. “Kami yakin beliau secara langsung tidak ada kaitannya dengan masalah yang kami ajukan ini, dan beliau juga tidak ada kepentingan dengan kami, masyarakat ataupun dengan pihak perusahan. Sehingga kami merasa sangat pas ketika beliau menyelesaikan masalah ini,” harapnya.
Tambahnya, selama beberapa  tahun belakangan ini kami yakin pasti semua mendengar tentang persoalan masyarakat pribumi Suku Besar Yerisiam dengan dua perusahan kelapa sawit PT. Nabire Baru dan PT. Sariwana Adhi Perkasa dan adanya pemanfaatan kayu oleh PT. Sariwana Unggul Mandiri di atas lahan adat masyarakat pribumi Suku Besar Yerisiam sudah sangat memprihatinkan. Kayu, rotan dan mahluk hidup yang ada di atas areal tersebut digusur dan mati tanpa ada pertanggung jawaban.
Ijin kepada perusahaan ini, jelas John, diduga sarat kepentingan dan diduga melibatkan beberapa oknum pejabat dan staf baik di lingkungan Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua, sehingga tanpa berbagai syarat antara lain Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) Gubernur Papua (Barnabas Suebu,SH) kala itu mengeluarkan SK Gubernur Provinsi Papua Nomor 142 Tahun 2008 tentang Pemberian Ijin Usaha Perkebunan Kepada PT. Nabire Baru.
Perlu kami sampaikan, surat keputusan ini kami koalisi mendapatkannya dalam beberapa hari ini, kami juga sampaikan Negara Indonesia yang kami kenal ini adalah Negara hokum, artinya semua diatur dengan peraturan perundang-undangan bukan konspirasi kepentingan, sehingga melalui surat ini kami memohon agar Bapak/ibu untuk kita melihat kembali regulasi tentang perkebunan.
Untuk itu, sesuai dengan roh dan semangat dari adanya UU Nomor 21 Tahun 2001 terkait dengan pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat dan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, yang mensyaratkan agar semua badan usaha yang beroperasi di Papua agar bermusyawarah dengan masyarakat pemilik hak adat untuk memberikan kompenasasi yang sesuai, agar tidak terjadi kesalahpahaman antara masyarakat Yerisiam dan Muspida Nabire, serta sesama masyarakat adat maka kami memohon.
Pertama, kepada bupati Nabire dalam hal ini Caretaker Bupati Sendius Wonda agar mencabut untuk sementara semua Ijin terkait usaha perkebunan PT. Nabire baru di Kabupaten Nabire dan kedua kami harapn dan meminta kiranya bupati dapat memanggil dan mempertemukan PT. Nabire Baru dan masyarakat Adat Suku Yerisiam, untuk membicarakan hak masyarakat adat dimaksud. “Hal ini yang kami minta saat ini, kiranya apa kami mohonkan ini dapat segera mungkin ditanggapi semua pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Nabire,” tandas John seraya mengakhir komentarnya. (wan)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2