Berdasarkan Data, Faktor Pengaruhi Lakalantas Bulan Ramadhan

NABIRE - Dalam amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Badrodin Haiti yang dibacakan oleh Kapolres Nabire AKBP. H.R.Situmeang, S.Ik.,MH dalam upacara apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Matoa 2015, yang dilaksanakan di wilayah Polres Nabire, data operasi ketupat tahun 2014 lalu, tercatat jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sebanyak 618 kasus atau 16,81 persen, dari 3.675 kasus pada tahun 2013 menjadi 3.057 kasus pada tahun 2014. Sedangkan, jenis kendaraan yang tercatat mengalami kecelakaan lalu lintas dengan jumlah angka tertinggi, yaitu sepeda motor dan mobil penumpang.

Hal tersebut, Kata Kapolri, disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor manusia yang disebabkan kurang disiplinnya para pengendara seperti pemudik yang menggunakan sepeda motor dibebani dengan pembonceng dan muatan yang melebihi batas ketentuan, tidak patuh pada peraturan lalu lintas dan tingkat kelelahan pengendara sepeda motor yang tinggi.
Kedua, faktor alam yang meliputi kondisi topografi wilayah Indonesia yang bergunung, berlembah dan kondisi klimatologis dengan adanya musim hujan dan musim kemarau. Tiga, faktor kelayakan kendaraan, karena masih ada pemudik yang tidak memperhatikan kelayakan kendaraannya menyangkut kondisi ban, rem, sistem navigasi dan instrumen penting lainnya.
Lanjut Kapolri, keempat faktor kondisi jalan, disebabkan banyaknya tanjakan tinggi, turunan dan tikungan tajam serta adanya kerusakan jalan menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas apabila para pemudik tidak mahir dalam mengemudikan kendaraannya. Lima, faktor prasarana jalan, yaitu kurangnya traffic light, rambu-rambu dan marka jalan pada titik-titik jalan dan lokasi jalan tertentu.
Terkait faktor-faktor tersebut, Kapolri meminta kepada seluruh jajaran Polri dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi ketupat 2015, untuk sungguh-sungguh merealisasikan langkah-langkah antisipatif sebagaimana yang telah dirumuskan.
“Saya berharap langkah antisipatif tersebut, mampu sepenuhnya menekan terjadinya kecelakaan lalulintas. Kita semua harus terus berupaya dan berdoa agar momen hari lebaran ini, tidak diwarnai dengan peristiwa yang membawa kedukaan,” ujar, Kapolri melalui Kapolres Nabire Situmeang. 
Selanjutnya, yang perlu diketahui bahwa pada tahun 2015 ini, kementerian perhubungan memprediksi kenaikan arus mudik lebaran pada semua moda akan mencapai kurang lebih 1,9 % atau sekitar 20.002.724 orang dibandingkan dengan pemudik tahun 2014 sebesar 19.618.530. Implikasi sistemik dari kenaikan arus mudik tersebut adalah, peningkatan penggunaan moda transportasi seperti kereta api, pesawat, ASDP, motor, mobil pribadi, bus dan kapal laut. Sedangkan, untuk puncak arus mudik untuk semua moda transportasi diperkirakan akan terjadi pada H-7 dan arus balik pada H+3 pelaksanaan Idul Fitri tahun 2015. “Selain itu, saya juga perlu mengingatkan adanya berbagai potensi ancaman Kamtibmas yang harus terus diantisipasi, seperti terorisme, teror bom, sabotase, perkelahian antar kelompok warga masyarakat, kebut-kebutan, penyalahgunaan Narkoba, Miras, peningkatan kebutuhan BBM, peningkatan harga kebutuhan pokok, kebakaran, kriminalitas, penjualan petasan dan bencana alam,” imbuhnya.
Kata Kapolri, memahami berbagai permasalahan, gangguan Kamtibmas dan beragam ancaman yang mungkin terjadi, maka dalam rangka menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat pada perayaan hari raya Idul Fitri 1436 H, Polri beserta seluruh jajarannya dibantu instansi terkait dan komponen masyarakat lainnya menyelenggarakan operasi kepolisian terpusat, yaitu Operasi Ketupat - 2015 selama 16 hari, mulai tanggal 10 sampai dengan 25 Juli 2015. Operasi tersebut merupakan operasi kemanusiaan dimana selama ‘Operasi Ketupat-2015’ akan digelar kekuatan sebanyak 145.676 personel terdiri dari anggota Polri sebanyak 82.538 personel, TNI sebanyak 12.761 personel serta instansi terkait sebanyak 50.377 personel yang akan tergelar di 3.030 pos pengamanan dan 1.083 pos pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Lanjutnya, kekuatan yang diturunkan ini untuk melaksanakan pengamanan di tempat-tempat peribadatan umat muslim, lokasi sholat Ied, pemukiman masyarakat, jalur-jalur pergerakan orang dan barang, terminal, obyek-obyek wisata, tempat-tempat pembagian zakat fitrah, serta tempat-tempat dan kegiatan masyarakat lain yang perlu diamankan, sehingga diharapkan masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1436 H dengan nyaman dan tertib dalam situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. (cad)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2