Pangdam : Buka Bersama, Perkuat Tali Silaturrahmi dan Pembinaan Satuan

NABIRE - Buka puasa bersama merupakan tradisi yang baik untuk ditumbuhkembangkan di jajaran Kodam XVII/Cenderawasih, dimana tujuannya mempererat tali silaturrahmi dan melakukan pembinaan satuan, maupun memperkuat ikatan diantara semua, kebersamaan dan kekeluargaan antara pemimpin dan yang dipimpin karena semangat kebersamaan, kekeluargaan dan persaudaraan yang dibangun diatas ajaran dan nilai-nilai keagamaan sangat dibutuhkan oleh organisasi besar dan dinamis seperti Kodam XVII/Cenderawasih guna mewujudkan kinerja satuan yang lebih baik dalam meraih keberhasilan pelaksanaan tugas.

Hal demikian dikemukakan Panglima Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen G. Siahaan, dalam sambutannya di kegiatan Safari Ramadhan dalam acara buka bersama beserta keluarga besar Komando Resort Militer (Korem) 173/PVB, Selasa (7/7) di Markas Komando Batalyon Infanteri (Mako Yonif) 753/AVT kemarin.
Menurut Pangdam, dalam safari ramadhan tahun ini, dirinya telah berkeliling mulai dari Merauke, Rindam, Korem 172, Sorong, Sorong Selatan, Maibrat dan hari ini saya berada di tengah-tengah prajurit dan tamu undangan di Batalyon Infanteri 753/AVT.
Dikatakan Pangdam, banyak perkembangan di wilayah yang telah dikunjunginya termasuk memberikan arahan kepada seluruh prajurit dan berdialog dengan tokoh-tokoh, tokoh masyarakat, agama, adat, pemuda, tokoh perempuan dan pemerintah.
“Setiap  tahun, umat Islam selama satu bulan penuh di Bulan Ramadhan melaksanakan puasa, berkesempatan meningkatkan amal kebajikan dan mendekatkan diri kepada Tuhan secara khusyu dan ikhlas seraya memohon ampun atas segala perbuatan dan kekurangannya,” tuturnya.
Ungkap Pangdam, ibadah puasa ini wajib dilaksanakan oleh umat Islam agar menjadi orang yang bertaqwa sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183.
Menurutnya, ibadah puasa juga melatih kepekaan dan kepedulian sosial, karena dengan puasa mampu merasakan kekurangan yang dialami oleh saudara yang tidak mampu.
“Kita dirangsang untuk menginfakkan hartanya, baik dalam keadaan lapang maupun kondisi sempit. Oleh karena itu, saya mengharapkan para prajurit muslim untuk berpuasa secara sungguh-sungguh dalam bulan suci ramadhan sehingga membuahkan tingkat kualitas pribadi dan umat yang lebih baik, disiplin, jujur dan lebih toleran antar umat sesama manusia di bumi ini,” ujarnya.
Menurut Pangdam, ibadah puasa juga sangat baik untuk melatih kejujuran, kedisiplinan dan pengendalian diri dan itu sangat sesuai dengan tugas pokok TNI yang bukan hanya menjaga kedaulatan NKRI, tetapi dapat merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang, ras, suku, etnis dan agama.
“Disatu sisi, perbedaan merupakan kekayaan bangsa yang luar biasa, akan tetapi bila tidak dikelola maka akan berubah menjadi ancaman yang luar biasa pula bagi persatuan dan kesatuan bangsa,” tuturnya.
Imbuhnya, di Tanah Papua tidak ada jarak dan sekat diantara umat beragama, baik Islam, Nasrani, Hindu dan Budha. Pemerintah sebagai pemegang kendali kepemimpinan nasional telah memberikan sejumlah peraturan perundang-undangan yang apabila ditaati oleh masyarakat akan menjadi sarana pemersatu yang kaya akan perbedaan.
Akan tetapi, ungkap Pangdam, pemerintah tidak bisa sendiri menciptakan dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Oleh karena itu, orang nomor 1 di Kodam XVII/Cenderawasih itu mengajak kepada seluruh prajurit dan PNS Kodam XVII dan lapisan masyarakat Nabire untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di tanah Papua sehingga senantiasa tercipta kedamaian, ketentraman dan tidak ada pertentangan umat beragama.
Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI. Fransen Siahaan menyampaikan terima kasih, apresiasi dan penghargaan kepada jajaran Korem 173/PVB atas kinerja yang luar biasa khususnya Yonif 753/AVT dan Denzipur 12/OHH Nabire.
“Kalian telah melaksanakan tugas dengan jujur, tulus dan ikhlas dalam menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Nabire sehingga situasi Nabire menjadi kondusif sebagai syarat berlangsungnya pembangunan menuju masyarakat yang maju dan sejahtera. Begitu pula kepada pemerintah Kabupaten Nabire,” pungkasnya. (iing elsa)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2